Sabtu, 25 April 2015

CUNNING SINGLE LADY Episode 4




Ketika Ae Ra sampai di kantor, petugas keamanan mencegatnya dan mengajaknya ke ruang keamanan. Jung Woo melihat kejadian itu dari lantai dua.


Kepala tim keamanan menuduh Ae Ra membocorkan informasi pelanggan. Ae Ra berusaha menjelaskan dan meyakinkan petugas keamanan bahwa bukan dia yang melakukan hal itu. Kepala tim keamanan berkata ia punya bukti berupa catatan ID card Ae Ra masuk ke ruang manajemen informasi pelanggan. Ae Ra terkejut dan menjawab bahwa ID cardnya hilang dan ia sangat frustasi untuk mengingat kejadian malam itu.



Di ruangan Jung Woo, kepala sekretaris berkata ia tidak bisa mengerti wanita itu (Ae Ra) karena Ae Ra datang (bekerja) di perusahaan mantan suaminya. Kepala sekretaris menduga Ae Ra datang karena ingin menghancurkan perusahaan seperti ini. Jung Woo hanya terdiam dan menghela nafas. 





Di ruangan petugas keamanan, Ae Ra mengingat kejadian malam itu tapi hanya sebatas ia mabuk dan masuk ke kantor. Kepala tim keamanan masih menuduh Ae Ra melakukannya dengan menjelaskan bahwa Ae Ra masuk ke ruang manajemen informasi pelanggan untuk mencuri data pelanggan dan menghapus CCTV kejadian itu. Ae Ra terkejut mendengarnya.




Kepala sekretaris masih membicarakan Ae Ra dan menduga bahwa Ae Ra memiliki dendam yang serius pada Jung Woo. Jung Woo yang sedari tadi diam kemudian bertanya apa kepala sekretaris punya lem? Kepala sekretaris bertanya untuk apa lem? Jung Woo menjawab untuk menutup mulutmu karena dari tadi berisik. Jung Woo bergegas ke pergi. Saat melihat mobilnya, Jung Woo dan kepala sekretaris terkejut karena ada yang mencoret-coret mobil Jung Woo. Jung Woo dan kepala sekretaris menonton black box mobilnya. Ternyata Ae Ra yang mencoret-coret mobil Jung Woo.



Ae Ra telah mengingat kejadian malam itu dan berkata bahwa ia melakukan sesuatu pada mobil milik CEO. Kepala tim keamanan tidak percaya dan bertanya ada urusan apa Ae Ra dengan mobil CEO. Tiba-tiba Jung Woo masuk ke ruangan dan menjawab bahwa Ae Ra sedang mencuci mobilnya. Jung Woo menyerahkan black boxnya. Kepala tim keamanan dan Ae Ra menonton black box itu. Kepala tim keamanan segera meminta maaf pada Ae Ra.


Di parkiran, Ae Ra membersihkan mobil Jung Woo. Kepala sekretaris menyuruhnya membersihkan sampai semuanya hilang dan bertanya apa kelanjutan dari kata yang ditulis Ae Ra.



Kepala tim keamanan menjelaskan bahwa pelakunya masuk (ke ruang manajemen informasi pelanggan) dengan menggunakan ID card pegawai magang yang hilang. Jung Woo berkata itu tidak masuk akal dan menyuruh petugas keamanan untuk mengembalikan data pelanggan dengan cepat dan segera menangkap pelaku sebelum beritanya tersebar. Kepala tim keamanan mengerti dan bertanya soal Ae Ra. Jung Woo menjawab untuk sekarang, kita tutupi (menutupi kesalahan Ae Ra yang mencoret-coret mobil Jung Woo) sehingga pencurian data tidak tersebar. Kepala tim keamanan mengerti dan segera pergi. Jung Woo memikirkan kata yang ditulis Ae Ra dan menduga bahwa itu bajingan. 


Ae Ra menjawab pertanyaan kepala sekretaris sebelumnya dengan berkata CEO kami yang berkepribadian sempurna. Berjuanglah. Kepala sekretaris tidak percaya. Ae Ra menjelaskan bahwa Jung Woo memang mempunyai kepribadian yang meluap-luap (Ae Ra berkata dengan penekanan yang terdengar seperti kata anjing dalam bahasa Korea). Kepala sekretaris mendesah.


Sesampainya di rumah, Min Young memberikan Ae Ra tahu (di Korea kalau keluar penjara, orangnya harus makan tahu). Ae Ra bertanya apa ia baru keluar dari penjara dan tetap memakannya. Ae Ra bercerita tentang kejadian di kantor. Min Young berkata bahwa Jung Woo menyelamatkan Ae Ra. Ae Ra membela diri dengan menyalahkan Jung Woo atas kejadian itu. Min Young bertanya siapa yang menyuruh Ae Ra masuk ke perusahaan itu. Ae Ra menjawab ada alasannya.



Ae Ra berkata bahwa ia sedikit menyesal dan ia akan meminta maaf jika bertemu dengan Jung Woo. Ae Ra mendengar seseorang berkata bahwa Jung Woo akan makan siang jam dua nanti dan akan mampir ke suatu tempat terlebih dahulu.

Ae Ra sengaja menunggu di depan lift. Saat pintu lift terbuka, Ae Ra berakting kaget (padahal sudah direncanakannya sejak awal, haha), Jung Woo pun kaget. Ae Ra masuk ke dalam lift dan berkata bahwa Jung Woo kelihatannya akan pergi. Jung Woo mengacuhkannya dan Ae Ra tampak kesal. Ae Ra mencoba berkata lagi, tapi Jung Woo menyibukkan dirinya dengan ponsel. 



Jung Woo menyapa dan memberikan selamat pada salah satu pegawainya yang berulang tahun pada hari itu. Pegawai itu tampak gembira (karena CEO mengucapkan selamat ultah padanya). Ae Ra yang dari tadi mengikuti Jung Woo tampak tersenyum melihat Jung Woo memberikan selamat pada pegawainya itu dan berkata bahwa dulu Jung Woo juga mengucapkan selamat ulang tahun padanya.





Pi Song Hee tampak kesal pada Ae Ra karena Ae Ra ke toilet selama 30 menit dan ia (Ae Ra) adalah orang baru (pegawai baru). Ae Ra berkata bahwa ia sedikit gugup karena itu merupakan pengalaman barunya. Pi Song Hee menjelaskan bahwa Ae Ra harus memberitahu dan meminta ijin pada seniornya ketika ia akan meninggalkan kursi. Ae Ra mengerti.

Ketua tim Wang membuat pengumuman bahwa salah satu pegawai akan diundang untuk makan malam dengan CEO. Pi Song Hee tampak kegirangan. Ketua tim Wang berkata kesempatan itu akan diberikan pada orang pertama yang berhasil membuat kesepakatan. Seung Hyun bertanya apa hebatnya makan malam dengan CEO (karena ia sudah terbiasa bertemu dengan Jung Woo jadi tidak heran lagi, haha). Ae Ra melihat papan pengumuman (tentang makan malam dengan CEO) dan tampak senang. 



Direktur Oh membuntuti Jung Woo dan terkejut karena Jung Woo memiliki rumah lain. Direktur Oh bertanya apa Jung Woo punya wanita (di dalam rumah itu). Jung Woo masuk ke dalam rumah itu (sebelumnya kan ada seseorang yang berkata bahwa Jung Woo akan mampir ke suatu tempat dulu, ternyata Jung Woo mampir ke rumah ini toh, rumah tersebut sama persis dengan desain rumah yang Jung Woo berikan pada Ae Ra saat mereka masih menikah dulu).

Jung Woo duduk di depan desain rumahnya dan mengingat kenangannya dengan Ae Ra. Di dalam kenangannya itu, Ae Ra berkata ia ingin jendela yang besar dan pot tanaman di ruang keluarga. Rumah tersebut pun memiliki semua yang dikatakan Ae Ra (sepertinya Jung Woo membangun rumah itu untuk Ae Ra deh ya). Jung Woo tampak sedih mengingatnya.




Kepala sekretaris sedang membersihkan mobil Jung Woo. Tiba-tiba direktur Oh datang dan membantunya. Direktur Oh bertanya apa Jung Woo punya kekasih. Kepala sekretaris menjawab tidak. Direktur Oh bertanya lagi apa Jung Woo punya rumah di suatu tempat (maksudnya rumah yang tadi dilihat direktur Oh). Kepala sekretaris tampak terkejut dan membantahnya.
Ibu Ae Ra memarahi suaminya karena mengambil tabungan untuk membeli pakaian. Ayah Ae Ra berkata jika ia harus mengurus Ae Ra terlebih dahulu, Ibu Ae Ra bertanya apa yang direncanakan Ayah Ae Ra, Ayah Ae Ra hanya diam dan mengajak Ibu Ae Ra pergi.


Di rumah, Ibu Ae Ra melayani Ayah Ae Ra yang sedang makan dengan menyuapinya. Tiba-tiba Soo Chul masuk, ibu tampak salting dan segera pergi ke toko. Soo Chul berkata bahwa masalah tadi (ibu yang memarahi ayah) selesai dengan cepat. Ayah menjawab yang terpenting diantara pria dan wanita adalah ‘kekuatan’. Soo Chul berkata ia harus menikah dengan kekuatannya dan bertanya mengapa ayahnya membeli baju mahal itu. Ayah menjawab ia akan memberitahunya nanti.




Sekretaris Yeo Jin melaporkan kejadian mobil CEO (yang dicorat-coret Ae Ra). Yeo Jin tampak bingung dan meminta ketua tim Wang untuk ke ruangannya. Ketua tim Wang meminta maaf pada Yeo Jin atas kesalahan Ae Ra. Yeo Jin menyuruh ketua tim Wang untuk memperhatikan bawahannya dengan baik dan menyuruh ketua tim Wang pergi. Di luar ruangan, ketua tim Wang marah karena pegawai magang (Ae Ra) memberinya penghinaan seperti itu.


Ketua tim Wang menyuruh Ae Ra untuk membuat kesepakatan dengan klien. Ae Ra berkata itu sulit dilakukan tapi ketua tim Wang terus mendesaknya. Supervisor Kang berkata jika itu adalah cara untuk memecat Ae Ra karena memberikan Ae Ra misi mustahil dan menggunakan misi itu untuk memberi penilaian buruk atas kinerjanya dan beropini bahwa Ae Ra tidak akan berhasil untuk mendapatkan kesepakatan dan mengatakan bahwa Ae Ra tidak akan bertahan lama. Pi Song Hee mengerti. Seung Hyun terbangun dari tidurnya ketika mendengar kalimat tidak akan bertahan lama dan mengajukan diri untuk menjadi rekan Ae Ra (dalam membuat kesepakatan itu). 



Ayah Ae Ra pergi ke Dontalk dan berkata ia ingin menemui CEO pada resepsionis. Ayah Ae Ra berkata CEO akan tahu jika resepsionis mengatakan Na Gap Soo (nama ayah Ae Ra). Resepsionis bertanya apa ayah Ae Ra punya janji. Ayah Ae Ra menjawab tidak dan menyuruhnya untuk mengatakan pada CEO bahwa dirinya adalah Na Gap Soo. Resepsionis berkata bahwa ayah Ae Ra tidak bisa menemui CEO tanpa janji terlebih dahulu dan tiba-tiba petugas keamanan mengatakan hal yang sama.

Ayah Ae Ra berkata bahwa ia tidak bisa menghubungi CEO itulah kenapa ia tidak punya janji dan menyuruh untuk menelpon sekretaris, petugas keamanan meminta maaf (karena tidak bisa melakukannya). Ayah Ae Ra geram dan hampir saja ia berkata bahwa ia adalah ayahnya CEO (ayah mertua) dan berkata sampai jumpa lagi. Saat hendak pergi, Ayah Ae Ra berkata bahwa ia sudah berkali-kali berbicara untuk tidak mengakhirinya tanpa berpikir (Ae Ra yang memutuskan untuk bercerai dengan Jung Woo).


Jung Woo ke toilet dan ternyata ayah Ae Ra telah menunggunya dari tadi (nunggu di toilet, koplak banget! :D). Ayah Ae Ra mendekati Jung Woo dan berkata sudah lama sekali. Jung Woo terkejut melihatnya. Ayah Ae Ra mengucapkan selamat pada Jung Woo karena telah menjadi kaya raya dan berkata bahwa mereka semua (keluarga Ae Ra) sangat senang. Jung Woo berterima kasih.

 

Ae Ra dan Seung Hyun pergi ke hotel Silla (kliennya) untuk mendapatkan tiket kupon makan prasmanan. Ae Ra menjelaskan pada Seung Hyun yang ternyata sedari tadi hanya duduk santai di kursi. Seung Hyun memanggil Ae Ra untuk duduk di dekatnya. Ae Ra menarik Seung Hyun dan berkata mereka ke sana tidak untuk bermain.

Ae Ra dan Seung Hyun bertemu kliennya dan memberikan kartu namanya masing-masing. Kliennya berkata bahwa sulit untuk memberikan tiket kupon dengan jumlah yang Ae Ra minta. Ae Ra membujuk kliennya dan menyuruh Seung Hyun untuk ikut membujuknya juga. Seung Hyun malah berkata hal yang bertentangan dengan Ae Ra yang membuat Ae Ra kaget mendengarnya. Kliennya berkata ia akan mendiskusikannya dengan CEOnya. Ae Ra berusaha membujuknya lagi tapi Seung Hyun menghentikannya dan berkata bahwa kliennya menolak dan menarik Ae Ra pergi.


Seung Hyun bertanya apa Ae Ra tidak sedih karena klien tadi benar-benar mengacuhkannya. Ae Ra membenarkan dan berkata bahwa itu pekerjaannya. Seung Hyun bertanya tidakkah Ae Ra bekerja terlalu keras padahal ia bukan CEO dan Ae Ra juga tak akan mendapat uang lebih karena melakukannya. Ae Ra menjawabnya bahwa ia harus bekerja dengan rajin seolah-olah ia adalah pemilik perusahaan dan berkata mungkin mereka bisa menjadi karyawan tetap serta langsung pergi. Seung Hyun tampak senang dan berkata itu benar.




Setelah bertemu dengan Jung Woo, Ayah Ae Ra menemui Soo Chul dan bertanya apa ia menyembunyikan sesuatu darinya dan bertanya lagi apa Soo Chul menerima uang dari Jung Woo. Soo Chul berkata bahwa ia tidak memintanya, tapi Jung Woo yang memberikannya sebagai tunjangan Ae Ra. Soo Chul membela dirinya karena ia anak tertua jadi ia berhak mengurusi tunjangan adiknya. Ayah Ae Ra bertanya apa Soo Chul memberikannya pada Ae Ra, Soo Chul terdiam.

Ayah bertanya lagi apa Soo Chul menghabiskan semuanya. Soo Chul mengangguk dan menjelaskan bahwa Ae Ra akan membunuhnya jika ia tahu bahwa Soo Chul pergi (menemui Jung Woo) dengan kemauannya sendiri (tanpa ditelpon terlebih dahulu oleh Jung Woo). Ayah bertanya apa itu sebabnya Soo Chul berbohong bahwa Jung Woo yang menelponnya terlebih dahulu. Soo Chul membenarkan dan berkata bahwa kebohongan itu untuk kebaikan. Ayah memarahinya dan tiba-tiba ibu Ae Ra masuk. Saat hendak pergi, Soo Chul dilempari sayuran oleh ibu.


Ayah membawa koper dan sepatu dan mencari-cari Soo Chul. Soo Chul memanggil ayahnya. Ayah berkata bahwa sekarang Soo Chul harus pergi (karena ibunya sedang marah besar). Soo Chul bertanya apa ibu sangat marah. Ayah membenarkan dan bertanya mengapa ia memakai semua tunjangan adiknya, Ayah berkata seharusnya Soo Chul tidak melakukan itu sebagai leopard kebanggaan kilimanjaro (mungkin maksudnya sebagai anak kebanggaan ayahnya). Soo Chul mengangguk sedih. Soo Chul berkata ia akan kembali lagi nanti saat ia memiliki jaminan untuk meningkatkan status keluarganya. Soo Chul pergi meninggalkan ayahnya. Ayah berkata anakku, jangan hanya mencari daging busuk (mungkin artinya jangan hanya melakukan hal yang tidak berguna). 



Pi Song Hee terlihat gembira dan berterima kasih pada seseorang di telponnya. Supervisor Kang bertanya apa Song Hee berhasil. Song Hee menjawab sekitar 90% berhasil. Supervisor Kang berkata bahwa Song Hee membuat kemajuan dan akan makan malam dengan CEO (sesuai dengan pengumuman yang diumumkan oleh ketua tim Wang sebelumnya bahwa orang yang berhasil mendapatkan kesepakatan akan makan malam dengan CEO). Supervisor Kang berkata bahwa Song Hee pasti sangat senang. Song Hee tersenyum gembira dan berpamitan pulang. Ae Ra melihatnya dan terlihat tidak senang (karena rencana Ae Ra untuk makan malam dengan CEO bakalan gagal jika ia tidak mendapatkan kesepakatan). 



Seung Hyun bertanya apa Ae Ra tidak mau pulang, Ae Ra memberi isyarat pada Seung Hyun untuk segera pulang. Saat hendak pulang, Seung Hyun mendapat telpon dari seseorang (yang ternyata adalah Chang Sik, CEO hotel Silla). Chang Sik berkata jika ia terkejut ketika melihat kartu nama Seung Hyun yang diterimanya dari manager saat Seung Hyun ke hotelnya tadi. Seung Hyun berkata itu bukan apa-apa dan jangan mengkhawatirkan hal itu. Chang Sik bertanya apa maksudnya bukan apa-apa karena mereka bilang kau mencurahkan hidupmu untuk ini. Seung Hyun heran dan kembali lag ke ruang kerjanya. Ae Ra yang sedang menelpon manager hotel Silla dan berusaha membujuknya lagi. Seung Hyun melihatnya dan kelihatan berpikir (untuk membantu Ae Ra melalui Chang Sik hyung tadi).

Yeo Jin berdiri dan melamun dari atap Dontalk. Tiba-tiba, Ae Ra datang (ke atap) dan mengoceh tentang Seung Hyun yang tidak membantunya sama sekali. Ae Ra terkejut melihat Yeo Jin yang juga ada di atap dan memberinya hormat. Yeo Jin mengajak Ae Ra untuk minum bersamanya.

Yeo Jin dan Ae Ra membahas mengenai Ae Ra yang dituduh mencuri data pelanggan. Yeo Jin menasehati Ae Ra untuk membawa ID cardnya dan menyuruhnya untuk tidak mencoret-coret mobil CEO. Ae Ra meminta maaf dan memuji Yeo Jin perfeksionis. Yeo Jin bertanya apa ia terlihat begitu. Ae Ra heran dan bertanya apa Yeo Jin patah hati, Yeo Jin menjawab ia tidak patah hati tapi ia mengkhianati seseorang. Yeo Jin bercerita jika dulu dirinya berjanji untuk tidak melupakan seseorang itu hingga mati (suaminya yang telah meninggal).


Ae Ra membela Yeo Jin dengan berkata tidak apa-apa dan cinta tidak bertahan pada satu tempat karena jika itu terjadi maka semua orang akan menikah dengan cinta pertama mereka (bener banget nih kata-katanya B-)) Ae Ra menasehati Yeo Jin untuk mempertahankan cinta barunya, Yeo Jin tampak lesu. Ae Ra bertanya apa tidak berjalan lancar? dan bertanya siapa yang tidak suka pada orang sempurna seperti Yeo Jin. Ae Ra menebak bahwa itu selebriti. Yeo Jin tertawa dan menjawab bahwa orang itu adalah orang yang membosankan, kasar dan hanya tahu tentang pekerjaan. Ae Ra menasehati Yeo Jin untuk meneruskan cintanya. 


Yeo Jin menelpon sekretarisnya untuk pulang duluan dan membawa mobilnya. Yeo Jin menelpon Jung Woo dan mencari-cari alasan untuk bertemu tapi gagal. Jung Woo bertanya kenapa Yeo Jin belum pulang padahal hari sudah larut malam. Jung Woo mengantar Yeo Jin. Yeo Jin berterima kasih dan menjelaskan bahwa mobilnya sedang dibawa sekretarisnya untuk diperbaiki (Yeo Jinnya berbohong nih ya, gara-gara nasehat dari Ae Ra kah? Hehe).

Jung Woo berkata tidak apa-apa dan bertanya apakah acara makan malam itu bisa tidak dilakukan (pengumuman yang diumumin oleh ketua tim Wang untuk orang yang berhasil membuat kesepakatan akan makan malam dengan CEO). Yeo Jin bertanya apa ia malu? dan berkata bahwa itu adalah pilihan terbanyak yang dipilih (tentang ide makan malam bersama CEO). Yeo Jin bertanya lagi apa Jung Woo berpura-pura tidak menyukai ide itu? Jung Woo membantahnya dan berkata mengapa Yeo Jin tidak ikut berkencan juga (makan malam). Yeo Jin menjawab ia akan melakukannya jika Jung Woo berpartisipasi. 



Ae Ra menggelengkan kepalanya setelah melihat Seung Hyun membuat bunga dari tissue. Pi Song Hee mendapat telpon dan agak kesal karena kesepakatan yang telah didapatnya gagal. Ae Ra mendapat telpon dari manager hotel Shilla bahwa ia setuju dengan kesepakatan Ae Ra (untuk mengadakan tiket kupon), Ae Ra berlari menghampiri supervisor Kang. Seung Hyun tersenyum mendengarnya (ini berkat Seung Hyun lohh Ae Ra!). Supervisor Kang memuji Ae Ra.


Seung Hyun menelpon Chang Sik (CEO hotel Shilla) dan berterima kasih padanya. Chang Sik mengira Seung Hyun tak tertarik pada bidang itu (bekerja kantoran), Seung Hyun membenarkan dan berkata jika ia tertarik pada bidang lain. Ia pun menoleh ke arah kerumunan pegawai dan berkata jika ia terus berbuat demikian, ia bisa mengacaukan rencananya (untuk berhenti dalam waktu 3 bulan). Ketua tim Wang mengumumkan bahwa Ae Ra yang terpilih untuk makan malam bersama CEO dan berkata bahwa Ae Ra sangat beruntung sejak masuk ke perusahaan. Seung Hyun memberi Ae Ra bunga yang dari tadi dibuatnya (dari tissue). Ae Ra berkata kekanak-kanakkan sekali dan tersenyum. 


Jung Woo dan sekretarisnya sedang memasak untuk acara makan malam CEO dan mereka tampak kesusahan. Jung Woo menyarankan untuk melakukan hal lain saja tapi sekretaris berkata tidak ada waktu lagi karena acaranya di hari ini. Jung Woo bertanya apa sekretarisnya tak bisa menunda liburannya? dan bertanya lagi siapa yang lebih penting: kekasihnya atau Jung Woo. Sekretaris menjawab kekasihnya dan bergegas pergi. Jung Woo tampak pasrah (karena harus melakukan semuanya sendiri tanpa sekretarisnya).





Jung Woo pergi menemui seorang wanita (panitia penyelenggara acara makan malam dengan CEO) untuk membatalkan acaranya. Wanita itu berkata bahwa pegawai magang baru yang terpilih namanya Na Ae Ra. Jung Woo tampak kaget mendengarnya dan bertanya kenapa ia baru memberitahunya. Wanita itu menjawab bahwa ia telah mengirimkan email kepada sekretaris CEO siang tadi. Jung Woo berkata jika sekretarisnya pergi liburan.

Acara makan malam dimulai. Ae Ra dan Jung Woo saling menyapa dengan lembut (tapi setelahnya saling menatap sinis, haha). Ae Ra memuji keterampilan memasak Jung Woo (padahal di dalam hati ia mengejeknya). Jung Woo merendah dengan menjawab itu bukan apa-apa (di dalam hati ia bertanya apa Ae Ra menyesalinya sekarang? Maksudnya menyesal karena telah bercerai dengan Jung Woo). Wanita koordinator menyuruh Ae Ra untuk bertanya apapun tentang Jung Woo dan menyuruh Jung Woo untuk memberikan kata-kata penyemangat untuk Ae Ra.

Ae Ra : Apa CEO memiliki masa lalu yang ingin diubah? Saya memilikinya. Saya pernah melukai seseorang. Saat ini, haruskah saya mengatakan kalau saya menyesal. Saya khawatir soal apa yang harus saya lakukan.

Jung Woo : Sudah terlambat untuk itu. (omongan dalam hati bercetak miring). Tidak ada masa lalu yang bisa dikembalikan. Bahkan jika kau menyesalinya, itu tidak ada gunanya. Itulah sebabnya mengapa kau harus bijaksana.

Ae Ra : Yah, kau tidak begitu cerdas. Saya rasa begitu. Saya menyesal karena saya sangat sembrono dan ceroboh.

Jung Woo : Jika kau sangat menyesalinya, kau bisa mencoba menemui orang itu dan memohon sambil berlutut (minta maaf). Tentu saja dengan setulus hati. Meskipun aku tidak tahu apakah dia mau menerimanya.

Ae Ra : Omong kosong apa ini? Saya akan memikirkan itu. Terima kasih atas sarannya.

Jung Woo : Meskipun kau tertawa seperti ini tidak ada gunanya. Kau sudah mendapatkan kartu merah untuk dikeluarkan.

Mereka pun tersenyum yang kemudian diakhiri dengan tatapan tajam. Jung Woo bercerita tentang wine yang ada di gelasnya dan menyombongkan dirinya. Ae Ra berkata kelihatannya benar begitu (padahal dalam hati ia berkata Jung Woo penuh dengan omong kosong). Wanita koordinator berkata jika itu adalah Cheval Blanc (merek winenya) yang kata orang-orang harganya lebih dari $1000. Ae Ra dan wanita koordinator itu terkejut. Jung Woo berkata ada kualitas ada harga. Ae Ra berkata bahwa Jung Woo sudah gila (dalam hati). Jung Woo mendapat telpon dari sekretaris Gil (sekretarisnya).

Sekretaris Gil berkata jika ia lupa memberitahu Jung Woo tentang email yang diterimanya dan bertanya apa sekretarisnya harus ke sana (acara makan malam itu). Jung Woo menjawabnya dengan balik bertanya apa Bill Gates merekomendasikannya? (gak nyambung yah, haha, Jung Woo sengaja melakukannya di depan Ae Ra). Ae Ra berkata Jung Woo pura-pura hebat (dalam hati) dan bertanya siapa yang menelpon. Jung Woo menjawab Miami Yacht Club yang memintanya mampir saat musim panas dan berkata bahwa ia benar-benar sibuk. Ae Ra menyarankannya untuk merawat kesehatan karena IT Korea bertumpu pada Jung Woo. (Jung Woo berkata dalam hati bahwa sekarang Ae Ra tahu Jung Woo berada di level mana). Jung Woo berkata ia akan memikirkannya. Ae Ra menghabiskan winenya dengan lahap. Jung Woo melihatnya.



Acaranya selesai, wanita koordinator dan kameramen berpamitan. Ae Ra berkata Jung Woo benar-benar berubah sekarang. Jung Woo berkata ia tidak yakin karena ia belum menyadarinya. Ae Ra membantahnya dengan berkata ‘kepercayaan diri seorang pria sukses’? Ae Ra senang Jung Woo sudah sukses dan berkata bahwa ia adalah orang yang paling tahu betapa susahnya Jung Woo dulu. Jung Woo berterima kasih untuk mengatakan hal itu. Ae Ra tampak sedih karena Jung Woo tidak mengatakan bahwa itu semua berkat bantuan Ae Ra. Ae Ra berkata ia agak sedih karena Jung Woo sekarang berbeda dengan yang dikenalnya dulu dan ia merindukan hal itu. Jung Woo mendekat pada Ae Ra. Ae Ra menyuruh Jung Woo untuk segera mengatakan sesuatu yang ingin Jung Woo katakan. Jung Woo berkata ada sesuatu yang menyangkut di giginya Ae Ra. Ae Ra kaget mendengarnya dan segera menutup mulutnya (untuk membersihkan giginya).

Jung Woo mengajak Ae Ra ke suatu tempat dan berbicara tentang masa lalu. Ae Ra bertanya mereka akan kemana. Jung Woo menjawab pulang (ke rumah). Ae Ra bertanya apa Jung Woo punya rumah lain selain di sebelah kantor. Jung Woo membenarkan dan berkata ia tidak sering ke sana. Setelah sampai, Jung Woo bertanya pada Ae Ra apa ia mengingatnya (rumah). Ae Ra berpikir dan terkejut.





Saat di dalam rumah, Ae Ra terkejut dan tersentuh setelah melihat dekorasi rumah itu yang sama dengan yang diminta Ae Ra dulu pada Jung Woo. Ae Ra menangis terharu dan bertanya kapan Jung Woo mengerjakannya. Jung Woo menjawab sedikit demi sedikit dan berkata bahwa itu dulu adalah impian mereka. Ae Ra membenarkan dan menghampiri serta bersandar padanya. Jung Woo berkata bahwa rumah itu bukan lagi impian mereka melainkan impiannya sambil menjauhkan Ae Ra (yang tadi bersandar padanya).

Jung Woo : Kau pikir aku tidak tahu, kalau kau masih memiliki perasaan padaku dan itu sebabnya kau mendekatiku? Kau pikir aku sekarang masih si bodoh Cha Jung Woo? Karena kau melewati masa-masa sulit, kau meninggalkanku, dan sekarang kau punya perasaan padaku, jadi kau mendekatiku. Itu bukanlah sebuah cinta. Itu cuma keserakahan. Pernikahan, bagimu, bukanlah sebuah janji melainkan keserakahan. Aku tidak tahu kenapa aku bertemu orang sepertimu. Bahkan jika aku terlahir kembali, aku tidak ingin bertemu denganmu lagi. Sekarang aku ingin hidup bahagia.

Ae Ra menangis sedih bertanya apa alasan Jung Woo membawanya untuk balas dendam? Jung Woo menjelaskan bahwa ia ingin menunjukkan pada Ae Ra bagaimana hidupnya nanti dengan orang yang dinikahinya, orang yang akan bersamanya di saat sukses maupun gagal, seseorang yang akan terus mencintainya sampai mati, seseorang yang juga dicintainya sampai mati dan sebagai CEO ia sedang berbaik hati pada pegawai magang. Jung Woo memperingati Ae Ra untuk bersikap sebagaimana mestinya sekarang. Jung Woo pergi meninggalkan Ae Ra. Ae Ra menangis terisak-isak. 




Ae Ra menaruh surat pengunduran dirinya di atas meja ketua tim Wang dan ia mengganti galon air dengan lesu. Seung Hyun datang membantunya, tapi Ae Ra segera pergi.  Seung Hyun memanggil Ae Ra dan berkata ada yang ingin dikatakannya. Ae Ra bertanya apa yang ingin dikatakannya. Seung Hyun berkata jika mereka pernah bertemu sebelumnya dan syal (yang dipake Ae Ra) dulu Seung Hyun punya satu yang persis seperti itu. Ae Ra terkejut dan teringat saat Seung Hyun membantunya membereskan barang-barangnya yang terjatuh. Ae Ra memberikan syal itu kepada Seung Hyun dan bergegas pergi. Ae Ra menggerutu tentang begitu memalukan karena ia berpura-pura syal yang ditemukannya adalah miliknya. Seung Hyun mengajak Ae Ra minum karena telah mengembalikan syalnya.

Seung Hyun bertanya apa terjadi sesuatu saat acara makan malam dengan CEO dan menebak bahwa Ae Ra melamar CEO lalu ditolak. Ae Ra membantahnya dan malah ia ingin mengutuknya. Ae Ra berkata jika orang-orang sukses itu adalah orang-orang yang tercela sedangkan dirinya, orang yang bersih dan jujur, hidup seperti ini (tidak sukses). Seung Hyun berkata bahwa hidup Ae Ra baik. Ae Ra berkata hubungan mereka akan berakhir hari itu (karena Ae Ra sudah mengundurkan diri jadi tidak bisa bertemu lagi dengan Seung Hyun). Seung Hyun menghibur Ae Ra dengan menunjukkan sesuatu yang menyenangkan (penutup botol yang bisa bergerak-gerak sendiri :D).


Ae Ra mencobanya sendiri dan mengangkat botolnya. Ae Ra tak sengaja melihat seorang pria (pengantar galon), pria tadi menoleh pada Ae Ra dan bergegas pergi. Ae Ra bertanya pada Seung Hyun mengapa orang itu langsung kabur saat melihatnya? Seung Hyun menoleh ke orang tersebut dan teringat saat Seung Hyun melihat orang itu memasukkan ID cardnya Ae Ra di sakunya. Seung Hyun memanggil orang itu tapi ia malah berlari. Seung Hyun mengejarnya dan berhasil ‘melumpuhkannya’ dengan judo yang dikuasainya. 


Petugas keamanan dan Ae Ra pergi ke kantor polisi. Ae Ra menghampiri pria pengantar galon tadi dan memarahinya (karena ia dituduh bersalah oleh petugas keamanan). Polisi meminta keterangan dari Ae Ra. Polisi sedang menjelaskan pada petugas keamanan bahwa pria itu masuk ke perusahaan dengan menyamar sebagai pengantar air minum dan mencuri ID card milik Na Ae Ra dan juga mencuri data. Polisi juga berkata bahwa pria itu akan ke China besok untuk menjual data itu tapi pria itu tertangkap sebelum melaksanakan aksinya sehingga tidak terjadi kerusakan apapun dan menyerahkan data itu pada petugas keamanan. Seung Hyun mengajak Ae Ra untuk berfoto.



Di ruang rapat, Yeo Jin sangat marah karena peristiwa pencurian data itu dan tidak ada yang melaporkan hal itu padanya. Yeo Jin berkata ia akan mencari tahu siapa yang harus bertanggung jawab atas insiden itu. Sekretaris Yeo Jin membisikkan sesuatu dan Yeo Jin menyuruh masuk. Ae Ra dan Seung Hyun masuk ke ruang rapat dan Yeo Jin menyambutnya. Yeo Jin memperkenalkan mereka pada semuanya dan menjelaskan bahwa mereka yang menangkap pelaku dan bekerja keras untuk menghentikan krisis perusahaan. Peserta rapat bertepuk-tangan. Yeo Jin menjabat tangan keduanya dan menyuruh Jung Woo melakukannya juga. Jung Woo menghampiri mereka dan berterima kasih serta berjabat tangan dengan Ae Ra. Ae Ra berkata itu bukan apa-apa dan ia akan bekerja lebih keras dengan menatap dengan licik (maksudnya dengan sinis dan bahagia, Ae Ra tampak seolah-olah dia memenangkan sesuatu, haha). Sedangkan ekspresi Jung Woo terlihat seperti ia tampak kesal.