Jumat, 06 Maret 2015

Sinopsis Cunning Single Lady Episode 1

Cunning Single Lady Episode 1
   



3 wanita sedang berjalan sembari bercanda ria. Tak jauh dari sana, 3 orang pria yang sedang duduk melihat mereka. Salah satunya berkata kepada temannya bahwa Ae Ra (wanita yg ditengah) memiliki dua kesempatan, yakni kesuksesan diri sendiri dan kesempatan bertemu pria yang kaya.
  
  
  
Di rumah, ibu Ae Ra menasehatinya agar tidak mencari sembarang orang (untuk jadi pacar/suami). Ae Ra merasa kesal pada ibunya karena dia telah mengerti apa yang ibunya katakan, namun ibunya masih tetap mengatakannya.

Ibu menyuruh Ae Ra melihat ke salah satu bangku pelanggan mereka dan berkata “Namanya Cha Jeong Woo. Dia mempelajari sesuatu yang berhubungan dengan komputer. Tapi bagaimanapun, orang bilang dia belajar hal yang terbaik.” sambil mengacungkan jempolnya. Ae Ra menoleh ke orang tersebut dan menoleh kembali ketika ibunya memuji orang itu dengan jempolnya.




Ae Ra sedang membawa sayuran dan melihat Cha Jeong Woo tertidur di bangku restorannya. Tak lama kemudian, Cha Jeong Woo terbangun, Ae Ra tersenyum melihatnya.

  
Kakak Ae Ra datang dengan menggendong ayahnya, ia meminta dibawakan soju. Ayahnya menyanyi dan pria itupun ikut bernyanyi. Tiba-tiba ibu Ae Ra keluar dan menutup mulut suaminya. Ae Ra hanya menghela nafas melihat tingkah ayahnya.



 
Kakaknya Ae Ra sedang asyik melihat laptop dikamarnya sambil memakan apel. Tiba-tiba Ae Ra datang dan membanting laptop kakaknya hingga terbelah dua. Kakaknya terkejut dan bertanya apa yang dilakukannya, tapi Ae Ra hanya pergi dengan membawa laptop tersebut.

Di luar (bangku restoran), Cha Jeong Woo dan teman-temannya akan pergi. Namun, Ae Ra menahannya dan menyerahkan laptop kakaknya itu padanya. Ibunya melihat tingkah putrinya tersebut.



Di rumahnya Cha Jeong Woo sedang memperbaiki laptop kakak Ae Ra (oh jadi ini toh tujuan Ae Ra ngebanting laptop kakaknya tadi :D). Cha Jeong Woo menjelaskan bahwa bagian yang rusak pada Ae Ra, sedangkan Ae Ra melihat-lihat seisi rumahnya Jeong Woo.


Ketika Jeong Woo telah selesai memperbaiki laptop tersebut, Ae Ra berterima kasih dan memberikan 10 kupon restorannya pada Jeong Woo. Jeong Woo menolaknya berkali-kali namun Ae Ra tetap memaksanya untuk mengambil kupon tersebut. Mereka dikejutkan oleh suara dan tampilan laptop (yang tadinya sedang ditonton oleh kakaknya Ae Ra, isinya sesuatu yang erotis). Ae Ra langsung menutup laptop tersebut dan merasa malu sekali pada Jeong Woo. Jeong Woo hanya tersenyum.



Di restoran, saat membuka wadah nasi, Jeong Woo terkejut karena ada telur diatasnya. Ia lalu menoleh ke arah Ae Ra dan Ae Ra mengedipkan matanya pada Jeong Woo. Singkat cerita, mereka makin dekat karena ketika Jeong Woo belajar, Ae Ra menemaninya hingga tertidur.




Banyak orang berlarian menuju mading, Ae Ra dan Jeong Woo pun ada di sana. Ae Ra begitu sibuk mencari nama Cha Jeong Woo dan tersenyum bahagia ketika menemukannya. Ae Ra menghampiri Jeong Woo dan memeluknya, ia juga memberikan ciuman singkat padanya. Jeong Woo terkejut seketika dan tertawa kembali. Mereka berfoto di depan mading tersebut.



Jeong Woo memberikan desain rumah yang ia buat pada Ae Ra dan berkata bahwa ia ingin tinggal di rumah yang seperti itu bersama Ae Ra suatu hari nanti. Ae Ra senang mendengarnya namun ia berkata menginginkan rumah yang jendelanya besar. Jeong Woo menjawab kalau tagihan pemanasnya akan besar sekali. Ae Ra berkata “Aku akan menemboknya. Dan dari semua sudut ruang keluarga, aku ingin ada tanamannya. Aku akan memeriksa seberapa besar kebahagiaanku tumbuh sementara aku menumbuhkan tanamannya. Yang satu ini adalah anak kita. Aku akan membantu juga.” Jeong Woo mengangguk dan tersenyum senang. Setelah itu mereka memikirkan untuk memanggil sebutan apa untuk mereka. Jeong Woo berkata yeobo? (sayang?) dengan malu-malu dan lekas naik ke tempat tidur. Ae Ra pun mengikutinya. Mereka tidur dengan selimut menutupi mereka. (ceritanya ini mereka udah nikah toh)



Pagi harinya, Ae Ra sedang memotong-motong paprika, Jeong Woo tergesa-gesa untuk berangkat kerja (mungkin telat kali ya?). Ae Ra cepat-cepat menghampiri Jeong Woo dengan menyuapkan makanan ke mulut suaminya. Dari balkon atas, Ae Ra melihat Jeong Woo berlari-lari dan melambaikan tangannya ketika Jeong Woo melihatnya. Jeong Woo membentuk hati dengan mengangkat tangannya diatas kepala dan Ae Ra pun membalasnya juga.



Ae Ra bertemu dengan teman-temannya. Salah satu temannya berkata pada temannya yang lain jika dirinya beruntung karena dibelikan apartemen oleh mertuanya. Tiba-tiba salah seorang dari mereka tak sengaja menumpahkan makanan ke baju temannya, temannya tersebut langsung memarahinya dengan mengatakan baju itu mahal sekali. Ae Ra mendengarnya kesal dan membela Min Young (temannya yg menumpahkan makanan). Tiba-tiba Ae Ra mendapat telpon dari Jeong Woo dan Min Young memuji Ae Ra karena mendapatkan suami yang baik. Ae Ra menyuruh Min Young berhenti (memuji-muji Jeong Woo) karena akan membuat Bang Soon (teman Ae Ra yg dibelikan apartemen dan kena tumpahan makanan) jadi marah karena suaminya gagal ujian PNS sebanyak 7 kali, tapi Jeong Woo hanya sekali coba dan langsung lulus. Mereka berduapun (Bang Soon dan Ae Ra) langsung perang mulut. Ae Ra pergi meninggalkan teman-temannya (karena harus bertemu Jeong Woo untuk merayakan 100 ultah pernikahan mereka). Bang Soon tampak menahan kekesalannya.



 Di restoran, Ae Ra dan Jeong Woo meniup lilin angka 100 pada kue ultah pernikahan mereka dan bertepuk tangan setelahnya. Jeong Woo memberi selamat pada Ae Ra dan mereka pun bersulang. Ae Ra mengajak Jeong Woo berfoto terlebih dahulu sebelum mereka makan. Jeong Woo mengambil steaknya Ae Ra dan memotongnya sambil bertanya apakah Ae Ra menyesal menikahinya. Ae Ra menjawab “Kenapa aku menyesal. Aku memenuhi impianku.”

Jeong Woo : Impian?
Ae Ra : Tadinya impianku adalah menjadi ibu rumah tangga. Tapi kalau jadi begini: “Kalau kau tidak ingin bekerja, lupakan saja segalanya dan menikahlah”. Sejak aku melupakan segalanya dan menikah dan menjadi ibu rumah tangga, aku memenuhi impianku.
Jeong Woo : Begitukah? (sambil memberikan steak yang sudah dipotongnya)
Ae Ra : Tapi kau tidaklah rugi. Aku cantik, aku jago masak dan aku imut. Tidak banyak wanita yang sepertiku. Ada banyak pria yang mengejarku.
Jeong Woo : Kenapa aku tidak tahu itu? Kubilang kau tidak akan pernah menyesali pilihanmu, saat aku melamarmu. Aku pasti akan menepati janji itu.
Ae Ra makan sambil tersenyum malu.
Jeong Woo : Jadi,.. Aku... membuat keputusan penting soal masa depan kita.
Ae Ra : Keputusan? Keputusan apa?
Jeong Woo : Kau akan... mengikuti dan percaya padaku apapun yang terjadi, kan?
Ae Ra: Tentu saja. Kita adalah pasangan yang akan bersama-sama selamanya. Tapi, sayang, kenapa tiba-tiba kau menanyakan itu?
Jeong Woo : Sebenarnya aku... hari ini.... aku mengundurkan diri.
Ae Ra terkejut mendengarnya dan berkata ”Sayang, apa yang kau katakan?”
Jeong Woo : Aku akan membangun usaha. Ada sebuah item yang kupikirkan sejak dulu, dan aku punya keyakinan aku akan berhasil dan membuatmu bahagia.
Ae Ra : Sayang....!
Jeong Woo memegang tangan Ae Ra dan berkata ‘Kau percaya padaku, kan?
Ae Ra : Sayang!



Ae Ra bekerja di restoran dan tangannya mengenai pemanggang hingga membuat tangannya tergores, ia menahan sakitnya. Ae Ra juga sibuk membagikan selembaran kepada orang-orang yang sedang bekerja dan ia bergegas kabur ketika 2 orang petugas keamanan akan menangkapnya. 





Jeong Woo berusaha membuka pintu, namun tak kunjung terbuka. Lalu ia menelpon Ae Ra memberitahu bahwa pintu rumahnya tidak bisa terbuka, Ae Ra berkata ia mengubah passwordnya. Ae Ra sengaja melakukannya karena Jeong Woo terlilit hutang (akibat usahanya gagal kali ya?), Ae Ra menyuruh Jeong Woo tidur di kantor.

Di kantor, Jeong Woo tidur dengan kedinginan. Ponselnya terus berdering namun ia tak mendengarkan. Ternyata Ae Ra yang menelponnya untuk memberitahu bahwa hari ini adalah hari mereka harus membayar sewa rumah mereka. Tiba-tiba seorang pelanggan memanggil Ae Ra menanyakan ukuran yang besar, Ae Ra akan menghampiri pelanggan tersebut namun perutnya kesakitan hingga ia terduduk. Di rumah, Min Young mengompresi Ae Ra. Ae Ra terbangun dan langsung membalikkan badan karena ingin menangis. Jeong Woo datang dan Min Young memberikan uang kepadanya untuk membantu. Ae Ra melihat mereka dan Jeong Woo menyadari hal itu. 




3 tahun setelah perceraian. Ae Ra dan Min Young pergi ke suatu tempat. Ternyata mereka menghadiri acara ultah anaknya Bang Soon yang ke-1 tahun. Bang Soon bercerita bahwa ada banyak CEO dari perusahaan besar di sekitarnya, ia ingin mengenalkan satu pada Ae Ra, Ae Ra nampak senang mendengarnya. Bang Soon tiba-tiba teringat bahwa Ae Ra tidak menyukai orang yang berhutang (pengusaha). Acara dimulai, Bang Soon dan Soo Yeon (nama anaknya) maju ke depan. Ae Ra terlihat sedih dan Mi Young melihat Ae Ra dengan rasa kasian.

Ae Ra tiba di tempat kerjanya dan menyapa bosnya (Manager Cha). Manager Cha memanggil Ae Ra untuk membantu temannya karena salah satu aktris yang akan syuting 2 hari lagi kabur. Teman bosnya menawarkan Ae Ra jadi pengganti aktris tersebut tapi Ae Ra tidak tertarik. Di rumah, Mi Young menyarankan agar Ae Ra menerimanya saja (tawaran jadi pengganti aktris tadi). Mi Young juga menanyakan Ae Ra kenapa membayar hutang-hutang itu (hutang Jeong Woo saat usahanya gagal dulu). Ae Ra hanya diam.

Seorang pria sedang berdiri melihat keluar jendela. Ya, dia adalah Cha Jeong Woo. Pria yang sedang duduk (asistennya) mengenang hari-hari Jeong Woo saat di depan komputer. Jeong Woo hanya terdiam mendengarnya.  



Ae Ra pergi ke rumah Bang Soon untuk meminjam uang. Bang Soon merasa kasian pada Ae Ra karena ia bercerai dan Ae Ra berkata itu cerita di masa lalu, sekarang ia baik-baik saja. Bang Soon berkata itu melegakan dan hari-hari baik akan datang seperti Jeong Woo. Ae Ra heran dengan maksud ucapan Bang Soon. Bang Soon bertanya bahwa Ae Ra tidak mendengar soal Jeong Woo?. Lalu ia memberikan majalah bisnis kepada Ae Ra. Ae Ra tampak terkejut melihatnya karena cover majalah itu adalah Cha Jeong Woo. Bang Soon berkata bahwa Jeong Woo sekarang telah menjadi seorang chaebol. Ae Ra membuka majalah tersebut dan melihat bahwa Cha Jeong Woo sekarang adalah CEO Dontalk (salah satu perusahaan terbesar di Korea). Melihat tingkah Ae Ra, Bang Soon bertanya apakah Ae Ra akan pingsan?

 Di lain sisi, orang-orang menyambut Cha Jeong Woo naik ke atas panggung, ia pun menerima bunga dan membawakan pidato singkatnya tentang DonTalk (perusahaan yang dirintisnya).

Setelah selesai, Jeong Woo mendapat telpon dan bergegas ke suatu tempat. Ternyata ada seorang wanita yang tengah menunggunya. Awalnya Jeong Woo hendak pergi namun wanita itu mencegahnya dan akhirnya mereka berbincang-bincang selama 10 menit. Jeong Woo menawarkan kepada wanita itu untuk keluar terlebih dahulu. Asisten Jeong Woo masuk dan memberitahu bahwa ada wawancara.



 Jeong Woo sedang diwawancara dan salah satu pertanyaannya adalah kapan saat-saat tersulit yang pernah Jeong Woo alami? Jeong Woo menjawab : Saya tidak yakin. Ada banyak saat-saat sulit yang tidak terhitung. Diluar itu semua, yang paling sulit adalah....

FLASHBACK (kenangan Jeong Woo bersama Ae Ra ketika belum bercerai)
Ae Ra : Aku jadi gila. Kenapa tidak dapat investasi lagi?! Laparlah. Kau bahkan tidak berhak makan. (sambil mengambil makanan yang sedang dimakan Jeong Woo)
Jeong Woo : ... dinginnya hati orang yang paling kupercayai. Saat itu.... benar-benar sulit.
FLASHBACK END








Wartawan : Anda meraih kesuksesan ini setelah tujuh tahun jadi siapa orang yang paling mempengaruhimu? Jika anda harus memilih orang yang paling ingin anda ucapkan terima kasih, siapa dia?
Jeong Woo : Banyak orang yang membantuku, tapi jika saya harus memilih....
FLASHBACK (ketika Ae Ra pergi ke pengadilan untuk bercerai dengan Jeong Woo)
Jeong Woo (berlari mengejar Ae Ra) : Apa kau harus jadi seperti ini?
Ae Ra : Jika tidak?
Jeong Woo : Ada banyak orang yang bilang mereka akan berinvestasi dalam produk ini, dan reaksinya bagus. Jika ini berjalan lancar.....
Ae Ra : Hentikan, hentikan! Apa kau ingin melakukannya selamanya dan lalu membunyikan bel (mati)? Jika kau melakukannya selama 4 tahun, itu cukup. Itu artinya tidak ada harapan. Aku tidak bisa hidup seperti ini lagi.
Jeong Woo : Bukankah kita ini pasangan? Melewati masa sulit, sedih, bukankah kita berjanji saling bergantung satu sama lain.
Ae Ra : Kurasa kau salah mengerti sesuatu. Tapi kita adalah pasangan saat kau yang memberiku makan.... bukan saat aku harus memberimu makan. Dapatkan saja sumbangan orang miskin sendirian. Jangan menyeretku ke dalam selokan juga. (Ae Ra pergi meninggalkan Jeong Woo)
FLASHBACK END

Jeong Woo : Orang yang membuatku menggertakkan gigi agar sukses... Jika bukan karena orang itu, saya tidak akan sesukses hari ini. 







Min Young dan Ae Ra bertemu di restoran. Min Young bertanya apa Ae Ra menangis? Ae Ra menjawab Pepatah bilang kalau orang yang tidak beruntung dengan suami, juga tidak beruntung dalam keuangan. Bajingan itu... Dia tidak pernah menampakkan sehelai rambut pun karena dia meraih banyak popularitas. Min Young berkata setelah bercerai, tidak ada alasan untuk menampakkan diri. Ae Ra menjawab bahwa ada sesuatu yang namanya kasih sayang. Min Young bertanya Ae Ra mengatakan itu karena perutnya sakit? Ae Ra membantahnya, karena menurutnya itu tidak adil karena dialah yang membayar biaya pengembangan Cha Jeong Woo dan ia begitu menderita.
FLASHBACK (beragam pekerjaan yang telah dilalui Ae Ra)
Ae Ra : Lihatlah harga spesial untuk jaket musim dingin ini. (Kata-kata Ae Ra: Dalam cuaca sedingin itu, di pasar.. aku menderita radang dingin karena menjual baju. Di call center aku menjawab telepon sampai aku mendengar sesuatu. Aku terbakar saat melayani panggangan panas. Jariku teriris saat memotong kue beras).
Ae Ra ketika membagikan selembaran brosur.
Ae Ra : Halo, ini Moon Ha Bum...
Petugas keamanan : Permisi....
(Kata-kata Ae Ra : Aku ditendang keluar setelah aku tertangkap menjual asuransi).
FLASHBACK END






Ae Ra : Jika aku tidak melakukan itu, penelitiannya? (penelitian Jeong Woo). Dengan uang apa dia melakukan itu?!
Min Young : Itu benar
Ae Ra : Dan yang terpenting, SMS gratis yang dilakukan Cha Jeong Woo. Jika kau hitung dan melihatnya, dia mengembangkan produk itu karena aku.
Min Young : Apa maksudmu?
FLASHBACK
(Kata-kata Ae Ra : Saat aku menjadi agen asuransi, aku mengirim 200 sms ke pelanggan).
Ae Ra : Kenapa tagihan smsnya besar sekali?! (Ae Ra menghampiri Jeong Woo) Suamiku! Jangan menciptakan sesuatu yang tidak berguna dan ciptakan sesuatu yang mengirimkan sms secara gratis!
FLASHBACK END



Ae Ra : Kau tahu kenapa perban itu dibuat?
Min Young menggeleng
Ae Ra : Seorang istri tercinta teriris jarinya saat sedang memotong. Jadi sang suami berpikir, “Apa yang harus aku lakukan?” Lalu, dia meletakkan meteran seperti ini dan plester (sambil mengambil tissue yang ada di meja restoran dan menempelkannya di jari Ae Ra) dan membungkusnya seperti ini. Jadi darahnya berhenti.
Min Young mengangguk.
Ae Ra : Sang suami menggunakan inspirasi yang dia dapatkan dari itu, mengajukan proposal produk baru berdasarkan itu. Jika jari sang istri tidak teriris, akankah sang suami mendapatkan ide itu?
Min Young : Jadi.. Setelah Jeong Woo melihat kau tidak senang karena tagihan sms, dia menciptakan itu!
Ae Ra : Tepat begitu! Jika dia punya kesadaran, kurasa dia harus memberiku persentase atas kekayaan intelektual.
Min Young : Kau bicara omong kosong. Kekayaan intelektual? Wanita yang bahkan tidak bisa mendapatkan tunjangan perceraian. Kekayaan intelektual apanya?
Ae Ra : Apakah aku tidak menerima tunjangan itu karena aku tidak menginginkannya? Aku tidak bisa mendapatkannya karena ia bangkrut.
Min Young : Jadi kenapa kau bercerai saat kau miskin? Kau seharusnya cerai saat dia kaya
Ae Ra meminum birnya hingga habis dan berkata : Aku tidak akan tinggal diam.

Manager Cha : Ah, ya. Saya manager Cha dari LaSaral, tapi episode wanita single yang licik, pegawai toko kami memutuskan untuk ikut. Tentu saja aku meyakinkannya. Ya, ya, ya aku mengerti.
Manager Cha menghampiri Ae Ra. Ae Ra tersenyum. Manager Cha berkata jika dia pikir Ae Ra tak berminat melakukannya, Ae Ra menjawab dia berubah pikiran. Manager Cha berkata kerja yang bagus dan pergi meninggalkan Ae Ra. Ae Ra memasang ekspresi seperti akan balas dendam (pada Jeong Woo kah?)




Di rumah, Ae Ra sedang memilih-milih baju. Min Young membantu Ae Ra untuk mensponsorinya (memilih-milihkan pakaian yang akan dikenakan Ae Ra nanti saat syuting) dengan syarat Ae Ra harus menjadi pasangan dalam syuting tersebut.
Ae Ra sedang (syuting) makan sendirian. Narasi : Jika anda melihat dari jauh, ini pemandangan yang bagus, tapi jika anda lihat dari dekat, ini adalah kehidupan yang kejam. Wanita no 2 (menyorot wajah Ae Ra). ==Wanita ini kedinginan karena ia sendirian. Wanita no 4, Manager Dana, 3 tahun cerai, 36 tahun== (Menyorot wajah seorang wanita).
Wanita no 4 : Ayah terus berdebat denganku untuk cepat membawa pria, untuk mewarisi bisnisnya. (==Wanita no.4 adalah putri pengusaha==). Kau bilang adalah petani, petani apa?
==Pria no. 1 bertani, cerai 7 tahun, usia 40 tahun==).
Pria no 1 : Aku bertani padi dan juga beberapa ginseng. Sekarang aku berpikir untuk membangung pabrik di tanah yang tersisa... dan di SMA, aku tidak pernah punya kesempatan menginjak tanah orang lain karena semuanya tanah kami.
==Wanita no 1, Guru SD, cerai 1 tahun, usia 31 tahun==
==Wanita no 3, Direktur pusat studi Ballet, cerai 2 tahun==
==Wanita no 2, Koordinator perbelanjaan, cerai 4 tahun, usia 34 tahun==
Ae Ra sedang diwawancarai : Aku baik-baik saja. Memangnya kenapa kalau makan sendiri? Aku tidak biasa makan dengan orang yang tidak kukenal. Aku baik-baik saja.
Pewawancara : Meski begitu, kau di tempat pertama dalam voting kesan pertama.
Ae Ra : Siarannya harus bolak-balik agar bisa menarik, begitu kan? Itu yang kupikirkan. Ah, tunggu sebentar. Aku haus...



 Sutradara : Wanita pertama yang melewati garis finish, akan berkesempatan untuk berkencan dengan pria pilihannya. Narasi : Pelatuk sudah ditarik. Para wanita berlari sekuat tenaga untuk pria mereka. Para pria menyemangati mereka. Dalam kompetisi yang sengit... pemenang terakhir adalah.... wanita no 2 (Ae Ra). Baginya tidak ada halangan yang jadi masalah, jika ini bisa mengembalikan kebahagiaannya lagi.
Seorang pria menyemangati Ae Ra : Berjuanglah! (Pria no 1)



Di kamar, wanita no 1,3 dan 4 sedang membicarakan wanita no 2 (Ae Ra). Ketika Ae Ra masuk mereka bertanya pada Ae Ra apakah ia baik-baik saja, ada juga yang menyemangati dan ada yang menanyakan tiket kencan yang Ae Ra terima (hadiah menang kompetisi tadi kali ya?) akan ia berikan ke siapa. Tiba-tiba, seseorang datang, dia adalah pria no 1, mengajak wanita no 2 (Ae Ra) untuk keluar. Ketiga wanita lainnya mulai berbicara tentang pria no 1.

==Pria no 1, Dokter kulit, cerai 2 tahun, usia 36 tahun==
Di luar, pria no 1 memberikan tabir surya dan sesuatu yang lain pada Ae Ra, ia berkata itu dibuat oleh rumah sakitnya dan menyuruh Ae Ra untuk memakainya besok. Ae Ra berterima kasih.

Narasi : Hidup bukan sesuatu yang mengalir saja, itu adalah sesuatu yang disini sedikit demi sedikit. Perhatian pria no 1 telah mengisi hati wanita no 2. Kencan mereka berlanjut. Kencan malam kembang api. 




Pria no 1 sedang diwawancarai : Aku ingin membuat wanita ini tersenyum, atau menjadi pelindungnya. Yah, sesuatu sepanjang batasan itu, pemikiran seperti itu masuk ke dalam pikiranku. Aku suka karena dia terlihat begitu murni.
Wanita no 2 (Ae Ra) juga diwawancarai : Aku menyukai itu. Perasaan bahagia karena ada seseorang yang perhatian padaku. Aku merasakannya setelah waktu yang lama.
Narasi : Wanita no 2 meluapkan emosi yang belum pernah dia rasakan sejak lama.
Ae Ra : Ah, tunggu sebentar.. Kenapa aku seperti ini, benar-benar... (Ae Ra menangis). Selama kehidupan pernikahanku, aku mengalami masa-masa sulit. Saat aku memikirkan saat-saat itu, Aku berpikir kenapa aku harus bertemu seseorang semacam itu. Bahkan jika di kehidupanku yang mendatang, aku tidak ingin bertemu dengan suami semacam itu. Sekarang... sekarang aku benar-benar ingin hidup bahagia.

Narasi : Kita berharap dia sekarang bahagia.

Di tempat kerja, teman-temannya dan juga Manager Cha bertepuk tangan dan memberi selamat pada Ae Ra karena telah menemukan pasangannya. Mereka memuji dokter itu (pria no 1) karena begitu keren dan memesan 100 dompet edisi terbaru pada toko mereka. Manager Cha berkata bahwa bisa jadi Ae Ra nanti akan berhenti kerja dan melangsungkan pernikahan. Ae Ra malu mendengarnya dan bergegas pergi.




Di Dontalk, Jeong Woo sedang menghadiri rapat. Di rapat tersebut pendapatnya bertentangan dengan wanita yang memberikan pendapatnya tadi. Setelah selesai mengemukakan pendapatnya, Jeong Woo bergegas pergi. Wanita tadi mengikutinya dan memarahinya. Jeong Woo membalas perkataannya yang membuat wanita itu makin marah.





 Banyak orang sedang mengangkut barang dan meletakkan lukisan-lukisan pada ruang penyimpanan. Seorang pria sedang berlutut di depan rumah. Ia adalah presdir Hwang yang rumahnya sedang disita. Di dalam rumah, ada seorang pria yang sedang melaporkan apa yang sedang terjadi pada atasannya dan bertanya apa yang akan dilakukan pada presdir Hwang. Atasannya itu memerintahkan untuk mengirimnya baik-baik dan menjual saham yang mereka terima. Di luar Presdir Hwang tampak kesal dengan orang-orang yang mengangkut barang miliknya dan akan mencegahnya, namun dua orang penjaga menghalangnya.

Presdir Hwang : Hei, Presdir Guk! Karena kau menghasilkan uang dan orang-orang memanggilmu presdir, kau lupa dengan teman-temanmu, kau bajingan? Hei! Apapun yang terjadi, baik kau dan aku, awalnya adalah gangster, kau bajingan! Guk Gi Bong! Kau bajingan! Guk Gi Bong!

Seorang wanita yang hendak memasuki rumah melihat presdir Hwang (wanita yang berselisih pendapat dengan Jeong Woo tadi). Di dalam rumah, presdir Guk Gi Bong sedang merusak lukisan-lukisan (punya presdir Hwang). Ketika wanita tadi masuk seorang pembantu membukakan sepatunya dan memakaikan sendal padanya, presdir Guk tampak senang melihat kehadiran wanita itu dan bawahannya menyapanya. Ternyata wanita itu adalah anaknya presdir Guk. Presdir guk bertanya apakah Jeong Woo melakukan sesuatu yang besar yang istilahnya Socia...? Presdir guk bertanya pada direktur Oh (bawahannya tadi), direktur oh berkata Social Network. Anaknya hanya diam dan bergegas ke lantai atas. Direktur Guk berkata pada direktur Oh bahwa itu aneh sekali karena semua wanita yang disukainya tidak menyukai dirinya (selain anaknya, ada yang lainkah? Istrinya mungkin?) Direktur Guk melihat ke arah foto yang sedang di pajang, benar! Yang dibicarakannya adalah istrinya.

Direktur Guk bertanya tentang Seung Hyeon (anaknya yg laki-laki kali ya?! Karena di foto ada seorang laki-laki muda juga), direktur Oh menjawab bahwa Seung Hyeon telah mengurus apartemennya di Inggris dan segera kembali. Direktur Guk menyuruh direktur Oh untuk mengawasinya karena jika tidak ia akan kabur lagi. 

Di pusat perbelanjaan (supermarket), Ae Ra bertanya pada Min Young tentang wine yang ia pegang. Min Young bertanya apa Ae Ra akan membelinya. Ae Ra bercerita kalau ia akan pergi ke suatu tempat bersama dokter (pria no 1) di akhir pekan nanti. Min Young bertanya apakah hanya mereka berdua? Ae Ra menjawab bahwa dokter itu berkata disana akan ada temannya, tapi Ae Ra berpikir dia (dokter) itu membawanya sebagai teman kencannya.
Ae Ra di mobil bersama dokter. Ia tampak kedinginan, dokter menawarkan untuk menutup atap mobilnya. Namun Ae Ra menolaknya, tapi dokter tersebut tetap menutupnya. Ae Ra bertanya siapa yang sedang di villa (tempat yang mereka tuju), dokter menjawab bahwa itu adalah seorang senior yang dikenalnya. Ae Ra berkata itu akan bagus dan nyaman. Ae Ra bertanya lagi jika mereka akan pesta barbeque? Dia (Ae Ra) sangat menyukai hal itu (pesta barbeque). Dokter berkata bahwa mereka harus sering-sering pergi dan bertanya apakah Ae Ra menyukai Potluck? Ae Ra kebingungan karena tidak tahu dengan apa yang dimaksud (Potluck). Dokter menjelaskan bahwa itu adalah saat orang-orang membawa makanan dan berpesta. Ae Ra berkata ia menyukainya dan sering melakukannya di rumah karena ibunya adalah tuan rumah pertemuan selama 20 tahun, saat pertemuan ibu-ibu membawa sayur dan lauk, mereka mengumpulkannya dan membuat bibimbap. Dokter itu tampak heran sejenak dan kemudian tertawa (mungkin bukan itu yang dimaksud Potluck oleh dokter itu). Dokter bertanya pria ideal Ae Ra yang seperti apa? Karena ia penasaran. Ae Ra menjawab seseorang dengan villa di Chun Pyung? Dokter berkata bahwa Ae Ra akan bertemu pria idealnya hari ini.




 Di villa, ada seorang wanita yang menari-nari di depan seorang pria. Ae Ra dan dokter pun sampai di villa tersebut, Ae Ra takjub dengan villa itu karena begitu besar dan mewah. Ketika masuk, wanita (yang tadi menari-nari, namanya So Young) langsung menghampiri dokter dan memarahinya karena lama tiba di villa, dokter itu tersenyum dan bercanda-ria dengan So Young. So Young mengucapkan selamat datang pada Ae Ra. Dokter menghampiri seorang pria (yang agak tua). Mereka berempat duduk dan menikmati minuman.

So Young berkata bahwa ‘Oppa Besar’ (pria yg agak tua tadi) sangat serasi dengan Ae Ra. Ae Ra terkejut dan risih mendengarnya. Dokter berkata bahwa pria itu yang memesan dompet dari toko Ae Ra dan bertanya pada pria itu haruskah mereka pergi ke villanya (pria agak tua) di Won Ju bulan depan? Mereka (dokter dan pria itu) juga bisa bermain golf. Pria tadi mengatakan itu kedengarannya bagus dan ia mendekati Ae Ra serta bertanya apakah Ae Ra bermain golf. Ae Ra menjawab tidak.
Dokter berkata bahwa pria itu punya villa di banyak tempat (pantesan tadi si dokter ngomong kalo Ae Ra bakalan ketemu dengan pria idealnya karena Ae Ra berkata bahwa pria idealnya yang punya villa dan pria yg agak tua itu punya banyak, oalah kirain pria idealnya Ae Ra itu si pak dokter, kasian Ae Ra) dan jika Ae Ra punya waktu, mereka harus pergi bersama-sama. Pria (yg agak tua) bertanya pada dokter, apa ia punya waktu karena ia dengar dokter agak sibuk akhir-akhir ini. Dokter menjawab ya, karena setelah mengikuti acara (syuting jadi pria no 1), ada peningkatan pasien yang sangat besar, perawat menyuruhnya untuk mengikuti acara itu lagi karena itu merupakan strategi pemasaran yang bagus. Ae Ra terkejut mendengarnya, demikian juga dengan So Young karena ia akan marah jika oppa nya (dokter) mengikutinya lagi dan ia berkata memaafkan oppa nya itu kali ini karena ingin mempublikasikan rumah sakitnya.

Dokter menggoda So Young, Ae Ra melihatnya dan langsung minum winenya Pria (yg agak tua) dan dokter itu melihat Ae Ra minum (karena dari tadi Ae Ra tidak minum, tapi sekarang malah minum, jadi agak aneh gitu menurut mereka). Pria (yg agak tua) bertanya apakah Ae Ra suka wine? Ada wine Perancis di mobilnya. Ae Ra berkata ia akan ke kamar kecil. 





Di kamar kecil, Ae Ra menggerutu kesal karena dokter itu mengikuti acara (syuting tempo hari itu) untuk memasarkan rumah sakitnya. Tiba-tiba So Young membuka pintu (kamar kecil) dan berkata mereka (So Young dan dokter) akan pergi sekarang. Ae Ra berkata ia akan membawa tasnya, So Young berkata bahwa mereka sengaja meninggalkan Ae Ra dan pria (yg agak tua) berdua. Pria (yg agak tua) sedang asyik mandi dan So Young menjelaskan bahwa pria itu luar biasa, karena ia (pria yg agak tua tadi) membelikan apartemen di Gangnam pada wanita yang dikencaninya dan memberikan kunjungan gratis ke ahli kulit, asalkan jangan menyebutkan pernikahan, karena istrinya sangat mengerikan. Ae Ra terkejut mendengarnya bahwa pria (yg agak tua) sudah punya istri.

Di luar, dokter menemukan wine yang Ae Ra bawa dan So Young bertanya apa itu. Ae Ra keluar dan menampar dokter serta berkata apa dirinya segampang itu. Dokter balik marah pada Ae Ra dan menjelaskan bahwa bagus jika Ae Ra mendapatkan sponsor, dan itulah mengapa Ae Ra pergi sejauh itu. Ae Ra bertanya jika dokter berpikir melakukan itu sejak awal? Dokter balik bertanya apa Ae Ra berpikir dirinya (dokter) akan menikahi Ae Ra? So Young mengajak dokter pergi dan mengembalikan wine Ae Ra karena mereka tidak meminum wine murahan. Mereka bergegas pergi dan Ae Ra tertunduk sedih. 



Di perjalanan pulang, Ae Ra berjalan di tengah hujan, tiba-tiba ada bis di dekatnya, Ae Ra ingin naik, tapi bisnya telah melaju. Ae Ra kembali berjalan di tengah hujan, sesampainya di Seoul (mungkin?) Ae Ra melihat Jeong Woo yang sedang berpidato singkat mengenai Dontalk (perusahaannya) dari TV umum (namanya apaan yah? Saya kurang tahu, karena di negara kita belum ada). Ae Ra tampak sedih (sedih karena keadaan Ae Ra yang begitu buruk sedangkan Jeong Woo begitu bagus mungkin gitu kali ya)

Ae Ra sedang minum soju di kaki lima dan berkata Tentu, kau bagus (ngomongin Jeong Woo). Ada tiga pria yang sedang membicarakan perceraian, temannya berkata jika ia harus bercerai ketika punya uang, temannya (yg akan bercerai) menjawab ia akan bayar (tunjangan) selama 36 bulan. Temannya bertanya bagaimana bisa ia memberikan tunjangan perceraian selama 36 bulan? Karena itu memalukan sekali.

Temannya membantah jika itu tidak memalukan karena CEO DNT Soft (Dontalk, CEOnya Cha Jeong Woo) yang merupakan CEO perusahaan temannya (bernama Chang Sik), ia (CEO tersebut) memberikan tunjangan bulanan kepada mantan istrinya, tapi wanita itu (mantan istrinya = Ae Ra) sangat jahat, karena ia meminta saham, dia banyak mendapat kerugian. CEO itu (Jeong Woo) tidak bisa melihat mantan istrinya kaya, jadi ia enggan memberi apapun. Temannya yang sedang mendengarkan berkata ia (CEO atau Jeong Woo) harus bertemu dengan wanita yang baik. 



Ae Ra yang dari tadi mendengar percakapan mereka, merasa sangat kesal karena yang mereka bicarakan itu berbeda dengan kenyataannya. Jadi, Ae Ra menegur mereka dan bertanya siapa yang menyebarkan rumor tidak benar itu? Pria itu bertanya kenapa Ae Ra mengajak bertengkar? Temannya berkata tidak usah bicara padanya (Ae Ra) karena dia mabuk. Ae Ra makin kesal dan menghampiri meja pria itu serta bertanya siapa yang mengatakan itu? Pria tadi berdiri dan mendorong Ae Ra hingga terjatuh. Teman-teman pria tadi mengajak pergi dan mereka hendak pergi namun Ae Ra melempar daging (yang masih ada tulangnya, daging iga kali ya? kepada pria yang mendorong dan mengacuhkannya tadi) hingga mengenai wajahnya. 





Min Young berlari ke kantor polisi dan menghampiri Ae Ra. Min Young bertanya apa yang terjadi, Ae Ra berkata penjelasannya panjang, tapi pria itu yang mendorongnya duluan. Pria tadi menjawab bahwa Ae Ra yang memulai perkelahian. Pak polisi menyuruh mereka tenang dan berkata jika yang dikatakan pria tadi benar maka Ae Ra melakukan kejahatan, dan jika mereka tidak ingin berdamai, maka itu akan sulit. Min Young tampak kaget dan Ae Ra berkata bahwa pria itu yang menggunakan identitasnya tanpa ijin.

Pria itu heran dengan kata menggunakan identitasnya karena ia tidak melakukan apapun pada Ae Ra. Ae Ra menjelaskan bahwa pria itu berkata jika Ae Ra pergi ke perusahaan mantan suaminya dan meminta saham. Pria itu membenarkan jika ia berkata demikian, tapi dia tidak bilang itu Ae Ra dan bertanya apakah Ae Ra adalah mantan istrinya CEO itu (Jeong Woo)? Ae Ra menjawab ya dengan lantang hingga membuat pria tadi dan kedua temannya terkejut. Pria tadi tidak percaya pada Ae Ra dan berkata pada polisi bahwa Ae Ra sudah gila dan kehilangan pikirannya, teman-temannya pun ikut memberi isyarat bahwa Ae Ra gila.
Min Young membela Ae Ra karena yang mereka katakan itu kasar sekali. Pria itu bertanya siapa Min Young? Dan mereka (Ae Ra dan Min Young) sama-sama kacau. Min Young kesal dan bangkit dari duduknya, dia bertanya pada pria itu apa yang akan dilakukannya jika temannya (Ae Ra) adalah mantan istrinya CEO DNT Soft? Temannya pria tadi bertanya oh benarkah? Kalau begitu buktikan, kalau begitu bawa CEO DNT Soft! Pak polisi yang sejak tadi mendengarkan ikut bertanya apakah Ae Ra benar-benar mantan istrinya CEO DNT Soft?

Ae Ra hanya diam dan menunduk, tapi Min Young menjawab benar dan berkata pada ketiga pria itu bahwa mereka akan mati karena menggunakan identitas orang lain dan melakukan penyerangan. Ketiga pria itu tertawa mendengarnya dan Ae Ra berkata bukan (maksudnya Ae Ra bukan mantan istrinya CEO DNT) membuat Min Young dan pria itu menoleh. Min Young bertanya pada Ae Ra kenapa dia begitu dan menjelaskan pada pak polisi jika Ae Ra benar-benar mantan istrinya CEO DNT Soft. Ae Ra berkata bukan lagi dan Min Young hanya terdiam. Pria tadi berkata bahwa mereka benar-benar gila. 





Jeong Woo sedang bekerja di rumahnya. Tiba-tiba ada suara telpon (ponsel), ia mengangkat ponselnya namun tak ada suara dari ponsel yang diangkatnya dan masih terdengar suara orang menelpon. Ia mencari asal suara dan mengambilnya. Ketika melihat ponselnya, Jeong Woo tampak heran seketika dan mengangkatnya. Ternyata yang menelpon adalah Min Young,

Min Young menjelaskan bahwa ia adalah Min Young temannya Ae Ra dan meminta Jeong Woo datang ke kantor polisi karena Ae Ra akan di penjara. Min Young berkata itu adalah sesuatu yang mengharuskannya (Jeong Woo) datang. Jeong Woo menjawab jika dia (Ae Ra) adalah orang yang tidak ada hubungannya dengannya (Jeong Woo) dan mematikan telponnya. Min Young meminta maaf pada pria tadi dan berkata bahwa mereka (Ae Ra dan Min Young) sangat gila tadi, Min Young juga memberikan kopi pada pria itu dan berkata itu bisa membuat nyaman. 







Pak polisi memasukkan seorang pria berbaju kuning ke dalam sel, dimana Ae Ra telah mendekam di dalamnya. Pria itu menyapa Ae Ra dan bertanya apakah Ae Ra mengemudi saat mabuk? Pria tadi menepuk pundak Ae Ra dan mencoba menggodanya. Kemudian Ae Ra berdiri dan menjauh dari pria tadi. Saat melihat ke pintu masuk (yang kebetulan ada di depan Ae Ra) ia benar-benar terkejut, karena Jeong Woo datang! Jeong Woo melihat-lihat ruangan kantor polisi dan Min Young memberinya salam serta menunjuk Ae Ra. Jeong Woo menoleh ke Ae Ra, Ae Ra terdiam dan menunduk.



Note: Akhirnya bisa selesai juga, ini adalah sinopsis pertama yang saya buat, jujur saya banyak mengalami kesulitan (mungkin karena pertama kali ya, hehe), harapannya sih semoga sinopsisnya bisa dibuat hingga akhir alias kagak berhenti di tengah jalan dan semoga bisa mengatasi semua kesulitan-kesulitan saat membuat sinopsisnya, Aamiin.

Di episode ini banyak menceritakan tentang Flashback ya? Iya karena ini masih awal dari ceritanya. Di kebanyakan flashback, saya benci banget dengan karakternya Na Ae Ra karena dia begitu kejam sama Cha Jeong Woo sampe tidak dikasih makan, password rumah diubah, pokoknya Ae Ra itu membuat Jeong Woo menderita banget. Tapi ketika ada flashback tentang beragam pekerjaan yang telah dilalui oleh Ae Ra, saya baru mengerti kesusahan yang ia rasakan. Intinya mereka berdua itu sama-sama menderita banget ketika usahanya Jeong Woo bangkrut. Yang bikin saya heran itu adalah kok Jeong Woo mau ya datang ke kantor polisi? Padahal sebelumnya ia berkata bahwa Ae Ra adalah orang yang tidak ada hubungan dengannya, tapi tetep aja dateng, mungkinkah masih ada benih-benih cinta di hati Jeong Woo untuk Ae Ra?? Ya, mungkin saja kali yah :D Nantikan sinopsis kelanjutannya ya all, doakan juga supaya saya bisa menulisnya hingga episode 16 ya, jeongmal gomawo chingudeul ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar