Cunning
Single Lady Episode 1
3 wanita sedang
berjalan sembari bercanda ria. Tak jauh dari sana, 3 orang pria yang sedang
duduk melihat mereka. Salah satunya berkata kepada temannya bahwa Ae Ra (wanita
yg ditengah) memiliki dua kesempatan, yakni kesuksesan diri sendiri dan
kesempatan bertemu pria yang kaya.
Di rumah, ibu Ae Ra
menasehatinya agar tidak mencari sembarang orang (untuk jadi pacar/suami). Ae
Ra merasa kesal pada ibunya karena dia telah mengerti apa yang ibunya katakan,
namun ibunya masih tetap mengatakannya.
Ibu menyuruh Ae Ra
melihat ke salah satu bangku pelanggan mereka dan berkata “Namanya Cha Jeong Woo. Dia mempelajari sesuatu yang berhubungan dengan
komputer. Tapi bagaimanapun, orang bilang dia belajar hal yang terbaik.”
sambil mengacungkan jempolnya. Ae Ra menoleh ke orang tersebut dan menoleh
kembali ketika ibunya memuji orang itu dengan jempolnya.
Kakak Ae Ra datang
dengan menggendong ayahnya, ia meminta dibawakan soju. Ayahnya menyanyi dan
pria itupun ikut bernyanyi. Tiba-tiba ibu Ae Ra keluar dan menutup mulut
suaminya. Ae Ra hanya menghela nafas melihat tingkah ayahnya.
Kakaknya Ae Ra sedang
asyik melihat laptop dikamarnya sambil memakan apel. Tiba-tiba Ae Ra datang dan
membanting laptop kakaknya hingga terbelah dua. Kakaknya terkejut dan bertanya
apa yang dilakukannya, tapi Ae Ra hanya pergi dengan membawa laptop tersebut.
Di rumahnya Cha Jeong
Woo sedang memperbaiki laptop kakak Ae Ra (oh jadi ini toh tujuan Ae Ra
ngebanting laptop kakaknya tadi :D). Cha Jeong Woo menjelaskan bahwa bagian
yang rusak pada Ae Ra, sedangkan Ae Ra melihat-lihat seisi rumahnya Jeong Woo.
Ketika Jeong Woo telah
selesai memperbaiki laptop tersebut, Ae Ra berterima kasih dan memberikan 10
kupon restorannya pada Jeong Woo. Jeong Woo menolaknya berkali-kali namun Ae Ra
tetap memaksanya untuk mengambil kupon tersebut. Mereka dikejutkan oleh suara
dan tampilan laptop (yang tadinya sedang ditonton oleh kakaknya Ae Ra, isinya
sesuatu yang erotis). Ae Ra langsung menutup laptop tersebut dan merasa malu
sekali pada Jeong Woo. Jeong Woo hanya tersenyum.
Di restoran, saat
membuka wadah nasi, Jeong Woo terkejut karena ada telur diatasnya. Ia lalu
menoleh ke arah Ae Ra dan Ae Ra mengedipkan matanya pada Jeong Woo. Singkat
cerita, mereka makin dekat karena ketika Jeong Woo belajar, Ae Ra menemaninya
hingga tertidur.
Banyak orang berlarian
menuju mading, Ae Ra dan Jeong Woo pun ada di sana. Ae Ra begitu sibuk mencari
nama Cha Jeong Woo dan tersenyum bahagia ketika menemukannya. Ae Ra menghampiri
Jeong Woo dan memeluknya, ia juga memberikan ciuman singkat padanya. Jeong Woo
terkejut seketika dan tertawa kembali. Mereka berfoto di depan mading tersebut.
Jeong Woo memberikan
desain rumah yang ia buat pada Ae Ra dan berkata bahwa ia ingin tinggal di
rumah yang seperti itu bersama Ae Ra suatu hari nanti. Ae Ra senang mendengarnya
namun ia berkata menginginkan rumah yang jendelanya besar. Jeong Woo menjawab
kalau tagihan pemanasnya akan besar sekali. Ae Ra berkata “Aku akan menemboknya. Dan dari semua sudut ruang keluarga, aku ingin
ada tanamannya. Aku akan memeriksa seberapa besar kebahagiaanku tumbuh
sementara aku menumbuhkan tanamannya. Yang satu ini adalah anak kita. Aku akan
membantu juga.” Jeong Woo mengangguk dan tersenyum senang. Setelah itu
mereka memikirkan untuk memanggil sebutan apa untuk mereka. Jeong Woo berkata
yeobo? (sayang?) dengan malu-malu dan lekas naik ke tempat tidur. Ae Ra pun
mengikutinya. Mereka tidur dengan selimut menutupi mereka. (ceritanya ini
mereka udah nikah toh)
Pagi harinya, Ae Ra
sedang memotong-motong paprika, Jeong Woo tergesa-gesa untuk berangkat kerja
(mungkin telat kali ya?). Ae Ra cepat-cepat menghampiri Jeong Woo dengan
menyuapkan makanan ke mulut suaminya. Dari balkon atas, Ae Ra melihat Jeong Woo
berlari-lari dan melambaikan tangannya ketika Jeong Woo melihatnya. Jeong Woo
membentuk hati dengan mengangkat tangannya diatas kepala dan Ae Ra pun
membalasnya juga.
Ae Ra bertemu dengan
teman-temannya. Salah satu temannya berkata pada temannya yang lain jika
dirinya beruntung karena dibelikan apartemen oleh mertuanya. Tiba-tiba salah
seorang dari mereka tak sengaja menumpahkan makanan ke baju temannya, temannya
tersebut langsung memarahinya dengan mengatakan baju itu mahal sekali. Ae Ra
mendengarnya kesal dan membela Min Young (temannya yg menumpahkan makanan). Tiba-tiba
Ae Ra mendapat telpon dari Jeong Woo dan Min Young memuji Ae Ra karena
mendapatkan suami yang baik. Ae Ra menyuruh Min Young berhenti (memuji-muji Jeong
Woo) karena akan membuat Bang Soon (teman Ae Ra yg dibelikan apartemen dan kena
tumpahan makanan) jadi marah karena suaminya gagal ujian PNS sebanyak 7 kali,
tapi Jeong Woo hanya sekali coba dan langsung lulus. Mereka berduapun (Bang
Soon dan Ae Ra) langsung perang mulut. Ae Ra pergi meninggalkan teman-temannya
(karena harus bertemu Jeong Woo untuk merayakan 100 ultah pernikahan mereka).
Bang Soon tampak menahan kekesalannya.
Jeong Woo : Impian?
Ae Ra : Tadinya impianku adalah menjadi ibu rumah
tangga. Tapi kalau jadi begini: “Kalau kau tidak ingin bekerja, lupakan saja
segalanya dan menikahlah”. Sejak aku melupakan segalanya dan menikah dan menjadi
ibu rumah tangga, aku memenuhi impianku.
Jeong Woo : Begitukah? (sambil memberikan steak yang
sudah dipotongnya)
Ae Ra : Tapi kau tidaklah rugi. Aku cantik, aku jago
masak dan aku imut. Tidak banyak wanita yang sepertiku. Ada banyak pria yang
mengejarku.
Jeong Woo : Kenapa aku tidak tahu itu? Kubilang kau
tidak akan pernah menyesali pilihanmu, saat aku melamarmu. Aku pasti akan
menepati janji itu.
Ae Ra makan sambil
tersenyum malu.
Jeong Woo : Jadi,.. Aku... membuat keputusan penting
soal masa depan kita.
Ae Ra : Keputusan? Keputusan apa?
Jeong Woo : Kau akan... mengikuti dan percaya padaku
apapun yang terjadi, kan?
Ae Ra: Tentu saja. Kita adalah pasangan yang akan
bersama-sama selamanya. Tapi, sayang, kenapa tiba-tiba kau menanyakan itu?
Jeong Woo : Sebenarnya aku... hari ini.... aku
mengundurkan diri.
Ae Ra terkejut
mendengarnya dan berkata ”Sayang, apa
yang kau katakan?”
Jeong Woo : Aku akan membangun usaha. Ada sebuah item
yang kupikirkan sejak dulu, dan aku punya keyakinan aku akan berhasil dan
membuatmu bahagia.
Ae Ra : Sayang....!
Jeong Woo memegang
tangan Ae Ra dan berkata ‘Kau percaya
padaku, kan?
Ae Ra : Sayang!
Ae Ra bekerja di
restoran dan tangannya mengenai pemanggang hingga membuat tangannya tergores,
ia menahan sakitnya. Ae Ra juga sibuk membagikan selembaran kepada orang-orang
yang sedang bekerja dan ia bergegas kabur ketika 2 orang petugas keamanan akan
menangkapnya.
Jeong Woo berusaha
membuka pintu, namun tak kunjung terbuka. Lalu ia menelpon Ae Ra memberitahu
bahwa pintu rumahnya tidak bisa terbuka, Ae Ra berkata ia mengubah passwordnya.
Ae Ra sengaja melakukannya karena Jeong Woo terlilit hutang (akibat usahanya
gagal kali ya?), Ae Ra menyuruh Jeong Woo tidur di kantor.
Di kantor, Jeong Woo
tidur dengan kedinginan. Ponselnya terus berdering namun ia tak mendengarkan.
Ternyata Ae Ra yang menelponnya untuk memberitahu bahwa hari ini adalah hari
mereka harus membayar sewa rumah mereka. Tiba-tiba seorang pelanggan memanggil
Ae Ra menanyakan ukuran yang besar, Ae Ra akan menghampiri pelanggan tersebut
namun perutnya kesakitan hingga ia terduduk. Di rumah, Min Young mengompresi Ae
Ra. Ae Ra terbangun dan langsung membalikkan badan karena ingin menangis. Jeong
Woo datang dan Min Young memberikan uang kepadanya untuk membantu. Ae Ra
melihat mereka dan Jeong Woo menyadari hal itu.
3 tahun setelah
perceraian. Ae Ra dan Min Young pergi ke suatu tempat. Ternyata mereka
menghadiri acara ultah anaknya Bang Soon yang ke-1 tahun. Bang Soon bercerita
bahwa ada banyak CEO dari perusahaan besar di sekitarnya, ia ingin mengenalkan
satu pada Ae Ra, Ae Ra nampak senang mendengarnya. Bang Soon tiba-tiba teringat
bahwa Ae Ra tidak menyukai orang yang berhutang (pengusaha). Acara dimulai,
Bang Soon dan Soo Yeon (nama anaknya) maju ke depan. Ae Ra terlihat sedih dan
Mi Young melihat Ae Ra dengan rasa kasian.
Ae Ra tiba di tempat
kerjanya dan menyapa bosnya (Manager Cha). Manager Cha memanggil Ae Ra untuk
membantu temannya karena salah satu aktris yang akan syuting 2 hari lagi kabur.
Teman bosnya menawarkan Ae Ra jadi pengganti aktris tersebut tapi Ae Ra tidak
tertarik. Di rumah, Mi Young menyarankan agar Ae Ra menerimanya saja (tawaran
jadi pengganti aktris tadi). Mi Young juga menanyakan Ae Ra kenapa membayar
hutang-hutang itu (hutang Jeong Woo saat usahanya gagal dulu). Ae Ra hanya
diam.
Seorang pria sedang
berdiri melihat keluar jendela. Ya, dia adalah Cha Jeong Woo. Pria yang sedang
duduk (asistennya) mengenang hari-hari Jeong Woo saat di depan komputer. Jeong
Woo hanya terdiam mendengarnya.
Ae Ra pergi ke rumah
Bang Soon untuk meminjam uang. Bang Soon merasa kasian pada Ae Ra karena ia
bercerai dan Ae Ra berkata itu cerita di masa lalu, sekarang ia baik-baik saja.
Bang Soon berkata itu melegakan dan hari-hari baik akan datang seperti Jeong
Woo. Ae Ra heran dengan maksud ucapan Bang Soon. Bang Soon bertanya bahwa Ae Ra
tidak mendengar soal Jeong Woo?. Lalu ia memberikan majalah bisnis kepada Ae
Ra. Ae Ra tampak terkejut melihatnya karena cover majalah itu adalah Cha Jeong
Woo. Bang Soon berkata bahwa Jeong Woo sekarang telah menjadi seorang chaebol. Ae
Ra membuka majalah tersebut dan melihat bahwa Cha Jeong Woo sekarang adalah CEO
Dontalk (salah satu perusahaan terbesar di Korea). Melihat tingkah Ae Ra, Bang
Soon bertanya apakah Ae Ra akan pingsan?
Setelah selesai, Jeong
Woo mendapat telpon dan bergegas ke suatu tempat. Ternyata ada seorang wanita
yang tengah menunggunya. Awalnya Jeong Woo hendak pergi namun wanita itu
mencegahnya dan akhirnya mereka berbincang-bincang selama 10 menit. Jeong Woo
menawarkan kepada wanita itu untuk keluar terlebih dahulu. Asisten Jeong Woo
masuk dan memberitahu bahwa ada wawancara.
FLASHBACK (kenangan Jeong Woo bersama Ae Ra ketika belum bercerai)
Ae Ra : Aku jadi gila. Kenapa tidak dapat investasi lagi?! Laparlah. Kau bahkan tidak berhak makan. (sambil mengambil makanan yang sedang dimakan Jeong Woo)
Jeong Woo : ... dinginnya hati orang yang paling kupercayai. Saat itu.... benar-benar sulit.
FLASHBACK END
Wartawan : Anda meraih kesuksesan ini setelah tujuh tahun jadi siapa orang yang paling mempengaruhimu? Jika anda harus memilih orang yang paling ingin anda ucapkan terima kasih, siapa dia?
Jeong Woo : Banyak orang yang membantuku, tapi jika saya harus memilih....
FLASHBACK (ketika Ae Ra pergi ke pengadilan untuk bercerai dengan Jeong Woo)
Jeong Woo (berlari mengejar Ae Ra) : Apa kau harus jadi seperti ini?
Jeong Woo : Ada banyak orang yang bilang mereka akan berinvestasi dalam produk ini, dan reaksinya bagus. Jika ini berjalan lancar.....
Ae Ra : Hentikan, hentikan! Apa kau ingin melakukannya selamanya dan lalu membunyikan bel (mati)? Jika kau melakukannya selama 4 tahun, itu cukup. Itu artinya tidak ada harapan. Aku tidak bisa hidup seperti ini lagi.
Jeong Woo : Bukankah kita ini pasangan? Melewati masa sulit, sedih, bukankah kita berjanji saling bergantung satu sama lain.
Ae Ra : Kurasa kau salah mengerti sesuatu. Tapi kita adalah pasangan saat kau yang memberiku makan.... bukan saat aku harus memberimu makan. Dapatkan saja sumbangan orang miskin sendirian. Jangan menyeretku ke dalam selokan juga. (Ae Ra pergi meninggalkan Jeong Woo)
FLASHBACK END
Jeong Woo : Orang yang membuatku menggertakkan gigi agar sukses... Jika bukan karena orang itu, saya tidak akan sesukses hari ini.
Min Young dan Ae Ra
bertemu di restoran. Min Young bertanya apa Ae Ra menangis? Ae Ra menjawab Pepatah bilang kalau orang yang tidak
beruntung dengan suami, juga tidak beruntung dalam keuangan. Bajingan itu...
Dia tidak pernah menampakkan sehelai rambut pun karena dia meraih banyak
popularitas. Min Young berkata setelah bercerai, tidak ada alasan untuk
menampakkan diri. Ae Ra menjawab bahwa ada sesuatu yang namanya kasih sayang.
Min Young bertanya Ae Ra mengatakan itu karena perutnya sakit? Ae Ra membantahnya,
karena menurutnya itu tidak adil karena dialah yang membayar biaya pengembangan
Cha Jeong Woo dan ia begitu menderita.
FLASHBACK
(beragam pekerjaan yang telah dilalui Ae Ra)
Ae
Ra : Lihatlah harga spesial untuk jaket
musim dingin ini. (Kata-kata Ae Ra: Dalam cuaca sedingin itu, di pasar..
aku menderita radang dingin karena menjual baju. Di call center aku menjawab
telepon sampai aku mendengar sesuatu. Aku terbakar saat melayani panggangan
panas. Jariku teriris saat memotong kue beras).
Ae
Ra ketika membagikan selembaran brosur.
Ae
Ra : Halo, ini Moon Ha Bum...
Petugas
keamanan : Permisi....
(Kata-kata
Ae Ra : Aku ditendang keluar setelah aku tertangkap menjual asuransi).
FLASHBACK
END
Ae Ra : Jika aku tidak melakukan itu, penelitiannya?
(penelitian Jeong Woo). Dengan uang
apa dia melakukan itu?!
Min Young : Itu benar
Ae Ra : Dan yang terpenting, SMS gratis yang
dilakukan Cha Jeong Woo. Jika kau hitung dan melihatnya, dia mengembangkan
produk itu karena aku.
Min Young : Apa maksudmu?
FLASHBACK
(Kata-kata
Ae Ra : Saat aku menjadi agen asuransi, aku mengirim 200 sms ke pelanggan).
Ae
Ra : Kenapa tagihan smsnya besar sekali?!
(Ae Ra menghampiri Jeong Woo) Suamiku!
Jangan menciptakan sesuatu yang tidak berguna dan ciptakan sesuatu yang
mengirimkan sms secara gratis!
FLASHBACK
END
Ae Ra : Kau tahu kenapa perban itu dibuat?
Min Young menggeleng
Ae Ra : Seorang istri tercinta teriris jarinya saat
sedang memotong. Jadi sang suami berpikir, “Apa yang harus aku lakukan?” Lalu,
dia meletakkan meteran seperti ini dan plester (sambil mengambil tissue
yang ada di meja restoran dan menempelkannya di jari Ae Ra) dan membungkusnya seperti ini. Jadi darahnya
berhenti.
Min Young mengangguk.
Ae Ra : Sang suami menggunakan inspirasi yang dia
dapatkan dari itu, mengajukan proposal produk baru berdasarkan itu. Jika jari
sang istri tidak teriris, akankah sang suami mendapatkan ide itu?
Min Young : Jadi.. Setelah Jeong Woo melihat kau tidak
senang karena tagihan sms, dia menciptakan itu!
Ae Ra : Tepat begitu! Jika dia punya kesadaran,
kurasa dia harus memberiku persentase atas kekayaan intelektual.
Min Young : Kau bicara omong kosong. Kekayaan
intelektual? Wanita yang bahkan tidak bisa mendapatkan tunjangan perceraian.
Kekayaan intelektual apanya?
Ae Ra : Apakah aku tidak menerima tunjangan itu
karena aku tidak menginginkannya? Aku tidak bisa mendapatkannya karena ia bangkrut.
Min Young : Jadi kenapa kau bercerai saat kau miskin?
Kau seharusnya cerai saat dia kaya
Ae Ra meminum birnya
hingga habis dan berkata : Aku tidak akan
tinggal diam.
Manager Cha : Ah, ya. Saya manager Cha dari LaSaral, tapi
episode wanita single yang licik, pegawai toko kami memutuskan untuk ikut.
Tentu saja aku meyakinkannya. Ya, ya, ya aku mengerti.
Manager Cha menghampiri
Ae Ra. Ae Ra tersenyum. Manager Cha berkata jika dia pikir Ae Ra tak berminat
melakukannya, Ae Ra menjawab dia berubah pikiran. Manager Cha berkata kerja
yang bagus dan pergi meninggalkan Ae Ra. Ae Ra memasang ekspresi seperti akan
balas dendam (pada Jeong Woo kah?)
Di rumah, Ae Ra sedang
memilih-milih baju. Min Young membantu Ae Ra untuk mensponsorinya
(memilih-milihkan pakaian yang akan dikenakan Ae Ra nanti saat syuting) dengan
syarat Ae Ra harus menjadi pasangan dalam syuting tersebut.
Ae Ra sedang (syuting)
makan sendirian. Narasi : Jika anda
melihat dari jauh, ini pemandangan yang bagus, tapi jika anda lihat dari dekat,
ini adalah kehidupan yang kejam. Wanita no 2 (menyorot wajah Ae Ra). ==Wanita ini kedinginan karena ia sendirian.
Wanita no 4, Manager Dana, 3 tahun cerai, 36 tahun== (Menyorot wajah
seorang wanita).
Wanita no 4 : Ayah terus berdebat denganku untuk cepat
membawa pria, untuk mewarisi bisnisnya. (==Wanita no.4 adalah putri
pengusaha==). Kau bilang adalah petani, petani apa?
==Pria
no. 1 bertani, cerai 7 tahun, usia 40 tahun==).
Pria no 1 : Aku bertani padi dan juga beberapa ginseng.
Sekarang aku berpikir untuk membangung pabrik di tanah yang tersisa... dan di
SMA, aku tidak pernah punya kesempatan menginjak tanah orang lain karena
semuanya tanah kami.
==Wanita
no 1, Guru SD, cerai 1 tahun, usia 31 tahun==
==Wanita
no 3, Direktur pusat studi Ballet, cerai 2 tahun==
==Wanita
no 2, Koordinator perbelanjaan, cerai 4 tahun, usia 34 tahun==
Ae Ra sedang
diwawancarai : Aku baik-baik saja.
Memangnya kenapa kalau makan sendiri? Aku tidak biasa makan dengan orang yang
tidak kukenal. Aku baik-baik saja.
Pewawancara : Meski begitu, kau di tempat pertama dalam
voting kesan pertama.
Ae Ra : Siarannya harus bolak-balik agar bisa
menarik, begitu kan? Itu yang kupikirkan. Ah, tunggu sebentar. Aku haus...
Seorang pria
menyemangati Ae Ra : Berjuanglah! (Pria
no 1)
Di kamar, wanita no 1,3
dan 4 sedang membicarakan wanita no 2 (Ae Ra). Ketika Ae Ra masuk mereka bertanya
pada Ae Ra apakah ia baik-baik saja, ada juga yang menyemangati dan ada yang
menanyakan tiket kencan yang Ae Ra terima (hadiah menang kompetisi tadi kali
ya?) akan ia berikan ke siapa. Tiba-tiba, seseorang datang, dia adalah pria no
1, mengajak wanita no 2 (Ae Ra) untuk keluar. Ketiga wanita lainnya mulai berbicara
tentang pria no 1.
==Pria no 1, Dokter kulit, cerai 2 tahun, usia 36 tahun==
Di luar, pria no 1
memberikan tabir surya dan sesuatu yang lain pada Ae Ra, ia berkata itu dibuat
oleh rumah sakitnya dan menyuruh Ae Ra untuk memakainya besok. Ae Ra berterima
kasih.
Narasi : Hidup bukan sesuatu yang mengalir saja, itu
adalah sesuatu yang disini sedikit demi sedikit. Perhatian pria no 1 telah
mengisi hati wanita no 2. Kencan mereka berlanjut. Kencan malam kembang api.
Pria no 1 sedang
diwawancarai : Aku ingin membuat wanita
ini tersenyum, atau menjadi pelindungnya. Yah, sesuatu sepanjang batasan itu, pemikiran
seperti itu masuk ke dalam pikiranku. Aku suka karena dia terlihat begitu
murni.
Wanita no 2 (Ae Ra)
juga diwawancarai : Aku menyukai itu.
Perasaan bahagia karena ada seseorang yang perhatian padaku. Aku merasakannya
setelah waktu yang lama.
Narasi : Wanita no 2 meluapkan emosi yang belum
pernah dia rasakan sejak lama.
Ae Ra : Ah, tunggu sebentar.. Kenapa aku seperti
ini, benar-benar... (Ae Ra menangis). Selama
kehidupan pernikahanku, aku mengalami masa-masa sulit. Saat aku memikirkan
saat-saat itu, Aku berpikir kenapa aku harus bertemu seseorang semacam itu.
Bahkan jika di kehidupanku yang mendatang, aku tidak ingin bertemu dengan suami
semacam itu. Sekarang... sekarang aku benar-benar ingin hidup bahagia.
Narasi : Kita berharap dia sekarang bahagia.
Di tempat kerja,
teman-temannya dan juga Manager Cha bertepuk tangan dan memberi selamat pada Ae
Ra karena telah menemukan pasangannya. Mereka memuji dokter itu (pria no 1)
karena begitu keren dan memesan 100 dompet edisi terbaru pada toko mereka.
Manager Cha berkata bahwa bisa jadi Ae Ra nanti akan berhenti kerja dan
melangsungkan pernikahan. Ae Ra malu mendengarnya dan bergegas pergi.
Di Dontalk, Jeong Woo
sedang menghadiri rapat. Di rapat tersebut pendapatnya bertentangan dengan
wanita yang memberikan pendapatnya tadi. Setelah selesai mengemukakan
pendapatnya, Jeong Woo bergegas pergi. Wanita tadi mengikutinya dan
memarahinya. Jeong Woo membalas perkataannya yang membuat wanita itu makin
marah.
Seorang wanita yang
hendak memasuki rumah melihat presdir Hwang (wanita yang berselisih pendapat
dengan Jeong Woo tadi). Di dalam rumah, presdir Guk Gi Bong sedang merusak
lukisan-lukisan (punya presdir Hwang). Ketika wanita tadi masuk seorang
pembantu membukakan sepatunya dan memakaikan sendal padanya, presdir Guk tampak
senang melihat kehadiran wanita itu dan bawahannya menyapanya. Ternyata wanita
itu adalah anaknya presdir Guk. Presdir guk bertanya apakah Jeong Woo melakukan
sesuatu yang besar yang istilahnya Socia...? Presdir guk bertanya pada direktur
Oh (bawahannya tadi), direktur oh berkata Social Network. Anaknya hanya diam
dan bergegas ke lantai atas. Direktur Guk berkata pada direktur Oh bahwa itu
aneh sekali karena semua wanita yang disukainya tidak menyukai dirinya (selain
anaknya, ada yang lainkah? Istrinya mungkin?) Direktur Guk melihat ke arah foto
yang sedang di pajang, benar! Yang dibicarakannya adalah istrinya.
Direktur Guk bertanya
tentang Seung Hyeon (anaknya yg laki-laki kali ya?! Karena di foto ada seorang
laki-laki muda juga), direktur Oh menjawab bahwa Seung Hyeon telah mengurus
apartemennya di Inggris dan segera kembali. Direktur Guk menyuruh direktur Oh
untuk mengawasinya karena jika tidak ia akan kabur lagi.
Di pusat perbelanjaan
(supermarket), Ae Ra bertanya pada Min Young tentang wine yang ia pegang. Min
Young bertanya apa Ae Ra akan membelinya. Ae Ra bercerita kalau ia akan pergi
ke suatu tempat bersama dokter (pria no 1) di akhir pekan nanti. Min Young
bertanya apakah hanya mereka berdua? Ae Ra menjawab bahwa dokter itu berkata
disana akan ada temannya, tapi Ae Ra berpikir dia (dokter) itu membawanya
sebagai teman kencannya.
Ae Ra di mobil bersama
dokter. Ia tampak kedinginan, dokter menawarkan untuk menutup atap mobilnya. Namun
Ae Ra menolaknya, tapi dokter tersebut tetap menutupnya. Ae Ra bertanya siapa
yang sedang di villa (tempat yang mereka tuju), dokter menjawab bahwa itu
adalah seorang senior yang dikenalnya. Ae Ra berkata itu akan bagus dan nyaman.
Ae Ra bertanya lagi jika mereka akan pesta barbeque? Dia (Ae Ra) sangat
menyukai hal itu (pesta barbeque). Dokter berkata bahwa mereka harus
sering-sering pergi dan bertanya apakah Ae Ra menyukai Potluck? Ae Ra
kebingungan karena tidak tahu dengan apa yang dimaksud (Potluck). Dokter
menjelaskan bahwa itu adalah saat orang-orang membawa makanan dan berpesta. Ae
Ra berkata ia menyukainya dan sering melakukannya di rumah karena ibunya adalah
tuan rumah pertemuan selama 20 tahun, saat pertemuan ibu-ibu membawa sayur dan
lauk, mereka mengumpulkannya dan membuat bibimbap. Dokter itu tampak heran
sejenak dan kemudian tertawa (mungkin bukan itu yang dimaksud Potluck oleh
dokter itu). Dokter bertanya pria ideal Ae Ra yang seperti apa? Karena ia
penasaran. Ae Ra menjawab seseorang dengan villa di Chun Pyung? Dokter berkata
bahwa Ae Ra akan bertemu pria idealnya hari ini.
So Young berkata bahwa
‘Oppa Besar’ (pria yg agak tua tadi) sangat serasi dengan Ae Ra. Ae Ra terkejut
dan risih mendengarnya. Dokter berkata bahwa pria itu yang memesan dompet dari
toko Ae Ra dan bertanya pada pria itu haruskah mereka pergi ke villanya (pria
agak tua) di Won Ju bulan depan? Mereka (dokter dan pria itu) juga bisa bermain
golf. Pria tadi mengatakan itu kedengarannya bagus dan ia mendekati Ae Ra serta
bertanya apakah Ae Ra bermain golf. Ae Ra menjawab tidak.
Dokter berkata bahwa
pria itu punya villa di banyak tempat (pantesan tadi si dokter ngomong kalo Ae
Ra bakalan ketemu dengan pria idealnya karena Ae Ra berkata bahwa pria idealnya
yang punya villa dan pria yg agak tua itu punya banyak, oalah kirain pria
idealnya Ae Ra itu si pak dokter, kasian Ae Ra) dan jika Ae Ra punya waktu,
mereka harus pergi bersama-sama. Pria (yg agak tua) bertanya pada dokter, apa
ia punya waktu karena ia dengar dokter agak sibuk akhir-akhir ini. Dokter
menjawab ya, karena setelah mengikuti acara (syuting jadi pria no 1), ada
peningkatan pasien yang sangat besar, perawat menyuruhnya untuk mengikuti acara
itu lagi karena itu merupakan strategi pemasaran yang bagus. Ae Ra terkejut
mendengarnya, demikian juga dengan So Young karena ia akan marah jika oppa nya
(dokter) mengikutinya lagi dan ia berkata memaafkan oppa nya itu kali ini
karena ingin mempublikasikan rumah sakitnya.
Dokter menggoda So
Young, Ae Ra melihatnya dan langsung minum winenya Pria (yg agak tua) dan
dokter itu melihat Ae Ra minum (karena dari tadi Ae Ra tidak minum, tapi
sekarang malah minum, jadi agak aneh gitu menurut mereka). Pria (yg agak tua)
bertanya apakah Ae Ra suka wine? Ada wine Perancis di mobilnya. Ae Ra berkata ia
akan ke kamar kecil.
Di kamar kecil, Ae Ra
menggerutu kesal karena dokter itu mengikuti acara (syuting tempo hari itu)
untuk memasarkan rumah sakitnya. Tiba-tiba So Young membuka pintu (kamar kecil)
dan berkata mereka (So Young dan dokter) akan pergi sekarang. Ae Ra berkata ia
akan membawa tasnya, So Young berkata bahwa mereka sengaja meninggalkan Ae Ra
dan pria (yg agak tua) berdua. Pria (yg agak tua) sedang asyik mandi dan So
Young menjelaskan bahwa pria itu luar biasa, karena ia (pria yg agak tua tadi)
membelikan apartemen di Gangnam pada wanita yang dikencaninya dan memberikan
kunjungan gratis ke ahli kulit, asalkan jangan menyebutkan pernikahan, karena
istrinya sangat mengerikan. Ae Ra terkejut mendengarnya bahwa pria (yg agak
tua) sudah punya istri.
Di luar, dokter
menemukan wine yang Ae Ra bawa dan So Young bertanya apa itu. Ae Ra keluar dan
menampar dokter serta berkata apa dirinya segampang itu. Dokter balik marah
pada Ae Ra dan menjelaskan bahwa bagus jika Ae Ra mendapatkan sponsor, dan
itulah mengapa Ae Ra pergi sejauh itu. Ae Ra bertanya jika dokter berpikir
melakukan itu sejak awal? Dokter balik bertanya apa Ae Ra berpikir dirinya
(dokter) akan menikahi Ae Ra? So Young mengajak dokter pergi dan mengembalikan
wine Ae Ra karena mereka tidak meminum wine murahan. Mereka bergegas pergi dan
Ae Ra tertunduk sedih.
Di perjalanan pulang,
Ae Ra berjalan di tengah hujan, tiba-tiba ada bis di dekatnya, Ae Ra ingin
naik, tapi bisnya telah melaju. Ae Ra kembali berjalan di tengah hujan,
sesampainya di Seoul (mungkin?) Ae Ra melihat Jeong Woo yang sedang berpidato
singkat mengenai Dontalk (perusahaannya) dari TV umum (namanya apaan yah? Saya
kurang tahu, karena di negara kita belum ada). Ae Ra tampak sedih (sedih karena
keadaan Ae Ra yang begitu buruk sedangkan Jeong Woo begitu bagus mungkin gitu
kali ya)
Ae Ra sedang minum soju
di kaki lima dan berkata Tentu, kau bagus
(ngomongin Jeong Woo). Ada tiga pria yang sedang membicarakan perceraian,
temannya berkata jika ia harus bercerai ketika punya uang, temannya (yg akan
bercerai) menjawab ia akan bayar (tunjangan) selama 36 bulan. Temannya bertanya
bagaimana bisa ia memberikan tunjangan perceraian selama 36 bulan? Karena itu
memalukan sekali.
Temannya membantah jika
itu tidak memalukan karena CEO DNT Soft (Dontalk, CEOnya Cha Jeong Woo) yang
merupakan CEO perusahaan temannya (bernama Chang Sik), ia (CEO tersebut)
memberikan tunjangan bulanan kepada mantan istrinya, tapi wanita itu (mantan
istrinya = Ae Ra) sangat jahat, karena ia meminta saham, dia banyak mendapat
kerugian. CEO itu (Jeong Woo) tidak bisa melihat mantan istrinya kaya, jadi ia
enggan memberi apapun. Temannya yang sedang mendengarkan berkata ia (CEO atau
Jeong Woo) harus bertemu dengan wanita yang baik.
Ae Ra yang dari tadi
mendengar percakapan mereka, merasa sangat kesal karena yang mereka bicarakan
itu berbeda dengan kenyataannya. Jadi, Ae Ra menegur mereka dan bertanya siapa
yang menyebarkan rumor tidak benar itu? Pria itu bertanya kenapa Ae Ra mengajak
bertengkar? Temannya berkata tidak usah bicara padanya (Ae Ra) karena dia
mabuk. Ae Ra makin kesal dan menghampiri meja pria itu serta bertanya siapa
yang mengatakan itu? Pria tadi berdiri dan mendorong Ae Ra hingga terjatuh.
Teman-teman pria tadi mengajak pergi dan mereka hendak pergi namun Ae Ra
melempar daging (yang masih ada tulangnya, daging iga kali ya? kepada pria yang
mendorong dan mengacuhkannya tadi) hingga mengenai wajahnya.
Min Young berlari ke
kantor polisi dan menghampiri Ae Ra. Min Young bertanya apa yang terjadi, Ae Ra
berkata penjelasannya panjang, tapi pria itu yang mendorongnya duluan. Pria
tadi menjawab bahwa Ae Ra yang memulai perkelahian. Pak polisi menyuruh mereka tenang
dan berkata jika yang dikatakan pria tadi benar maka Ae Ra melakukan kejahatan,
dan jika mereka tidak ingin berdamai, maka itu akan sulit. Min Young tampak
kaget dan Ae Ra berkata bahwa pria itu yang menggunakan identitasnya tanpa
ijin.
Pria itu heran dengan
kata menggunakan identitasnya karena ia tidak melakukan apapun pada Ae Ra. Ae
Ra menjelaskan bahwa pria itu berkata jika Ae Ra pergi ke perusahaan mantan
suaminya dan meminta saham. Pria itu membenarkan jika ia berkata demikian, tapi
dia tidak bilang itu Ae Ra dan bertanya apakah Ae Ra adalah mantan istrinya CEO
itu (Jeong Woo)? Ae Ra menjawab ya dengan lantang hingga membuat pria tadi dan
kedua temannya terkejut. Pria tadi tidak percaya pada Ae Ra dan berkata pada
polisi bahwa Ae Ra sudah gila dan kehilangan pikirannya, teman-temannya pun
ikut memberi isyarat bahwa Ae Ra gila.
Min Young membela Ae Ra
karena yang mereka katakan itu kasar sekali. Pria itu bertanya siapa Min Young?
Dan mereka (Ae Ra dan Min Young) sama-sama kacau. Min Young kesal dan bangkit
dari duduknya, dia bertanya pada pria itu apa yang akan dilakukannya jika
temannya (Ae Ra) adalah mantan istrinya CEO DNT Soft? Temannya pria tadi
bertanya oh benarkah? Kalau begitu
buktikan, kalau begitu bawa CEO DNT Soft! Pak polisi yang sejak tadi
mendengarkan ikut bertanya apakah Ae Ra benar-benar mantan istrinya CEO DNT
Soft?
Ae Ra hanya diam dan
menunduk, tapi Min Young menjawab benar dan berkata pada ketiga pria itu bahwa
mereka akan mati karena menggunakan identitas orang lain dan melakukan
penyerangan. Ketiga pria itu tertawa mendengarnya dan Ae Ra berkata bukan
(maksudnya Ae Ra bukan mantan istrinya CEO DNT) membuat Min Young dan pria itu
menoleh. Min Young bertanya pada Ae Ra kenapa dia begitu dan menjelaskan pada
pak polisi jika Ae Ra benar-benar mantan istrinya CEO DNT Soft. Ae Ra berkata
bukan lagi dan Min Young hanya terdiam. Pria tadi berkata bahwa mereka
benar-benar gila.
Jeong Woo sedang
bekerja di rumahnya. Tiba-tiba ada suara telpon (ponsel), ia mengangkat ponselnya
namun tak ada suara dari ponsel yang diangkatnya dan masih terdengar suara
orang menelpon. Ia mencari asal suara dan mengambilnya. Ketika melihat
ponselnya, Jeong Woo tampak heran seketika dan mengangkatnya. Ternyata yang
menelpon adalah Min Young,
Min Young menjelaskan
bahwa ia adalah Min Young temannya Ae Ra dan meminta Jeong Woo datang ke kantor
polisi karena Ae Ra akan di penjara. Min Young berkata itu adalah sesuatu yang
mengharuskannya (Jeong Woo) datang. Jeong Woo menjawab jika dia (Ae Ra) adalah
orang yang tidak ada hubungannya dengannya (Jeong Woo) dan mematikan telponnya.
Min Young meminta maaf pada pria tadi dan berkata bahwa mereka (Ae Ra dan Min
Young) sangat gila tadi, Min Young juga memberikan kopi pada pria itu dan
berkata itu bisa membuat nyaman.
Pak polisi memasukkan
seorang pria berbaju kuning ke dalam sel, dimana Ae Ra telah mendekam di
dalamnya. Pria itu menyapa Ae Ra dan bertanya apakah Ae Ra mengemudi saat
mabuk? Pria tadi menepuk pundak Ae Ra dan mencoba menggodanya. Kemudian Ae Ra
berdiri dan menjauh dari pria tadi. Saat melihat ke pintu masuk (yang kebetulan
ada di depan Ae Ra) ia benar-benar terkejut, karena Jeong Woo datang! Jeong Woo
melihat-lihat ruangan kantor polisi dan Min Young memberinya salam serta
menunjuk Ae Ra. Jeong Woo menoleh ke Ae Ra, Ae Ra terdiam dan menunduk.
Note: Akhirnya bisa
selesai juga, ini adalah sinopsis pertama yang saya buat, jujur saya banyak
mengalami kesulitan (mungkin karena pertama kali ya, hehe), harapannya sih
semoga sinopsisnya bisa dibuat hingga akhir alias kagak berhenti di tengah
jalan dan semoga bisa mengatasi semua kesulitan-kesulitan saat membuat sinopsisnya,
Aamiin.
Di episode ini banyak
menceritakan tentang Flashback ya? Iya karena ini masih awal dari ceritanya. Di
kebanyakan flashback, saya benci banget dengan karakternya Na Ae Ra karena dia
begitu kejam sama Cha Jeong Woo sampe tidak dikasih makan, password rumah
diubah, pokoknya Ae Ra itu membuat Jeong Woo menderita banget. Tapi ketika ada
flashback tentang beragam pekerjaan yang telah dilalui oleh Ae Ra, saya baru
mengerti kesusahan yang ia rasakan. Intinya mereka berdua itu sama-sama menderita
banget ketika usahanya Jeong Woo bangkrut. Yang bikin saya heran itu adalah kok
Jeong Woo mau ya datang ke kantor polisi? Padahal sebelumnya ia berkata bahwa
Ae Ra adalah orang yang tidak ada hubungan dengannya, tapi tetep aja dateng,
mungkinkah masih ada benih-benih cinta di hati Jeong Woo untuk Ae Ra?? Ya,
mungkin saja kali yah :D Nantikan sinopsis kelanjutannya ya all, doakan juga
supaya saya bisa menulisnya hingga episode 16 ya, jeongmal gomawo chingudeul
^_^

























































































































































Tidak ada komentar:
Posting Komentar