Minggu, 08 Maret 2015

Sinopsis Cunning Single Lady Episode 2

CUNNING SINGLE LADY Episode 2


Ae Ra dan pria yang dilemparnya bersitegang tentang mantan istri CEO DNT Soft di kantor polisi. Tiba-tiba Jeong Woo datang (ke kantor polisi), dari balik sel, Ae Ra melihatnya dan sangat terkejut. Min Young menghampiri Jeong Woo dan menunjuk ke arah Ae Ra, Jeong Woo melihat Ae Ra dan Ae Ra merasa tak enak, jadi ia hanya menunduk.

Min Young mengajak Jeong Woo untuk menghadap pak polisi. Jeong Woo memperkenalkan dirinya. Masalah di kantor polisi terselesaikan dengan damai, pak polisi mengingatkan Ae Ra bahwa syaratnya adalah Ae Ra harus membayar biaya pengobatan (rumah sakit) pria yang dilemparnya. Pria itu menghampiri Jeong Woo dan memuji Jeong Woo karena telah melakukan hal yang baik (bercerai dengan Ae Ra), kemudian ia (pria tadi) dan kedua teman-temannya pergi meninggalkan kantor polisi (pria tadi pergi tanpa meminta biaya pengobatan karena ia tidak berpikir bahwa Ae Ra benar-benar mantan istrinya Jeong Woo).




Di luar kantor polisi, supir (dan yang jadi asistennya Jeong Woo) datang. Min Young mendorong Ae Ra, lalu Ae Ra pun berterima kasih pada Jeong Woo karena telah mau datang. Jeong Woo menjawabnya dengan berkata jika ia berharap sesuatu seperti itu tidak terjadi lagi di masa depan. Ae Ra kesal mendengarnya dan berkata ia juga berharap seperti itu dan berharap rumor seperti itu tak terjadi lagi. Jeong Woo menjawab agar mereka berdua menonton diri mulai sekarang (maksudnya tidak berhubungan dan bertemu lagi satu sama lain). Ae Ra kesal mendengarnya. Supir Jeong Woo menutup pintu (mobil) Jeong Woo dan langsung menyetir.


Di dalam mobil, supir Jeong Woo melirik-lirik Jeong Woo (padahal lagi mejem loh tapi tahu) dan Jeong Woo bertanya kenapa padanya. Supir berkata bahwa mantan istrinya Jeong Woo benar-benar cantik (pada masa lalu). Jeong Woo membenarkan.



FLASHBACK (ketika Ae Ra belum menikah dengan Jeong Woo)
Di restoran ibunya, Ae Ra membawakan makanan pada Jeong Woo
Ae Ra : Kenapa kau selalu makan kimchi stew setiap hari?
Jeong Woo : Apa?
Ae Ra : Anda selalu makan dan datang sendirian. Anda tidak punya teman?
Jeong Woo : Saya tidak punya teman lain yang mempelajari pelayanan publik.
Ae Ra : Anda tidak pergi ke sekolah hukum, kan?
Jeong Woo : Tidak, saya pergi ke sekolah teknik.
Ae Ra : Anda belajar pelayanan publik setelah lulus dari sekolah teknik? Anda masih dapat mengambil ujian pelayanan publik bahkan jika Anda datang dari sekolah teknik? (maksudnya kan jurusannya beda)
Jeong Woo : Aku belajar untuk menjadi seorang insinyur.
Ae Ra : Ada hal-hal seperti itu?
Jeong Woo mengangguk dan Ae Ra menasehatinya untuk belajar dengan giat, kemudian meninggalkan Jeong Woo. Ketika Jeong Woo membuka wadah nasi, ada telur di atasnya (ini ada di episode 1 juga, masih ingat?). Jeong Woo menoleh ke Ae Ra dan Ae Ra mengedipkan matanya pada Jeong Woo.
FLASHBACK END




Jeong Woo : Waktu itu, ia tidak hanya memiliki cukup wajah, namun hati yang baik juga. Dia percaya pada saya lebih dari orang lain. Tapi dia benar-benar berubah ketika usaha bisnis saya gagal.

FLASHBACK (Jeong Woo berusaha membuka pintu rumah yang passwordnya telah diganti oleh Ae Ra)
Jeong Woo : Sayang. Sayang, aku kedinginan. Suami Anda beku, sayang...
Ae Ra melihat Jeong Woo dari jendela namun ia mengacuhkannya bahkan ia menutup jendelanya dan mematikan lampu.
Jeong Woo : Sayang! Sayang! (sambil menahan dinginnya cuaca di luar).
FLASHBACK END




Jeong Woo mengingatnya sedih hingga ingin menangis.
Supir : Jadi itulah yang terjadi? Apakah itu mengapa Anda tidak memberikan tunjangannya?
Jeong Woo : Apa maksudmu aku tidak (memberikan tunjangan)? Dia bilang dia tidak mengambil itu! Apakah kau tahu bagaimana dia memperlakukanku?
FLASHBACK
Jeong Woo : Apa yang harus kita lakukan tentang uang tunjangan?
Ae Ra : Apakah kau punya uang untuk diberikan?
Jeong Woo : Aku akan menjual kantor. Ini tidak akan banyak jika kita bergerak di luar...
Ae Ra : Lupakan saja. Berapa banyak kau berencana untuk memberiku? Aku tidak akan menerimanya, jadi jangan panggil aku lagi menggunakan tunjangan sebagai alasan. Hanya diam-diam keluar dari hidup saya.
FLASHBACK END


Jeong Woo menirukan kata-kata Ae Ra : ‘Pergilah dengan tenang’ Saya harus mengatakannya kembali (pada Ae Ra).
Supir : Setelah mendengar Anda berbicara, aku mulai takut dengan pernikahan. Tapi, presdir Cha, tentang mantan istri Anda. Dia mungkin memukul dirinya sendiri di kepala dalam penyesalan setelah melihat Anda hari ini.

Supir tertawa dan Jeong Woo tersenyum.


