Ketika Ae Ra sampai di kantor, petugas keamanan mencegatnya dan mengajaknya ke ruang keamanan. Jung Woo melihat kejadian itu dari lantai dua.
Kepala tim keamanan menuduh Ae Ra membocorkan informasi pelanggan. Ae Ra berusaha menjelaskan dan meyakinkan petugas keamanan bahwa bukan dia yang melakukan hal itu. Kepala tim keamanan berkata ia punya bukti berupa catatan ID card Ae Ra masuk ke ruang manajemen informasi pelanggan. Ae Ra terkejut dan menjawab bahwa ID cardnya hilang dan ia sangat frustasi untuk mengingat kejadian malam itu.
Di ruangan Jung Woo,
kepala sekretaris berkata ia tidak bisa mengerti wanita itu (Ae Ra) karena Ae
Ra datang (bekerja) di perusahaan mantan suaminya. Kepala sekretaris menduga Ae
Ra datang karena ingin menghancurkan perusahaan seperti ini. Jung Woo hanya
terdiam dan menghela nafas.
Di ruangan petugas
keamanan, Ae Ra mengingat kejadian malam itu tapi hanya sebatas ia mabuk dan masuk
ke kantor. Kepala tim keamanan masih menuduh Ae Ra melakukannya dengan
menjelaskan bahwa Ae Ra masuk ke ruang manajemen informasi pelanggan untuk
mencuri data pelanggan dan menghapus CCTV kejadian itu. Ae Ra terkejut
mendengarnya.
Kepala sekretaris masih
membicarakan Ae Ra dan menduga bahwa Ae Ra memiliki dendam yang serius pada
Jung Woo. Jung Woo yang sedari tadi diam kemudian bertanya apa kepala
sekretaris punya lem? Kepala sekretaris bertanya untuk apa lem? Jung Woo
menjawab untuk menutup mulutmu karena dari tadi berisik. Jung Woo bergegas ke
pergi. Saat melihat mobilnya, Jung Woo dan kepala sekretaris terkejut karena
ada yang mencoret-coret mobil Jung Woo. Jung Woo dan kepala sekretaris menonton
black box mobilnya. Ternyata Ae Ra yang mencoret-coret mobil Jung Woo.
Ae Ra telah mengingat
kejadian malam itu dan berkata bahwa ia melakukan sesuatu pada mobil milik CEO.
Kepala tim keamanan tidak percaya dan bertanya ada urusan apa Ae Ra dengan
mobil CEO. Tiba-tiba Jung Woo masuk ke ruangan dan menjawab bahwa Ae Ra sedang
mencuci mobilnya. Jung Woo menyerahkan black boxnya. Kepala tim keamanan dan Ae
Ra menonton black box itu. Kepala tim keamanan segera meminta maaf pada Ae Ra.
Di parkiran, Ae Ra
membersihkan mobil Jung Woo. Kepala sekretaris menyuruhnya membersihkan sampai
semuanya hilang dan bertanya apa kelanjutan dari kata yang ditulis Ae Ra.
Kepala tim keamanan menjelaskan
bahwa pelakunya masuk (ke ruang manajemen informasi pelanggan) dengan
menggunakan ID card pegawai magang yang hilang. Jung Woo berkata itu tidak
masuk akal dan menyuruh petugas keamanan untuk mengembalikan data pelanggan
dengan cepat dan segera menangkap pelaku sebelum beritanya tersebar. Kepala tim
keamanan mengerti dan bertanya soal Ae Ra. Jung Woo menjawab untuk sekarang,
kita tutupi (menutupi kesalahan Ae Ra yang mencoret-coret mobil Jung Woo)
sehingga pencurian data tidak tersebar. Kepala tim keamanan mengerti dan segera
pergi. Jung Woo memikirkan kata yang ditulis Ae Ra dan menduga bahwa itu
bajingan.
Ae Ra menjawab
pertanyaan kepala sekretaris sebelumnya dengan berkata CEO kami yang
berkepribadian sempurna. Berjuanglah. Kepala sekretaris tidak percaya. Ae Ra
menjelaskan bahwa Jung Woo memang mempunyai kepribadian yang meluap-luap (Ae Ra
berkata dengan penekanan yang terdengar seperti kata anjing dalam bahasa
Korea). Kepala sekretaris mendesah.
Sesampainya di rumah,
Min Young memberikan Ae Ra tahu (di Korea kalau keluar penjara, orangnya harus
makan tahu). Ae Ra bertanya apa ia baru keluar dari penjara dan tetap
memakannya. Ae Ra bercerita tentang kejadian di kantor. Min Young berkata bahwa
Jung Woo menyelamatkan Ae Ra. Ae Ra membela diri dengan menyalahkan Jung Woo
atas kejadian itu. Min Young bertanya siapa yang menyuruh Ae Ra masuk ke
perusahaan itu. Ae Ra menjawab ada alasannya.
Ae Ra berkata bahwa ia
sedikit menyesal dan ia akan meminta maaf jika bertemu dengan Jung Woo. Ae Ra
mendengar seseorang berkata bahwa Jung Woo akan makan siang jam dua nanti dan
akan mampir ke suatu tempat terlebih dahulu.
Ae Ra sengaja menunggu di
depan lift. Saat pintu lift terbuka, Ae Ra berakting kaget (padahal sudah
direncanakannya sejak awal, haha), Jung Woo pun kaget. Ae Ra masuk ke dalam
lift dan berkata bahwa Jung Woo kelihatannya akan pergi. Jung Woo
mengacuhkannya dan Ae Ra tampak kesal. Ae Ra mencoba berkata lagi, tapi Jung
Woo menyibukkan dirinya dengan ponsel.
Jung Woo menyapa dan
memberikan selamat pada salah satu pegawainya yang berulang tahun pada hari
itu. Pegawai itu tampak gembira (karena CEO mengucapkan selamat ultah padanya).
Ae Ra yang dari tadi mengikuti Jung Woo tampak tersenyum melihat Jung Woo memberikan
selamat pada pegawainya itu dan berkata bahwa dulu Jung Woo juga mengucapkan
selamat ulang tahun padanya.
Pi Song Hee tampak
kesal pada Ae Ra karena Ae Ra ke toilet selama 30 menit dan ia (Ae Ra) adalah
orang baru (pegawai baru). Ae Ra berkata bahwa ia sedikit gugup karena itu
merupakan pengalaman barunya. Pi Song Hee menjelaskan bahwa Ae Ra harus
memberitahu dan meminta ijin pada seniornya ketika ia akan meninggalkan kursi. Ae
Ra mengerti.
Ketua tim Wang membuat
pengumuman bahwa salah satu pegawai akan diundang untuk makan malam dengan CEO.
Pi Song Hee tampak kegirangan. Ketua tim Wang berkata kesempatan itu akan
diberikan pada orang pertama yang berhasil membuat kesepakatan. Seung Hyun
bertanya apa hebatnya makan malam dengan CEO (karena ia sudah terbiasa bertemu
dengan Jung Woo jadi tidak heran lagi, haha). Ae Ra melihat papan pengumuman
(tentang makan malam dengan CEO) dan tampak senang.
Direktur Oh membuntuti
Jung Woo dan terkejut karena Jung Woo memiliki rumah lain. Direktur Oh bertanya
apa Jung Woo punya wanita (di dalam rumah itu). Jung Woo masuk ke dalam rumah
itu (sebelumnya kan ada seseorang yang berkata bahwa Jung Woo akan mampir ke
suatu tempat dulu, ternyata Jung Woo mampir ke rumah ini toh, rumah tersebut
sama persis dengan desain rumah yang Jung Woo berikan pada Ae Ra saat mereka
masih menikah dulu).
Jung Woo duduk di depan
desain rumahnya dan mengingat kenangannya dengan Ae Ra. Di dalam kenangannya
itu, Ae Ra berkata ia ingin jendela yang besar dan pot tanaman di ruang
keluarga. Rumah tersebut pun memiliki semua yang dikatakan Ae Ra (sepertinya
Jung Woo membangun rumah itu untuk Ae Ra deh ya). Jung Woo tampak sedih
mengingatnya.
Kepala sekretaris
sedang membersihkan mobil Jung Woo. Tiba-tiba direktur Oh datang dan
membantunya. Direktur Oh bertanya apa Jung Woo punya kekasih. Kepala sekretaris
menjawab tidak. Direktur Oh bertanya lagi apa Jung Woo punya rumah di suatu
tempat (maksudnya rumah yang tadi dilihat direktur Oh). Kepala sekretaris
tampak terkejut dan membantahnya.
Ibu Ae Ra memarahi
suaminya karena mengambil tabungan untuk membeli pakaian. Ayah Ae Ra berkata
jika ia harus mengurus Ae Ra terlebih dahulu, Ibu Ae Ra bertanya apa yang
direncanakan Ayah Ae Ra, Ayah Ae Ra hanya diam dan mengajak Ibu Ae Ra pergi.
Di rumah, Ibu Ae Ra
melayani Ayah Ae Ra yang sedang makan dengan menyuapinya. Tiba-tiba Soo Chul
masuk, ibu tampak salting dan segera pergi ke toko. Soo Chul berkata bahwa
masalah tadi (ibu yang memarahi ayah) selesai dengan cepat. Ayah menjawab yang
terpenting diantara pria dan wanita adalah ‘kekuatan’. Soo Chul berkata ia harus
menikah dengan kekuatannya dan bertanya mengapa ayahnya membeli baju mahal itu.
Ayah menjawab ia akan memberitahunya nanti.
Sekretaris Yeo Jin
melaporkan kejadian mobil CEO (yang dicorat-coret Ae Ra). Yeo Jin tampak
bingung dan meminta ketua tim Wang untuk ke ruangannya. Ketua tim Wang meminta
maaf pada Yeo Jin atas kesalahan Ae Ra. Yeo Jin menyuruh ketua tim Wang untuk memperhatikan
bawahannya dengan baik dan menyuruh ketua tim Wang pergi. Di luar ruangan,
ketua tim Wang marah karena pegawai magang (Ae Ra) memberinya penghinaan
seperti itu.
Ketua tim Wang menyuruh
Ae Ra untuk membuat kesepakatan dengan klien. Ae Ra berkata itu sulit dilakukan
tapi ketua tim Wang terus mendesaknya. Supervisor Kang berkata jika itu adalah
cara untuk memecat Ae Ra karena memberikan Ae Ra misi mustahil dan menggunakan
misi itu untuk memberi penilaian buruk atas kinerjanya dan beropini bahwa Ae Ra
tidak akan berhasil untuk mendapatkan kesepakatan dan mengatakan bahwa Ae Ra
tidak akan bertahan lama. Pi Song Hee mengerti. Seung Hyun terbangun dari
tidurnya ketika mendengar kalimat tidak akan bertahan lama dan mengajukan diri
untuk menjadi rekan Ae Ra (dalam membuat kesepakatan itu).
Ayah Ae Ra pergi ke
Dontalk dan berkata ia ingin menemui CEO pada resepsionis. Ayah Ae Ra berkata
CEO akan tahu jika resepsionis mengatakan Na Gap Soo (nama ayah Ae Ra). Resepsionis
bertanya apa ayah Ae Ra punya janji. Ayah Ae Ra menjawab tidak dan menyuruhnya
untuk mengatakan pada CEO bahwa dirinya adalah Na Gap Soo. Resepsionis berkata
bahwa ayah Ae Ra tidak bisa menemui CEO tanpa janji terlebih dahulu dan
tiba-tiba petugas keamanan mengatakan hal yang sama.
Ayah Ae Ra berkata
bahwa ia tidak bisa menghubungi CEO itulah kenapa ia tidak punya janji dan
menyuruh untuk menelpon sekretaris, petugas keamanan meminta maaf (karena tidak
bisa melakukannya). Ayah Ae Ra geram dan hampir saja ia berkata bahwa ia adalah
ayahnya CEO (ayah mertua) dan berkata sampai jumpa lagi. Saat hendak pergi,
Ayah Ae Ra berkata bahwa ia sudah berkali-kali berbicara untuk tidak
mengakhirinya tanpa berpikir (Ae Ra yang memutuskan untuk bercerai dengan Jung
Woo).
Jung Woo ke toilet dan
ternyata ayah Ae Ra telah menunggunya dari tadi (nunggu di toilet, koplak
banget! :D). Ayah Ae Ra mendekati Jung Woo dan berkata sudah lama sekali. Jung
Woo terkejut melihatnya. Ayah Ae Ra mengucapkan selamat pada Jung Woo karena
telah menjadi kaya raya dan berkata bahwa mereka semua (keluarga Ae Ra) sangat
senang. Jung Woo berterima kasih.
Ae Ra dan Seung Hyun
pergi ke hotel Silla (kliennya) untuk mendapatkan tiket kupon makan prasmanan. Ae
Ra menjelaskan pada Seung Hyun yang ternyata sedari tadi hanya duduk santai di
kursi. Seung Hyun memanggil Ae Ra untuk duduk di dekatnya. Ae Ra menarik Seung
Hyun dan berkata mereka ke sana tidak untuk bermain.
Ae Ra dan Seung Hyun
bertemu kliennya dan memberikan kartu namanya masing-masing. Kliennya berkata
bahwa sulit untuk memberikan tiket kupon dengan jumlah yang Ae Ra minta. Ae Ra
membujuk kliennya dan menyuruh Seung Hyun untuk ikut membujuknya juga. Seung
Hyun malah berkata hal yang bertentangan dengan Ae Ra yang membuat Ae Ra kaget
mendengarnya. Kliennya berkata ia akan mendiskusikannya dengan CEOnya. Ae Ra
berusaha membujuknya lagi tapi Seung Hyun menghentikannya dan berkata bahwa
kliennya menolak dan menarik Ae Ra pergi.
Seung Hyun bertanya apa
Ae Ra tidak sedih karena klien tadi benar-benar mengacuhkannya. Ae Ra
membenarkan dan berkata bahwa itu pekerjaannya. Seung Hyun bertanya tidakkah Ae
Ra bekerja terlalu keras padahal ia bukan CEO dan Ae Ra juga tak akan mendapat
uang lebih karena melakukannya. Ae Ra menjawabnya bahwa ia harus bekerja dengan
rajin seolah-olah ia adalah pemilik perusahaan dan berkata mungkin mereka bisa
menjadi karyawan tetap serta langsung pergi. Seung Hyun tampak senang dan
berkata itu benar.
Setelah bertemu dengan
Jung Woo, Ayah Ae Ra menemui Soo Chul dan bertanya apa ia menyembunyikan
sesuatu darinya dan bertanya lagi apa Soo Chul menerima uang dari Jung Woo. Soo
Chul berkata bahwa ia tidak memintanya, tapi Jung Woo yang memberikannya
sebagai tunjangan Ae Ra. Soo Chul membela dirinya karena ia anak tertua jadi ia
berhak mengurusi tunjangan adiknya. Ayah Ae Ra bertanya apa Soo Chul
memberikannya pada Ae Ra, Soo Chul terdiam.
Ayah bertanya lagi apa
Soo Chul menghabiskan semuanya. Soo Chul mengangguk dan menjelaskan bahwa Ae Ra
akan membunuhnya jika ia tahu bahwa Soo Chul pergi (menemui Jung Woo) dengan
kemauannya sendiri (tanpa ditelpon terlebih dahulu oleh Jung Woo). Ayah
bertanya apa itu sebabnya Soo Chul berbohong bahwa Jung Woo yang menelponnya
terlebih dahulu. Soo Chul membenarkan dan berkata bahwa kebohongan itu untuk
kebaikan. Ayah memarahinya dan tiba-tiba ibu Ae Ra masuk. Saat hendak pergi,
Soo Chul dilempari sayuran oleh ibu.
Ayah membawa koper dan
sepatu dan mencari-cari Soo Chul. Soo Chul memanggil ayahnya. Ayah berkata
bahwa sekarang Soo Chul harus pergi (karena ibunya sedang marah besar). Soo
Chul bertanya apa ibu sangat marah. Ayah membenarkan dan bertanya mengapa ia
memakai semua tunjangan adiknya, Ayah berkata seharusnya Soo Chul tidak
melakukan itu sebagai leopard kebanggaan kilimanjaro (mungkin maksudnya sebagai
anak kebanggaan ayahnya). Soo Chul mengangguk sedih. Soo Chul berkata ia akan
kembali lagi nanti saat ia memiliki jaminan untuk meningkatkan status
keluarganya. Soo Chul pergi meninggalkan ayahnya. Ayah berkata anakku, jangan
hanya mencari daging busuk (mungkin artinya jangan hanya melakukan hal yang
tidak berguna).
Pi Song Hee terlihat
gembira dan berterima kasih pada seseorang di telponnya. Supervisor Kang
bertanya apa Song Hee berhasil. Song Hee menjawab sekitar 90% berhasil. Supervisor
Kang berkata bahwa Song Hee membuat kemajuan dan akan makan malam dengan CEO
(sesuai dengan pengumuman yang diumumkan oleh ketua tim Wang sebelumnya bahwa
orang yang berhasil mendapatkan kesepakatan akan makan malam dengan CEO).
Supervisor Kang berkata bahwa Song Hee pasti sangat senang. Song Hee tersenyum
gembira dan berpamitan pulang. Ae Ra melihatnya dan terlihat tidak senang
(karena rencana Ae Ra untuk makan malam dengan CEO bakalan gagal jika ia tidak
mendapatkan kesepakatan).
Seung Hyun bertanya apa
Ae Ra tidak mau pulang, Ae Ra memberi isyarat pada Seung Hyun untuk segera
pulang. Saat hendak pulang, Seung Hyun mendapat telpon dari seseorang (yang
ternyata adalah Chang Sik, CEO hotel Silla). Chang Sik berkata jika ia terkejut
ketika melihat kartu nama Seung Hyun yang diterimanya dari manager saat Seung
Hyun ke hotelnya tadi. Seung Hyun berkata itu bukan apa-apa dan jangan
mengkhawatirkan hal itu. Chang Sik bertanya apa maksudnya bukan apa-apa karena
mereka bilang kau mencurahkan hidupmu untuk ini. Seung Hyun heran dan kembali
lag ke ruang kerjanya. Ae Ra yang sedang menelpon manager hotel Silla dan
berusaha membujuknya lagi. Seung Hyun melihatnya dan kelihatan berpikir (untuk
membantu Ae Ra melalui Chang Sik hyung tadi).
Yeo Jin berdiri dan melamun
dari atap Dontalk. Tiba-tiba, Ae Ra datang (ke atap) dan mengoceh tentang Seung
Hyun yang tidak membantunya sama sekali. Ae Ra terkejut melihat Yeo Jin yang
juga ada di atap dan memberinya hormat. Yeo Jin mengajak Ae Ra untuk minum
bersamanya.
Yeo Jin dan Ae Ra
membahas mengenai Ae Ra yang dituduh mencuri data pelanggan. Yeo Jin menasehati
Ae Ra untuk membawa ID cardnya dan menyuruhnya untuk tidak mencoret-coret mobil
CEO. Ae Ra meminta maaf dan memuji Yeo Jin perfeksionis. Yeo Jin bertanya apa
ia terlihat begitu. Ae Ra heran dan bertanya apa Yeo Jin patah hati, Yeo Jin
menjawab ia tidak patah hati tapi ia mengkhianati seseorang. Yeo Jin bercerita
jika dulu dirinya berjanji untuk tidak melupakan seseorang itu hingga mati
(suaminya yang telah meninggal).
Ae Ra membela Yeo Jin
dengan berkata tidak apa-apa dan cinta tidak bertahan pada satu tempat karena
jika itu terjadi maka semua orang akan menikah dengan cinta pertama mereka
(bener banget nih kata-katanya B-)) Ae Ra menasehati Yeo Jin untuk mempertahankan
cinta barunya, Yeo Jin tampak lesu. Ae Ra bertanya apa tidak berjalan lancar?
dan bertanya siapa yang tidak suka pada orang sempurna seperti Yeo Jin. Ae Ra
menebak bahwa itu selebriti. Yeo Jin tertawa dan menjawab bahwa orang itu
adalah orang yang membosankan, kasar dan hanya tahu tentang pekerjaan. Ae Ra
menasehati Yeo Jin untuk meneruskan cintanya.
Yeo Jin menelpon sekretarisnya
untuk pulang duluan dan membawa mobilnya. Yeo Jin menelpon Jung Woo dan
mencari-cari alasan untuk bertemu tapi gagal. Jung Woo bertanya kenapa Yeo Jin
belum pulang padahal hari sudah larut malam. Jung Woo mengantar Yeo Jin. Yeo
Jin berterima kasih dan menjelaskan bahwa mobilnya sedang dibawa sekretarisnya
untuk diperbaiki (Yeo Jinnya berbohong nih ya, gara-gara nasehat dari Ae Ra
kah? Hehe).
Jung Woo berkata tidak
apa-apa dan bertanya apakah acara makan malam itu bisa tidak dilakukan
(pengumuman yang diumumin oleh ketua tim Wang untuk orang yang berhasil membuat
kesepakatan akan makan malam dengan CEO). Yeo Jin bertanya apa ia malu? dan
berkata bahwa itu adalah pilihan terbanyak yang dipilih (tentang ide makan
malam bersama CEO). Yeo Jin bertanya lagi apa Jung Woo berpura-pura tidak
menyukai ide itu? Jung Woo membantahnya dan berkata mengapa Yeo Jin tidak ikut
berkencan juga (makan malam). Yeo Jin menjawab ia akan melakukannya jika Jung
Woo berpartisipasi.
Ae Ra menggelengkan
kepalanya setelah melihat Seung Hyun membuat bunga dari tissue. Pi Song Hee mendapat
telpon dan agak kesal karena kesepakatan yang telah didapatnya gagal. Ae Ra
mendapat telpon dari manager hotel Shilla bahwa ia setuju dengan kesepakatan Ae
Ra (untuk mengadakan tiket kupon), Ae Ra berlari menghampiri supervisor Kang.
Seung Hyun tersenyum mendengarnya (ini berkat Seung Hyun lohh Ae Ra!).
Supervisor Kang memuji Ae Ra.
Seung Hyun menelpon
Chang Sik (CEO hotel Shilla) dan berterima kasih padanya. Chang Sik mengira
Seung Hyun tak tertarik pada bidang itu (bekerja kantoran), Seung Hyun
membenarkan dan berkata jika ia tertarik pada bidang lain. Ia pun menoleh ke
arah kerumunan pegawai dan berkata jika ia terus berbuat demikian, ia bisa
mengacaukan rencananya (untuk berhenti dalam waktu 3 bulan). Ketua tim Wang
mengumumkan bahwa Ae Ra yang terpilih untuk makan malam bersama CEO dan berkata
bahwa Ae Ra sangat beruntung sejak masuk ke perusahaan. Seung Hyun memberi Ae
Ra bunga yang dari tadi dibuatnya (dari tissue). Ae Ra berkata kekanak-kanakkan
sekali dan tersenyum.
Jung Woo dan
sekretarisnya sedang memasak untuk acara makan malam CEO dan mereka tampak
kesusahan. Jung Woo menyarankan untuk melakukan hal lain saja tapi sekretaris
berkata tidak ada waktu lagi karena acaranya di hari ini. Jung Woo bertanya apa
sekretarisnya tak bisa menunda liburannya? dan bertanya lagi siapa yang lebih
penting: kekasihnya atau Jung Woo. Sekretaris menjawab kekasihnya dan bergegas
pergi. Jung Woo tampak pasrah (karena harus melakukan semuanya sendiri tanpa
sekretarisnya).
Jung Woo pergi menemui
seorang wanita (panitia penyelenggara acara makan malam dengan CEO) untuk
membatalkan acaranya. Wanita itu berkata bahwa pegawai magang baru yang
terpilih namanya Na Ae Ra. Jung Woo tampak kaget mendengarnya dan bertanya
kenapa ia baru memberitahunya. Wanita itu menjawab bahwa ia telah mengirimkan
email kepada sekretaris CEO siang tadi. Jung Woo berkata jika sekretarisnya pergi
liburan.
Acara makan malam
dimulai. Ae Ra dan Jung Woo saling menyapa dengan lembut (tapi setelahnya
saling menatap sinis, haha). Ae Ra memuji keterampilan memasak Jung Woo
(padahal di dalam hati ia mengejeknya). Jung Woo merendah dengan menjawab itu
bukan apa-apa (di dalam hati ia bertanya apa Ae Ra menyesalinya sekarang? Maksudnya
menyesal karena telah bercerai dengan Jung Woo). Wanita koordinator menyuruh Ae
Ra untuk bertanya apapun tentang Jung Woo dan menyuruh Jung Woo untuk
memberikan kata-kata penyemangat untuk Ae Ra.
Ae Ra : Apa CEO
memiliki masa lalu yang ingin diubah? Saya memilikinya. Saya pernah melukai
seseorang. Saat ini, haruskah saya mengatakan kalau saya menyesal. Saya
khawatir soal apa yang harus saya lakukan.
Jung Woo : Sudah terlambat untuk itu. (omongan
dalam hati bercetak miring). Tidak ada masa lalu yang bisa dikembalikan. Bahkan
jika kau menyesalinya, itu tidak ada gunanya. Itulah sebabnya mengapa kau harus
bijaksana.
Ae Ra : Yah, kau tidak begitu cerdas. Saya rasa
begitu. Saya menyesal karena saya sangat sembrono dan ceroboh.
Jung Woo : Jika kau
sangat menyesalinya, kau bisa mencoba menemui orang itu dan memohon sambil
berlutut (minta maaf). Tentu saja dengan setulus hati. Meskipun aku tidak tahu
apakah dia mau menerimanya.
Ae Ra : Omong kosong apa ini? Saya akan
memikirkan itu. Terima kasih atas sarannya.
Jung Woo : Meskipun kau tertawa seperti ini tidak ada
gunanya. Kau sudah mendapatkan kartu merah untuk dikeluarkan.
Mereka pun tersenyum
yang kemudian diakhiri dengan tatapan tajam. Jung Woo bercerita tentang wine
yang ada di gelasnya dan menyombongkan dirinya. Ae Ra berkata kelihatannya
benar begitu (padahal dalam hati ia berkata Jung Woo penuh dengan omong
kosong). Wanita koordinator berkata jika itu adalah Cheval Blanc (merek winenya)
yang kata orang-orang harganya lebih dari $1000. Ae Ra dan wanita koordinator
itu terkejut. Jung Woo berkata ada kualitas ada harga. Ae Ra berkata bahwa Jung
Woo sudah gila (dalam hati). Jung Woo mendapat telpon dari sekretaris Gil
(sekretarisnya).
Sekretaris Gil berkata
jika ia lupa memberitahu Jung Woo tentang email yang diterimanya dan bertanya
apa sekretarisnya harus ke sana (acara makan malam itu). Jung Woo menjawabnya
dengan balik bertanya apa Bill Gates merekomendasikannya? (gak nyambung yah,
haha, Jung Woo sengaja melakukannya di depan Ae Ra). Ae Ra berkata Jung Woo
pura-pura hebat (dalam hati) dan bertanya siapa yang menelpon. Jung Woo
menjawab Miami Yacht Club yang memintanya mampir saat musim panas dan berkata
bahwa ia benar-benar sibuk. Ae Ra menyarankannya untuk merawat kesehatan karena
IT Korea bertumpu pada Jung Woo. (Jung Woo berkata dalam hati bahwa sekarang Ae
Ra tahu Jung Woo berada di level mana). Jung Woo berkata ia akan memikirkannya.
Ae Ra menghabiskan winenya dengan lahap. Jung Woo melihatnya.
Acaranya selesai, wanita
koordinator dan kameramen berpamitan. Ae Ra berkata Jung Woo benar-benar
berubah sekarang. Jung Woo berkata ia tidak yakin karena ia belum menyadarinya.
Ae Ra membantahnya dengan berkata ‘kepercayaan diri seorang pria sukses’? Ae Ra
senang Jung Woo sudah sukses dan berkata bahwa ia adalah orang yang paling tahu
betapa susahnya Jung Woo dulu. Jung Woo berterima kasih untuk mengatakan hal
itu. Ae Ra tampak sedih karena Jung Woo tidak mengatakan bahwa itu semua berkat
bantuan Ae Ra. Ae Ra berkata ia agak sedih karena Jung Woo sekarang berbeda
dengan yang dikenalnya dulu dan ia merindukan hal itu. Jung Woo mendekat pada
Ae Ra. Ae Ra menyuruh Jung Woo untuk segera mengatakan sesuatu yang ingin Jung
Woo katakan. Jung Woo berkata ada sesuatu yang menyangkut di giginya Ae Ra. Ae
Ra kaget mendengarnya dan segera menutup mulutnya (untuk membersihkan giginya).
Saat di dalam rumah, Ae
Ra terkejut dan tersentuh setelah melihat dekorasi rumah itu yang sama dengan
yang diminta Ae Ra dulu pada Jung Woo. Ae Ra menangis terharu dan bertanya
kapan Jung Woo mengerjakannya. Jung Woo menjawab sedikit demi sedikit dan
berkata bahwa itu dulu adalah impian mereka. Ae Ra membenarkan dan menghampiri
serta bersandar padanya. Jung Woo berkata bahwa rumah itu bukan lagi impian
mereka melainkan impiannya sambil menjauhkan Ae Ra (yang tadi bersandar
padanya).
Jung Woo : Kau pikir
aku tidak tahu, kalau kau masih memiliki perasaan padaku dan itu sebabnya kau
mendekatiku? Kau pikir aku sekarang masih si bodoh Cha Jung Woo? Karena kau melewati
masa-masa sulit, kau meninggalkanku, dan sekarang kau punya perasaan padaku,
jadi kau mendekatiku. Itu bukanlah sebuah cinta. Itu cuma keserakahan. Pernikahan,
bagimu, bukanlah sebuah janji melainkan keserakahan. Aku tidak tahu kenapa aku
bertemu orang sepertimu. Bahkan jika aku terlahir kembali, aku tidak ingin
bertemu denganmu lagi. Sekarang aku ingin hidup bahagia.
Ae Ra menangis sedih bertanya
apa alasan Jung Woo membawanya untuk balas dendam? Jung Woo menjelaskan bahwa
ia ingin menunjukkan pada Ae Ra bagaimana hidupnya nanti dengan orang yang
dinikahinya, orang yang akan bersamanya di saat sukses maupun gagal, seseorang
yang akan terus mencintainya sampai mati, seseorang yang juga dicintainya
sampai mati dan sebagai CEO ia sedang berbaik hati pada pegawai magang. Jung
Woo memperingati Ae Ra untuk bersikap sebagaimana mestinya sekarang. Jung Woo
pergi meninggalkan Ae Ra. Ae Ra menangis terisak-isak.
Ae Ra menaruh surat
pengunduran dirinya di atas meja ketua tim Wang dan ia mengganti galon air
dengan lesu. Seung Hyun datang membantunya, tapi Ae Ra segera pergi. Seung Hyun memanggil Ae Ra dan berkata ada
yang ingin dikatakannya. Ae Ra bertanya apa yang ingin dikatakannya. Seung Hyun
berkata jika mereka pernah bertemu sebelumnya dan syal (yang dipake Ae Ra) dulu
Seung Hyun punya satu yang persis seperti itu. Ae Ra terkejut dan teringat saat
Seung Hyun membantunya membereskan barang-barangnya yang terjatuh. Ae Ra
memberikan syal itu kepada Seung Hyun dan bergegas pergi. Ae Ra menggerutu
tentang begitu memalukan karena ia berpura-pura syal yang ditemukannya adalah
miliknya. Seung Hyun mengajak Ae Ra minum karena telah mengembalikan syalnya.
Seung Hyun bertanya apa
terjadi sesuatu saat acara makan malam dengan CEO dan menebak bahwa Ae Ra
melamar CEO lalu ditolak. Ae Ra membantahnya dan malah ia ingin mengutuknya. Ae
Ra berkata jika orang-orang sukses itu adalah orang-orang yang tercela
sedangkan dirinya, orang yang bersih dan jujur, hidup seperti ini (tidak
sukses). Seung Hyun berkata bahwa hidup Ae Ra baik. Ae Ra berkata hubungan
mereka akan berakhir hari itu (karena Ae Ra sudah mengundurkan diri jadi tidak
bisa bertemu lagi dengan Seung Hyun). Seung Hyun menghibur Ae Ra dengan
menunjukkan sesuatu yang menyenangkan (penutup botol yang bisa bergerak-gerak
sendiri :D).
Ae Ra mencobanya
sendiri dan mengangkat botolnya. Ae Ra tak sengaja melihat seorang pria
(pengantar galon), pria tadi menoleh pada Ae Ra dan bergegas pergi. Ae Ra
bertanya pada Seung Hyun mengapa orang itu langsung kabur saat melihatnya?
Seung Hyun menoleh ke orang tersebut dan teringat saat Seung Hyun melihat orang
itu memasukkan ID cardnya Ae Ra di sakunya. Seung Hyun memanggil orang itu tapi
ia malah berlari. Seung Hyun mengejarnya dan berhasil ‘melumpuhkannya’ dengan
judo yang dikuasainya.
Petugas keamanan dan Ae
Ra pergi ke kantor polisi. Ae Ra menghampiri pria pengantar galon tadi dan
memarahinya (karena ia dituduh bersalah oleh petugas keamanan). Polisi meminta
keterangan dari Ae Ra. Polisi sedang menjelaskan pada petugas keamanan bahwa
pria itu masuk ke perusahaan dengan menyamar sebagai pengantar air minum dan
mencuri ID card milik Na Ae Ra dan juga mencuri data. Polisi juga berkata bahwa
pria itu akan ke China besok untuk menjual data itu tapi pria itu tertangkap
sebelum melaksanakan aksinya sehingga tidak terjadi kerusakan apapun dan
menyerahkan data itu pada petugas keamanan. Seung Hyun mengajak Ae Ra untuk
berfoto.
Di ruang rapat, Yeo Jin
sangat marah karena peristiwa pencurian data itu dan tidak ada yang melaporkan
hal itu padanya. Yeo Jin berkata ia akan mencari tahu siapa yang harus
bertanggung jawab atas insiden itu. Sekretaris Yeo Jin membisikkan sesuatu dan
Yeo Jin menyuruh masuk. Ae Ra dan Seung Hyun masuk ke ruang rapat dan Yeo Jin
menyambutnya. Yeo Jin memperkenalkan mereka pada semuanya dan menjelaskan bahwa
mereka yang menangkap pelaku dan bekerja keras untuk menghentikan krisis
perusahaan. Peserta rapat bertepuk-tangan. Yeo Jin menjabat tangan keduanya dan
menyuruh Jung Woo melakukannya juga. Jung Woo menghampiri mereka dan berterima
kasih serta berjabat tangan dengan Ae Ra. Ae Ra berkata itu bukan apa-apa dan
ia akan bekerja lebih keras dengan menatap dengan licik (maksudnya dengan sinis
dan bahagia, Ae Ra tampak seolah-olah dia memenangkan sesuatu, haha). Sedangkan
ekspresi Jung Woo terlihat seperti ia tampak kesal.




































































Tidak ada komentar:
Posting Komentar