Ae Ra : Kau melihat ia tidak merasa kasihan sekali, kan? (pada Ae Ra). Jika dia menyebarkan desas-desus seperti itu, seharusnya dia berkata ‘Maafkan aku’, ‘Ini kesalahpahaman’. Bukankah seharusnya dia meminta maaf dengan tulus?
Min Young : Kau tidak memiliki bukti jika ia (Jeong Woo) menyebarkan rumor itu. Jeong Woo bukan jenis (tipe) orang yang akan melakukan itu! Kau mungkin salah informasi.
Ae Ra : Apa kau pernah melihat uap keluar dari pot (wadah) yang tidak mendidih? Rumor ada karena dia pasti mengatakan sesuatu! Hei! Tapi, bagaimana kau tahu nomor Jeong Woo?
Min Young : Aku mencoba menelpon nomor lamanya dan ia mengangkat.
Ae Ra : Dia mencoba tidak merubah nomornya (dan melihat ke arah luar taksi).
Ae Ra sangat terkejut dengan penampilannya yang kacau dan ia berkata jika dia telah gila. Ae Ra berkata seharusnya Min Young memberitahunya (penampilan Ae Ra). Min Young menduga jika Jeong Woo menunggu telpon dari Ae Ra.


Di rumahnya, Jeong Woo dan supirnya sampai. Jeong Woo berkata kenapa ia harus mengubah nomornya (nomor lamanya) ketika ia tidak berbuat kesalahan dan bertanya mengapa supir bertanya demikian. Supir itu menjawab jika ia penasaran, karena sepertinya Jeong Woo masih menyimpan perasaan pada Ae Ra.

Jeong Woo terkejut mendengarnya dan menjelaskan jika ia mengangkat telpon itu tanpa tahu siapa yang menelponnya dan bertanya apa ia akan melakukannya (mengangkat telpon) jika ia tahu. Supir menjawab ia mengerti, Jeong Woo berkata lagi jika ia menghapus Ae Ra dari ingatannya dan dia (Ae Ra) merupakan sebuah kesalahan dalam hidupnya, kesalahan! Kesalahan terbesar dalam hidupnya!




Di rumah Ae Ra berkata siapa yang berhak mengatakan ‘Mari kita berdua menonton diri dari sekarang’. Siapa yang memberikan nasihat kepada siapa? Min Young berkata melihat Jeong Woo menyelamatkan Ae Ra di kantor polisi larut malam, dia adalah pria loyalitas (setia). Ae Ra membantahnya karena Jeong Woo memang harus datang! Min Young menjawab jika Jeong Woo bisa saja tidak datang jika ia tidak mau. Lalu Min Young menduga jika Jeong Woo masih mengharapkan Ae Ra? Dan Min Young menjelaskan bahwa ketika Jeong Woo datang (ke kantor polisi) bagaikan laut merah terpisah, ia (Jeong Woo) seperti tak terjangkau. Ae Ra kesal mendengar Min Young yang membela Jeong Woo dan bertanya jika ia temannya siapa (Ae Ra atau Jeong Woo).

Min Young menjawab jika ia hanya kasihan pada Jeong Woo. Ae Ra berkata ia tak perlu mengasihaninya karena ia akan jauh lebih sukses daripada Jeong Woo. Min Young bertanya bagaimana? Karena melihat pada kenyataannya, itu adalah hal yang tidak masuk akal. Min Young juga menjelaskan ia sedikit canggung ketika seorang dokter (pria no 1 pada saat syuting tempo hari) menyukai Ae Ra. Mendengar itu, Ae Ra tampak kesal dan tersinggung dengan kata-kata Min Young. Min Young menjawab bukan itu maksudnya, Ae Ra pergi meninggalkan Min Young. Di luar rumah, Ae Ra menggerutu tentang Min Young, setelah menuruni tangga Ae Ra kebingungan untuk pergi ke mana.


Di sauna (ternyata Ae Ra pergi ke sauna toh), Ae Ra sedang menikmati minumannya. Tak jauh dari tempat ia duduk, ada beberapa ibu-ibu yang sedang menggosipkan seseorang yang kembali (rujuk) pada mantan istrinya. Pria yang digosipkan oleh ibu-ibu tadi menjadi orang kaya setelah bercerai (sama kayak Jeong Woo dong, hehe) karena harga sahamnya naik dan penjualan tanahnya bertambah hingga sepuluh kali lipat. Salah seorang ibu tadi berkata jika kehidupan mereka (suami dan istri yang rujuk) menjadi lebih baik sekarang, semuanya tertawa termasuk Ae Ra yang bahkan tanpa sadar memukul-mukul tangan ibu tadi. Ibu itu melihatnya, Ae Ra tersadar dan ia pergi.

Ae Ra melihat horoskop dan membacanya, isinya sama seperti yang dikatakan oleh ibu-ibu tadi yakni ‘Iblis yang anda kenal lebih baik daripada iblis yang anda tidak tahu’. Lalu Ae Ra mencari Cha Jeong Woo di pencarian internet dan terkejut karena betapa suksesnya Jeong Woo sekarang. Tiba-tiba Ae Ra teringat ucapan Min Young yang bertanya kenapa ia (Ae Ra) bercerai ketika Jeong Woo miskin melainkan ia seharusnya berpisah ketika Jeong Woo kaya. Ae Ra teringat sosok Jeong Woo yang datang ke kantor polisi dan karena merasa pusing, ia membenturkan kepalanya di dinding. Di sauna, Ae Ra menggerutu tentang Jeong Woo hingga membuat seseorang di sebelahnya terbangun, kemudian Ae Ra tidur menghadap sisi lain.



Supir : Saya mendengar bahwa Tiger Woods memberikan mantan istrinya 20 miliar won sebagai tunjangan.
Jeong Woo menoleh pada supir dan terdiam.
Supir : Itu karena Tiger Woods yang harus disalahkan. Dalam hal apapun, berapa lama Anda menikah, yang menyebabkan perceraian harus membagi kekayaan. Itu dalam hal kasus per kasus.
Jeong Woo : Saya tidak memiliki kesalahan sebagai alasan cerai seperti itu dan wanita yang tidak memiliki alasan terhadap saya.
Supir : Tindakan seorang pria seharusnya tidak berbeda dari kata-katanya. Bukankah Anda mengatakannya dalam wawancara? Seseorang yang menggertakan gigi untuk menjadi sukses. Jika orang itu tidak ada dalam hidup Anda, Anda tidak akan seberhasil seperti sekarang. Anda mengatakannya! Orang itu adalah mantan istri Anda, kan?
Jeong Woo hanya terdiam dan pergi meninggalkan supirnya.
Supir : Ah, benar-benar. Yang saya katakan adalah benar. Aku pasti tahu itu benar.


Di sauna, Ae Ra terbangun mendengar suara ponselnya. Ternyata Jeong Woo mengirimnya pesan ‘Saya memiliki sesuatu untuk dikatakan. Luangkan waktu sebentar. Cha Jeong Woo’. Ae Ra sangat kaget membacanya seakan ia bermimpi. Itulah kenapa ia mencubit pahanya sendiri, seseorang yang sedang tertidur di sebelahnya lagi-lagi terbangun. Ae Ra mengirimkan pesan pada Jeong Woo ‘Bicara tentang apa?’ Jeong Woo membalasnya ‘Saya ingin bertemu hari ini. Dimana kita harus bertemu?’ Ae Ra begitu senang membacanya (balasan dari Jeong Woo) dan ia pun mengetik pesan jika ia juga ada urusan di Gangnam, jadi ia akan pergi ke kantor (kantornya Jeong Woo). Jeong menjawab ‘Baik’. Ae Ra berkata jika ia tak punya waktu lagi, jadi ia berlarian pergi dari sauna dan tanpa sadar ia menginjak kaki seseorang di sebelahnya (yang dari tadi kebangun terus gara-gara Ae Ra).

Ternyata Ae Ra pergi ke salon untuk menata rambutnya. Ae Ra menelpon Manager Cha dan memberitahunya jika ia sakit (padahal mau ketemu Jeong Woo bukannya sakit, haha). Penata rambut memuji akting Ae Ra yang bagus dan wajah Ae Ra yang cantik serta bertanya mengapa ia (Ae Ra) tidak jadi selebriti saja. Ae Ra menjawabnya dengan melebih-lebihkan dirinya. Penata rambut itu terlihat tidak menyukai jawaban Ae Ra (karena ekspresinya itu yang seperti ill feel dengan Ae Ra). Namun ia (penata rambut) berkata jika Ae Ra mengesankan dan bertanya apa hari ini adalah hari penting karena Ae Ra berbohong sakit demi tidak masuk kerja. Ae Ra membenarkan karena itu adalah janji yang sangat penting dan bertanya department store terdekat pada penata rambut itu.


Ae Ra turun dari taksi dan sangat terkejut ketika melihat Dontalk yang sebesar itu (ternyata Ae Ra bela-belain buat beli baju baru (mungkin juga semuanya baru, tas baru, sepatu baru, ikat rambut pun baru, hehe) di department store karena akan bertemu Jeong Woo, tapi menurut saya dandannya ini agak gimana gitu, lebih cantik Ae Ra yang seperti biasa daripada yang seperti ini). Wanita (anaknya Direktur Guk) melihat kedatangan Ae Ra. Ketika masuk di ruangan Jeong Woo, Ae Ra celingak-celinguk.

Jeong Woo menyuruh Ae Ra duduk dan resepsionisnya membawakan minum. Jeong Woo bertanya jam berapa ia harus menghadiri (memberikan perkuliahan) di Seoul University, resepsionis menjawab jam empat nanti, Jeong Woo menyuruhnya untuk memberitahu supir Ki untuk menyiapkan mobil pada jam tiga nanti, resepsionis mengerti dan pergi meninggalkan ruangan.

Jeong Woo bercerita pada Ae Ra jika ia terpilih sebagai CEO yang paling dihormati di kalangan mahasiswa di Seoul University, itulah mengapa ia disuruh untuk memberikan perkuliahan. Ae Ra menjawab jika itu bagus untuknya (Jeong Woo) dan berterima kasih pada Jeong Woo karena telah datang ke kantor polisi. Jeong Woo mengatakan tidak apa-apa karena hal-hal seperti itu bisa saja terjadi. Ae Ra bertanya apa yang ingin Jeong Woo beritahu dan ia terkejut ketika membaca pesan dari Jeong Woo. Jeong Woo menjawab apa Ae Ra tidak sadar itu semua terjadi akibat dari keributan yang ia (Ae Ra) sebabkan dan berkata alasan ia ingin bertemu Ae Ra adalah tunjangan.



Jeong Woo menjelaskan jika ia juga merasa canggung dengan itu (tunjangan) dan seharusnya ia memberikannya lebih cepat kepada Ae Ra tapi seperti yang Ae Ra tahu bahwa Jeong Woo tidak memiliki uang saat itu (saat baru bercerai dengan Ae Ra karena usahanya bangkrut). Jeong Woo juga menjelaskan jika ia menelpon pengacaranya untuk tahu apa yang akan menjadi adil (soal tunjangan), Jeong Woo tahu jika ia tak perlu (menyiapkan tunjangan) karena Ae Ra berkata dia tidak akan menerimanya, tapi Jeong Woo tidak tahu jika Ae Ra akan menimbulkan masalah lagi seperti tadi malam (di kantor polisi), jadi itu akan membuat Jeong Woo merasa lebih baik jika ia memberikannya sekarang.

Ae Ra menatapnya sinis dan bertanya apa Jeong Woo menyuruhnya bertemu untuk mengatakan semua itu. Jeong Woo membenarkan dan Ae Ra hanya menahan amarahnya sambil meminum minuman. Lalu Jeong Woo mengambil map yang isinya kontrak dan berkata untuk verifikasi bahwa Ae Ra tidak akan menghubungi Jeong Woo lagi di masa depan mengenai tunjangan atau mengancam Jeong Woo tentang hal itu (tunjangan). Jeong Woo berkata jika Ae Ra mengerti, ia harus segera menandatanganinya.

Ae Ra : Cha Jeong Woo. Kau benar-benar dewasa. Sebuah kontrak? Mengapa? Kau mungkin juga meminta saya untuk menulis surat permintaan maaf. Apakah saya semacam ular? Bahwa saya akan menandatangani kontrak ini dan mengambil uangmu? Saya tidak tahu berapa banyak uang yang kau masukkan ke dalam amplop ini tapi tidak peduli berapa banyak uang yang kau masukkan, itu tidak cukup. Ketika saya berpikir tentang bagaimana kau menghancurkan hidupku, itu lebih dari uang ini. Apa kau tahu? (Ae Ra berdiri dan merobek uang amplop tersebut). Jadi jangan meremehkan saya dengan uang ini (melempar amplop yang telah dirobek ke wajah Jeong Woo dan bergegas pergi). Ae Ra kembali masuk dan berkata tujuan ia datang adalah untuk berterima kasih pada Jeong Woo tentang kemarin (di kantor polisi) dan tidak ada motif tersembunyi. Ae Ra pergi meninggalkan kantor Jeong Woo dan Jeong Woo berdiri di dekat jendela.



Tiba-tiba Ae Ra mendapat telpon dari kakaknya (namanya Soo Chul) yang bertanya apa Ae Ra tahu tentang Jeong Woo yang sangat berhasil (sukses) dan ia benar-benar kaya sekarang (sambil melihat koran yang terdapat artikel dan foto Jeong Woo). Ae Ra marah mendengarnya. Ibu Ae Ra (yang dari tadi duduk di dekat kakaknya Ae Ra) bertanya mengapa Soo Chul menelpon Ae Ra dan berkata tentang Jeong Woo dan apa yang diharapkannya. Soo Chul menjawab apa yang dilakukan Ae Ra dan keluarganya ketika Jeong Woo pergi dan jadi kaya sekarang dan itu sebabnya ia tidak bisa tinggal jauh dari rumah ini selama satu jam! Ia juga bertanya jika ibunya juga tidak menelpon Jeong Woo sama sekali ketika ia (Soo Chul) di vietnam kan? Ibu berkata mengapa ia harus menelpon seseorang (Jeong Woo) yang telah memutuskan hubungan! Itu hanya membuatnya (ibu) sedih.

Soo Chul berkata itulah masalahnya, ibu harus memikirkan untuk mengganti bola lampu dan menempatkan pecahan kembali bersama-sama (maksudnya membuat Ae Ra dan Jeong Woo kembali bersama-sama lagi setelah bercerai) dan bertanya apa ia (Soo Chul) harus melakukan sesuatu tentang hal itu? Ibu berkata jika Soo Chul harus mengkhawatirkan masa depannya saja dan ibu menjelaskan jika Soo Chul berkata bisnisnya baik-baik saja di Vietnam, tapi mengapa sekarang ia tiba-tiba muncul (kembali ke Korea). Soo Chul menjawab itu karena bisnis adalah rahasia dan ia akan menjelaskan semuanya nanti.

Ayah Ae Ra tiba-tiba datang dan membela Soo Chul. Soo Chul memuji bentuk tubuh ayahnya yang semakin bugar dan berkata jika ayahnya jauh lebih tua dibandingkan dengan sebelum ia pergi (ke Vietnam) karena rambut ayahnya benar-benar putih sekarang. Ayahnya menjelaskan jika itu karena ia stress tentang hidupnya dan apakah itu karena menopause? Soo Chul berkata jika ayah bisa memperbaikinya sehingga tidak akan ada yang tahu dan merayakannya dengan karangan bunga. Ayah berkata jika ia telah mencari tempat yang menjualnya (karangan bunga) dengan harga yang murah. Ibu berkata jika ia tak punya uang (karena ayah pasti meminta uang pada ibu), lalu ayah melihat ke Soo Chul dan memanggilnya. Soo Chul memalingkan wajahnya (karena ia tahu bahwa ayah akan meminta uang padanya).


Ae Ra mengendap-endap masuk ke dalam rumah tapi ia masih saja bertemu dengan Min Young karena ia hampir saja tertabrak dengannya (Min Young). Min Young berkata jika ia belum pernah melihat baju itu (baju yang dipakai Ae Ra, yaiyalah kan Ae Ra baru beli di department store demi bertemu dengan Jeong Woo, hehe). Ae Ra menjawab jika ia bertemu seseorang. Min Young bertanya siapa dan Ae Ra menjawab Cha Jeong Woo. Min Young terkejut mendengarnya dan bertanya kapan (Ae Ra bertemu) hari ini? Ae Ra membenarkan dan Min Young bertanya apa Jeong Woo berbicara tentang masalah di kantor polisi kemarin? Apa yang dikatakannya? Ae Ra menjawab jika Jeong Woo berkata banyak hal padanya dan itu seperti cerita yang panjang.

Min Young bertanya Ae Ra tidak mengambil uang itu? (tunjangan), Ae Ra menjawab jika ia punya harga diri! Dan ia tak bisa tandatangan kontrak dan mengambil uang itu. Min Young bertanya mengapa Ae Ra tidak melihat (seberapa banyak) uangnya terlebih dahulu. Ae Ra menjawab jika ia melakukan itu maka ia akan goyah (mengambilnya) karena ia lemah terhadap uang. Min Young membenarkan dan tampak kecewa. Ae Ra bertanya apa Min Young kecewa, Min Young membantahnya. Ae Ra bertanya lagi pada Min Young, apa kebanggaan teman (Ae Ra) lebih penting atau uang yang lebih penting? Min Young berkata jika ia tak mengatakan apa-apa dan Ae Ra menyuruhnya untuk tidak memasang wajah seperti itu (ekspresi kecewa) karena ia juga telah menyesal (karena tidak mengambil tunjangannya). Min Young sedih mendengarnya dan memuji Ae Ra jika ia telah melakukan hal yang baik serta marah karena Jeong Woo menawarkan kontrak pada Ae Ra. Ae Ra senang mendengarnya dan keduanya merasa sedih (seakan ingin menangis).


Di kantornya Jeong Woo, Soo Chul bertemu dengan Jeong Woo dan berkata jika Jeong Woo benar-benar berbeda sekarang daripada ketika dia (Jeong Woo) miskin. Ekspresi Jeong Woo berubah seketika dan Soo Chul meralatnya jika Jeong Woo berbeda ketika ia masih kuliah dulu karena ia (Jeong Woo) benar-benar hebat sekarang. Jeong Woo bertanya kabar Soo Chul, Soo Chul menjawab ia baik dan sibuk karena ia berada di luar negeri dan tidak tahu jika Jeong Woo sekarang sudah sukses, jika ia tahu maka ia akan datang lebih awal, ia meminta maaf karena datang terlambat dan memberi selamat pada Jeong Woo. Jeong Woo memberikan sebuah amplop pada Soo Chul dan Soo Chul tampak heran.

Di kamar mandi, Soo Chul membuka amplop itu yang ternyata isinya adalah beberapa lembar cek. Ia menghitung nol-nya dan benar-benar terkejut saat tahu bahwa cek tersebut bernilai seratus juta won per lembarnya dan melihat cek yang lain, sehingga total cek tersebut adalah sebanyak tiga ratus juta won.


Seorang wanita sedang menunggang kuda, dia adalah anak direktur Guk (namanya Yeo Jin). Ia melihat seorang wanita (ini wanita yang bertemu Jeong Woo ketika selesai wawancara) datang dan wanita itu menyapa Yeo Jin. Yeo Jin kehilangan konsentrasinya hingga membuatnya terjatuh dari kuda. Yeo Jin dan wanita itu melihat-lihat kuda. Wanita itu berkata jika Yeo Jin tidak pernah mengakui jika dia (Yeo Jin) kehilangan dan berkata jika ia (wanita itu) akan mengajak CEO Cha (Cha Jeong Woo) keluar (ngajak makan malam mungkin ya?), dan berkata jika taruhan ya taruhan (mereka sedang taruhan ya? Taruhan ngerebutin Jeong Woo kah?) dan berkata jika Zeus (nama kudanya Yeo Jin, sama kayak nama hotelnya Choi Young Do di The Heirs ya? Hehe) adalah miliknya Yeo Jin.

Yeo Jin bertanya apa wanita itu akan kembali ke Amerika besok? Wanita itu membenarkan dan berkata jika ia tak akan kembali untuk sementara waktu dan menyuruh Yeo Jin untuk tetap berhubungan dengannya. Yeo Jin menjawab ia tak tahu dan bertanya apa mereka dekat? Wanita itu berkata jika ia adalah teman sekamarnya saat di perguruan tinggi dan bertanya bagaimana ia akan menghilang (hubungan/komunikasi). Yeo Jin mengalihkan pembicaraan dengan berkata jika suami wanita itu akan mengikuti pemilu segera dan ia mengirimkan sesuatu untuk membantu kampanyenya. Wanita itu berterima kasih. Yeo Jin menyuruh wanita itu untuk melupakan kudanya dan berkata jika ia (wanita itu) tidak harus memberinya pada Yeo Jin dan ia (Yeo Jin) ingin tahu bagaimana CEO Cha akan meresponsnya juga dan ia (Yeo Jin) mendapat jawaban yang ia inginkan (maksudnya Yeo Jin menyuruh wanita itu untuk melupakan CEO Cha dan fokus saja pada suaminya).


Di bandara, direktur Oh menunggu seseorang dari dalam mobil. Ternyata yang ditunggunya adalah Seung Hyeon, Seung Hyeon melambaikan tangannya dan tersenyum pada direktur Oh. Di dalam mobil, direktur Oh bertanya apa Seung Hyeon harus menjadikannya utama? Tidak bisakah dijadikan sebagai hobi? (melukis). Seung Hyeon menjawab jika ia melakukannya seperti yang ibunya lakukan dan bertanya apa ayahnya sangat marah? Ayah tidak akan membunuhnya, kan? Direktur Oh menjawab jika ayahnya Seung Hyeon akan melarangnya (untuk melukis). Seung Hyeon berkata tidak akan ada masalah selama direktur Oh tidak memberitahu ayahnya. Direktur Oh berkata jika ayah Seung Hyeon tahu (tanpa diberitahu oleh direktur Oh), maka direktur Oh akan tamat. Seung Hyeon tertawa mendengarnya dan direktur Oh hanya tersenyum.

Ketika lampu merah, Seung Hyeon cepat-cepat mengambil tasnya dan kabur. Direktur Oh keluar dari mobil dan bertanya Seung Hyeon akan kemana. Dari seberang jalan, Seung Hyeon) menjawab jika ia akan pulang ketika Yeo Jin pulang nanti dan pergi meninggalkan direktur Oh. Direktur Oh berkata ia akan dipukuli hingga mati oleh ayahnya Seung Hyeon.

Seung Hyeon menelpon Yeo Jin untuk bertanya kapan ia akan pulang dan berkata ia (Seung Hyeon) akan menunggu serta berkata ia (Seung Hyeon) punya banyak hal yang akan dilakukannya.




Di tempat kerjanya, Ae Ra sedang membersihkan kaca. Tiba-tiba seorang wanita dan pengawalnya masuk, wanita itu menjatuhkan kotak (yang dari tadi dibawa oleh pengawalnya). Isinya adalah dompet-dompet dan menyuruh pelayan dan Manager Cha untuk membatalkan semuanya (dompet-dompet tersebut). Wanita itu bertanya siapa yang namanya Na Ae Ra di sini? Ae Ra selesai membersihkan kaca, tiba-tiba seorang wanita menamparnya (wanita yang menyuruh untuk membatalkan dompet-dompet tadi) hingga Ae Ra terjatuh. Wanita itu melemparkan foto-foto pada Ae Ra, Ae Ra mengambilnya dan melihat foto-foto itu (foto-foto itu ketika Ae Ra diajak dokter kulit bertemu pria yang agak tua di villa). Wanita itu bertanya apa Ae Ra pergi ke Cheongpyung beberapa hari yang lalu? (tempat villanya pria yang agak tua).

Wanita itu berkata Ae Ra telah bercerai dan bertanya apa ia (Ae Ra) bercerai karena main mata dengan pria yang beristri? (wanita itu adalah istri pria yang agak tua) Ae Ra kesal mendengarnya dan menjelaskan jika benar ia pergi ke sana tapi ia tak tahu apa-apa dan.. Belum sempat Ae Ra selesai bicara, wanita itu menyuruh Ae Ra untuk tidak bermain-main dengan tubuhnya yang masih muda dan segera bergegas pergi diikuti oleh pengawalnya. Manager Cha dan teman-teman Ae Ra melihat kejadian itu dari dalam toko, Ae Ra memegangi wajahnya dan merasa kesal. Di dalam toko, Manager Cha memberikan amplop pada Ae Ra dan berkata ia menambahkan sedikit untuk akhir bulan ini dan nanti akan tersebar rumor yang tidak baik jadi ia berharap semuanya cepat selesai (maksudnya Ae Ra dipecat). Ae Ra berkata itu tidak adil! Manager Cha berkata jika ia mendapat telpon dari direktur (toko itu) dan ternyata direktur itu adalah teman wanita tadi.

Ae Ra keluar toko dengan membawa kotak (yang isinya barang-barangnya, kalo di Korea, jika dipecat, pasti bawa kotak kayak gitu) dengan begitu sedih. Tiba-tiba kakaknya menelpon dan berkata jika ia akan menjemput Ae Ra di tokonya jam tujuh nanti. Ae Ra berkata jangan dijemput karena ia sedang bekerja di luar (padahal karena dipecat). Kakaknya bertanya jika Ae Ra ingin berhenti bekerja di toko dan ingin membuka toko sendiri kan? Kakaknya berkata ia akan membuat itu terjadi (membukakan toko untuk Ae Ra).




Ae Ra tidak sengaja menjatuhkan kotaknya, barang-barangnya berserakan. Ae Ra memunguti barang-barangnya, Seung Hyeon (yang berjalan tak jauh dari situ) membantu Ae Ra, Ae Ra berterima kasih. Seung Hyeon hanya tersenyum dan berlalu pergi. Ae Ra juga pergi, tapi baru beberapa langkah ia menoleh ke belakang (menoleh ke pohon yang ada tak jauh dari kotaknya terjatuh tadi). Ae Ra melihat ada syal warna ungu nyangkut di pohon tersebut.

Sesampainya di rumah, Seung Hyeon memanggil dan menghampiri ayahnya (dengan tangan terbuka lebar, mau meluk ayahnya). Tapi ayahnya melempar koran yang dibacanya pada anaknya itu, Seung Hyeon melihat ke arah direktur Oh (wajahnya babak belur karena dipukuli ayahnya Seung Hyeon). Ayah mulai memukuli Seung Hyeon, Seung Hyeon menyuruh ayahnya untuk memukulinya sebanyak yang ayahnya suka tapi jangan memukuli wajahnya karena ibunya akan khawatir jika melihatnya. Seung Hyeon mengakui jika ia salah dan menyuruh ayahnya berhenti memukulinya. Ayah berhenti memukulinya tapi mulai memarahinya. Seung Hyeon menyela ayahnya, ayah hendak memukulinya lagi tapi tidak jadi dilakukannya karena Yeo Jin (kakak Seung Hyeon) datang.

Ayah bertanya apa mereka datang bersama? Dan berkata jika Seung Hyeon adalah tanggung jawabnya Yeo Jin dan buat adiknya itu menjadi seorang pria! (lah selama ini bukan pria toh? Maksudnya itu jadi pria yang sesungguhnya) dan menyuruh Yeo Jin untuk mengurus perusahaan dan mengawasinya. Yeo Jin balik bertanya pada ayahnya jika ia sedang melihat seseorang, apa ayahnya akan membiarkannya? Ayahnya hanya terdiam, Yeo Jin naik ke lantai atas diikuti oleh Seung Hyeon.

Di kamar Yeo Jin, Seung Hyeon bercerita pada kakaknya tentang perjalanannya di Amerika Tengah dan Selatan. Seung Hyeon juga bercerita tentang teman-temannya yang pernah ia temui di beberapa negara sambil menunjukkan foto-foto mereka dari tabletnya. Yang terakhir diceritakan Seung Hyeon adalah temannya di perguruan tinggi dan telah menikah di Meksiko. Yeo Jin teringat dengan masa-masanya ketika menikah dulu. Seung Hyeon menyadari jika kakaknya sedang teringat kenangannya dulu. Yeo Jin mengelus rambut Seung Hyeon dan bertanya kabar ibunya. Seung Hyeon menjawab jika ibu jauh lebih baik sejak ia berangkat ke Paris dan menyuruh kakaknya itu untuk menelpon ibunya kapan-kapan. Yeo Jin bertanya apa ibunya akan senang mendengarkannya? Seung Hyeon mengalihkan pembicaraan dengan bertanya kabar gurunya.




Seung Hyeon bertemu dengan Jeong Woo. Seung Hyeon berkata jika Jeong Woo tidak bisa menolak permintaan investor perusahaannya dan anak yang diangkat jadi petinggi di perusahaan (yang dimaksud adalah Yeo Jin). Seung Hyeon berkata ia kecewa pada Jeong Woo dan memintanya untuk memecat kakaknya itu. Jeong Woo menjelaskan jika Yeo Jin dipekerjakan bukan karena permintaan ayahnya Seung Hyeon melainkan karena Yeo Jin mampu (bekerja). Seung Hyeon berkata jika ia telah menunjukkan potensinya sejak ia masih muda. Jeong Woo berkata itu karena dia yang mengajari Seung Hyeon (ternyata gurunya Seung Hyeon itu adalah Jeong Woo toh). Seung Hyeon berkata Jeong Woo juga mengajarinya untuk minum (minuman keras) padanya ketika masih muda dulu. Jeong Woo membela diri dengan mengatakan saat ia mengajari Seung Hyeon minum, Seung Hyeon menjadi lebih tenang. Seung Hyeon mengakui itu dan dia belum dewasa saat itu serta berkata itu adalah hal baik ketika ia bertemu Jeong Woo. Mereka pun bersulang.

Seung Hyeon melihat seorang perempuan sedang duduk sendirian dan berkata pada Jeong Woo bahwa wanita itu terus melihatnya dan bertanya apa yang harus dilakukannya. Jeong Woo menjawab jika wanita itu menatapnya. Seung Hyeon tidak mau mengalah begitu pula Jeong Woo. Jeong Woo berkata wanita itu menatapnya bahkan ketika ia sedang menunggu Seung Hyeon. Seung Hyeon menyuruh Jeong Woo untuk tidak keras kepala pada sesuatu yang sia-sia dan bertanya apa ingin bertaruh? Jeong Woo setuju. Seung Hyeon menyodorkan minuman pada wanita itu. Ketika melihat wajahnya (wanita itu), Seung Hyeon sangat terkejut dan wanita itu tersenyum padanya. Wanita itu bertanya apa Seung Hyeon gugup karena baru pertama kali melihat seorang selebriti? Dan berkata Seung Hyeon begitu imut! Seung Hyeon kebingungan dan menoleh ke arah Jeong Woo. Jeong Woo melihatnya dan tertawa. Seung Hyeon berbohong dengan berkata pria yang duduk di sana (Jeong Woo) ingin minum dengan wanita itu. Wanita itu bertanya siapa dan melihat ke arah yang Seung Hyeon tunjuk, tapi tak ada seorang pun. Seung Hyeon menoleh dan terkejut, karena ternyata Jeong Woo telah pergi. Wanita itu senyam-senyum pada Seung Hyeon dan mengedipkan mata sambil bertanya apa Seung Hyeon sedang bermain dengannya? Begitu kekanak-kanakan dan jangan lakukan hal-hal seperti itu (sambil menggoda Seung Hyeon, tingkahnya ini loh yang buat kagak nahan banget) ia pun menyuruh Seung Hyeon duduk. Jeong Woo melihatnya dan mengacungkan jempol pada Seung Hyeon sambil tersenyum dan ia pun pergi.


Soo Chul memakai jas dan berjalan. Tiba-tiba ada seseorang yang mencegatnya. Soo Chul hendak melarikan diri, tapi ada dua orang yang mencegahnya. Soo Chul menggali tanah sesuai permintaan bossnya (pria yang mencegatnya tadi) dan bertanya mengapa ia disuruh menggali tanah terus? Karena ia mulai sedikit gugup. Bossnya berkata itu sudah cukup, Soo Chul senang mendengarnya dan akan naik ke atas, tapi bossnya mendorong Soo Chul hingga terjatuh dan menyuruh anak buahnya untuk mengubur Soo Chul. Soo Chul di kubur di dalam tanah, tapi kepalanya sengaja dibiarkan tidak terkubur namun mulutnya diberi lem. Boss itu berkata Soo Chul pikir dengan mengambil uang mereka dan pergi ke Vietnam, mereka tidak akan menemukan Soo Chul? Secara sponstan Soo Chul mengangguk, tapi kemudian ia menggeleng. Boss pun berkata jika ini adalah era dunia dan jaringan mereka meliputi seluruh dunia. Soo Chul akan tertangkap dimana saja ia berada dan bertanya apa yang akan mereka lakukan padanya? Soo Chul berkata sesuatu di balik mulutnya yang terlem tersebut.


Di ruangan Jeong Woo, Yeo Jin memberikan daftar pengusaha yang akan menghadiri perayaan ulang tahun perusahaan. Yeo Jin bertanya mengapa Jeong Woo mengubah tanggal ultah perusahaan? Biasanya bukan tanggal itu. Jeong Woo menjawab jika hari itu adalah dimana ia menyebrangi neraka baginya.




FLASHBACK
Jeong Woo sedang menangis di pinggir sungai, kemudian ia meminum Soju. Direktur Oh mengawasinya dari dalam mobil. Jeong Woo berjalan mendekati sungai, Direktur Oh terkejut dan segera keluar mobil.
Jeong Woo : Ayah! Ibu! Maafkan aku.
Direktur Oh : Cha Jung Woo! Anda tidak bisa! Kehidupan adalah hal yang berharga! Cha Jung Woo! Cha Jung Woo! Anda tidak bisa! Cha Jung Woo!
Tenang! Cha Jung Woo! Anda tidak bisa! Cha Jung...

Jung Woo terpeleset dan jatuh ke sungai.
Direktur Oh : Anda tidak bisa! Cha Jung.... Oh my God.
Direktur Oh ikut terjun ke sungai.

Di rumah Yeo Jin, Jeong Woo diselimuti karena kedinginan (tenggelam tadi) dan direktur Oh tangannya masih basah dan gemeteran (karena nolongin Jeong Woo tadi).
Direktur Guk : Orang ini mencoba untuk menenggelamkan dirinya, kan? Apakah dia guru Seung Hyun?
Yeo Jin menuruni tangga dan melihat Jeong Woo seakan melihat suaminya. Direktur Guk menyapa Yeo Jin. Yeo Jin terkejut melihat suaminya (Jeong Woo yang dikira suaminya) hingga jatuh terduduk. Jeong Woo melihat Yeo Jin dan Yeo Jin tersadar.
Direktur Guk : Berapa banyak uang yang ia butuhkan?
Jeong Woo : Investasi Anda bahwa Anda telah diizinkan.. saya tidak akan menerimanya.
Direktur Guk : Anda mencoba untuk membawa ini ke akhir karena Anda hampir mati?
Jeong Woo : Saya tidak punya niat untuk mati.
Direktur Guk tampak terkejut dan direktur Oh juga sambil menunjuk ke arah Jeong Woo (tangannya masih gemetar).
Jeong Woo : Saya terkejut.
Direktur Guk menoleh ke direktur Oh (yang ternyata salah dugaan, omg! Direktur Oh!). Direktur Oh salah tingkah dan batuk.
FLASHBACK END



Jeong Woo : Perusahaan dan saya lahir kembali hari itu. Itulah mengapa saya ubah ke hari itu.
Yeo Jin : Itu juga hari pertama kita bertemu.
Jeong Woo (bisa juga ditulis Jung Woo) menoleh ke Yeo Jin dan Yeo Jin hanya tersenyum.



Ae Ra menemui kakaknya di cafe. Kakaknya melambaikan tangan pada Ae Ra. Ae Ra bertanya ada apa tiba-tiba memanggilnya dan apa apa dengan wajah kakaknya? (abis dipukulin bossnya). Soo Chul menjawab ia datang untuk melihat Ae Ra karena Ae Ra jarang pulang (ke rumah ibunya). Ae Ra berkata jika ia sibuk dan katakan apa yang Soo Chul inginkan. Ae Ra bertanya apa Soo Chul ingin mengembalikan uang yang ia bawa lari ke Vietnam? (uang yang dibawa lari oleh Soo Chul itu uangnya si boss atau uang Ae Ra sih? Apa uang keduanya?). Soo Chul memberikan Ae Ra amplop. Ae Ra bertanya apa itu? Soo Chul menjawab jika itu adalah uang. Ae Ra tak percaya jika itu adalah uang dan segera mengeceknya. Ae Ra terkejut dengan uang itu karena jumlahnya cukup besar, yakni lima juta won (itu gak sebesar tunjanganmu Ae Ra yaitu tiga ratus juta won, hehe). Soo Chul ikut senang melihat Ae Ra senang karena uang itu, tapi tiba-tiba Ae Ra bertanya dari mana kakaknya dapat uang sebanyak itu?

Soo Chul : Jung Woo.. Jung Woo memberikannya padaku.
Ae Ra : Apa?
Soo Chul : Dia bilang itu adalah tunjangan. Dia bilang kau meninggalkannya di sana (kantor Jung Woo).
Soo Chul hendak pergi tapi kaki Ae Ra menghadangnya, sehingga Soo Chul terjatuh. Semua orang melihat Soo Chul.

Di luar, Ae Ra meminta penjelasan dari Soo Chul. Soo Chul berkata jika ia menemui Jung Woo karena Jung Woo menelponnya. Ae Ra bertanya jadi ia pergi dan meminta uang? Soo Chul membantahnya dan menjawab tidak, dia pergi (menemui Jung Woo) dan sepertinya Jung Woo sedang menunggunya dan menawarkan amplop itu serta berkata jika Ae Ra tidak mengambilnya, Soo Chul memikirkannya dan berpikir jika Ae Ra juga butuh uang. Ae Ra bertanya siapa yang memintanya begitu? Soo Chul menjawab jika ia telah memberikan uang itu pada Ae Ra dan berkata jika ia mengambil sedikit sebagai biaya pengiriman. Ae Ra bertanya berapa banyak uang yang didapatkan Soo Chul? Soo Chul menjawab 300 juta won. Ae Ra sangat terkejut dan berkata dari 300 juta won yang tertinggal hanya 5 juta won? Ae Ra meminta uang itu kembali karena ia akan mengembalikannya pada Jung Woo. Soo Chul berkata jika uang itu tidak ada padanya karena ia bayarkan pada hutangnya sewaktu berbisnis di Vietnam. Ae Ra mengamuk-ngamuk pada Soo Chul dan menjelaskan jika ia harus menandatangani sebuah kontrak jika ia mengambil uang itu. Ae Ra pun menangis dan Soo Chul merasa bersalah.



Ae Ra menelpon Jung Woo untuk mengajaknya bertemu dan Ae Ra tak sengaja melihat spanduk ultah perusahaan Jung Woo yang terpasang di depan Dontalk. Jung Woo datang dan berkata tidak punya banyak waktu. Ae Ra berkata jika ia mendengar Jung Woo memberikan uang pada kakaknya. Ae Ra menjelaskan jika ia tidak akan menerimanya dan bertanya kenapa Jung Woo memberikan uang itu pada Soo Chul serta membuat dirinya terlihat bodoh. Jung Woo menjawab jika ia pikir bahwa Ae Ra menyuruh Soo Chul datang menemuinya. Ae Ra tampak kesal mendengarnya dan berkata jika tidak masalah ia atau kakaknya yang mengambilnya karena intinya ia mengambil uang itu. Ae Ra juga berkata ia tak menerimanya hanya untuk membuat hidup Jung Woo lebih mudah dan setelah memikirkannya Ae Ra pikir tidak ada alasan untuk tidak menerimanya serta berkata jika ia akan menggunakannya dengan baik (padahal cuman tersisa sedikit). Ae Ra berkata jika mereka (Ae Ra dan Jung Woo) benar-benar berakhir sekarang dan tidak ada alasan untuk bertemu satu sama lain lagi di masa depan, Ae Ra datang untuk memberitahu hal itu. Ae Ra pergi dan Jung Woo pun pergi.
Tapi tiba-tiba Ae Ra memanggil Jung Woo dan bertanya apa ultah perusahaan Jung Woo benar-benar tanggal 14 Februari? Jika tiga tahun lalu, itu adalah hari perceraian kita. Apa kau benar-benar memulai perusahaan pada hari itu? Jung Woo menjawab apa Ae Ra tidak tahu? Investasi pertama datang ketika hari dia bercerai. Ae Ra terkejut dan Jung Woo berkata setelah Ae Ra keluar dari hidupnya semuanya mulai lancar. Ae Ra bertanya mengapa Jung Woo tidak berhubungan lagi dengannya sejak saat itu? Jung Woo bertanya mengapa ia harus berhubungan lagi dengan Ae Ra? Ae Ra menjawab apa Jung Woo tidak tahu kesetiaan (loyalitas)?

Jung Woo menghampiri Ae Ra dan bertanya apa Ae Ra tidak ingat? Hari valentine, hari kita putus (bercerai). Jung Woo menirukan kata-kata yang pernah diucapkan Ae Ra : “Jangan panggil aku menggunakan tunjangan sebagai alasan. Hanya diam-diam keluar dari hidup saya.” Ae Ra teringat dengan kata-katanya itu dan Jung Woo mendekat pada Ae Ra seraya berkata Hanya diam-diam keluar dari hidup saya, Na Ae Ra. Lalu Jung Woo meninggalkan Ae Ra (sambil tersenyum puas karena ia berhasil memenuhi harapannya yang tempo hari di mobil saat dalam perjalanan pulang dari kantor polisi yaitu mengatakan kata-kata yang pernah Ae Ra ucapkan padanya). Ae Ra mengepalkan tangannya karena kesal dan berkata dalam hati: Cha Jung Woo, brengsek! Aku akan menghancurkanmu. Aku akan menghancurkanmu!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar