CUNNING
SINGLE LADY Episode 3
Jung Woo menghampiri Ae
Ra dan bertanya apa Ae Ra tidak ingat? Hari valentine adalah hari dimana mereka
berpisah. Lalu Jung Woo menirukan ucapan yang Ae Ra katakan pada hari itu (hari
perpisahan mereka): Jangan menggunakan
alasan tunjangan untuk menemuiku. Diam-diam pergilah dari kehidupanku. Ae
Ra mengingatnya. Jung Woo berkata jika ia meminta permintaan itu kepada Ae Ra
dan mengatakan Jadi diam-diam pergilah
dari kehidupanku, Na Ae Ra. Jung Woo pergi meninggalkan Ae Ra dan berkata
dalam hati: Bahkan jika uang yang
membuatmu kembali padaku, itu bukanlah cinta. Jung Woo tersenyum dan Ae Ra menggenggam
tangannya dan merasa sangat kesal.
Ae Ra menggerutu
tentang Jung Woo dan melihat gambar Jung Woo yang tertempel di dinding. Ae Ra
berkata pada gambar (Jung Woo) jika ia tidak memintanya uang, yang ia harapkan adalah
permintaan maaf dari Jung Woo karena telah membuat hidupnya begitu sulit dan
seharusnya Jung Woo juga mengatakan terima kasih padanya.
FLASHBACK
Jung
Woo sedang berjalan dan merenungkan kata-kata Ae Ra dan dirinya.
Ae
Ra : Hentikan! Hentikan itu!
Jung
Woo : Bukankah kita ini suami-istri? Bukankah kita berjanji untuk bersama-sama
melalui susah dan senang?
Ae
Ra : Tidak. Bagiku hubungan suami-istri berlaku hanya saat kau menafkahiku
bukan saat aku yang harus menyediakan makan (menafkahinya). Lewati saja
masa-masa sulit itu sendirian. Jangan menyeretku bersamamu.
Dari
balik pohon, Ae Ra melihat Jung Woo yang berjalan sedih, Ae Ra menatapnya sedih
dan kemudian menangis. Ae Ra menaiki bus dengan membawa kopernya dan ia pun
masih menangis.
FLASHBACK
END
Ae Ra menangis
mengingat kenangannya itu. Jung Woo sedang berdiri di dekat jendela dan
mengingat kenangannya juga.
FLASHBACK
Jung
Woo : Ada orang yang tertarik berinvestasi pada produkku dan responnya luar
biasa. Jika semuanya berhasil....
Ae
Ra : Hentikan! Hentikan itu! Mau sampai kapan kau berada pada level
pengembangan produk? Apa kau hanya akan mengeluarkan ide produk saja selama
hidupmu? 4 tahun sudah cukup. Tidak ada lagi harapan. Aku tidak bisa hidup
begini lagi.
Jung
Woo : Bukankah kita ini suami-istri? Bukankah kita berjanji untuk bersama-sama
melalui susah dan senang?
Ae
Ra : Tidak. Bagiku hubungan suami-istri berlaku hanya saat kau menafkahiku
bukan saat aku yang harus menyediakan makan (menafkahinya). Lewati saja
masa-masa sulit itu sendirian. Jangan menyeretku bersamamu.
Jung
Woo merasa kesal mengingat semua kata-kata itu hingga ia menggenggam keras
amplop ditangannya (surat perceraian kah?)
FLASHBACK
END
Jung Woo sedih
mengenang masa-masa itu dan bertanya apa sekarang benar-benar berakhir?
(hubungannya dengan Ae Ra).
Di rumah, Ae Ra
bercerita pada Min Young dengan kesalnya (sangkin kesalnya Ae Ra, saat ia duduk
ke tempat tidur, Min Young terpelanting ke bawah). Ae Ra berkata jika ia
diperlakukan seperti itu, ia tidak akan tinggal diam. Ae Ra berkata ia harus
membalasnya (Jung Woo) karena Jung Woo membuatnya mengalami kesulitan tapi ia
(Jung Woo) tidak mau mengakuinya dan Ae Ra berkata jika ia harus balas dendam.
Min Young bertanya bagaimana? Ae Ra menjawab jika ia harus merayu Jung Woo lagi
dan membayangkan jika Jung Woo memohon ampun kepadanya. Ae Ra juga membayangkan
jika Jung Woo sedang dimasukkan dalam tong dan Ae Ra memerintahkan anak buahnya
(seperti preman) untuk melemparkan tongnya ke sungai.
Min Young bertanya apa
Ae Ra sedang syuting film? Dan menyarankan agar Ae Ra balas dendam secara
realistis, jika Ae Ra ingin merayunya lagi dengan tujuan agar bisa menjatuhkan
Jung Woo, hal pertama yang harus dilakukan adalah Ae Ra harus bertemu dengan
Jung Woo lagi. Min Young bertanya apa Jung Woo orang yang mudah ditemui? Dia
sangat terkenal sekarang, apa dia mau menemui Ae Ra. Ae Ra langsung menjawab
jika ia harus menemuinya bagaimanapun caranya dan mengeluarkan kertas (yang ada
gambar Jung Woo tadi).
Min Young melihat
gambar Jung Woo (yang wajahnya telah Ae Ra coret-coret) dan berkata
kekanak-kanakan sekali. Ae Ra berkata bukan gambarnya tapi tulisan yang
dibawah, yaitu lowongan kerja. Ae Ra menjelaskan jika ia ingin balas dendam,
satu-satunya cara adalah dengan masuk ke perusahaannya Jung Woo (Dontalk). Min
Young dan Ae Ra beradu pendapat tentang lowongan kerja tersebut. Ae Ra pun
mengisi formulir pendaftarannya dan pada kolom pengalaman kerja, Ae Ra
mengetikkan semua pekerjaan yang pernah ia lakukan dan berkata jika kolomnya
kurang dan jika ia telah bekerja keras selama ini (sambil memegangi tangannya
sendiri).
Di kamar Seung Hyeon,
direktur Oh sedang mengisi formulir pendaftaran Seung Hyeon. Seung Hyeon
mendikte direktur Oh untuk mengisinya dan ketika akan mengirimnya, Seung Hyeon
berkata ia akan melakukannya tapi direktur Oh sengaja mengirimkannya duluan
sehingga membuat Seung Hyeon kesal.
Di Dontalk, Supervisor
Kang sedang menjelaskan tiga pilihan (A, B, dan C) pada rekan-rekannya. Ketua
tim menanyakan pendapatnya Pi Song Hee dan ia menjawab jika C adalah yang
terbaik tapi Ketua tim malah memilih yang A (spageti krem, Dongkatsu dan
bibimbap) karena hari itu ia ingin makan makanan Eropa yang kaya rasa dan mewah
(oh ternyata lagi diskusiin tentang makanan untuk mereka makan siang). Supervisor
Kang berkata jika pilihan A lebih dari $6 dan ia tidak bisa menghabiskan uang
sebanyak itu untuk makan siang karena keluarganya tinggal di luar negeri. Ketua
tim berkata jika ia yang akan membayar, supervisor Kang berterima kasih. Ketua
tim berkata mereka harus cepat pergi dan makan karena ia ada wawancara jam 1
siang nanti, Pi Song Hee bertanya bagaimana “kualitas air” anak-anak sekarang?
(maksudnya kemampuan dan keahlian para calon karyawan).
Ae Ra sedang menunggu
giliran dan nama Ae Ra dipanggil. Nama Guk Seung Hyeon juga dipanggil, Seung
Hyeon berlarian (karena baru datang) dan melihat syal yang dipakai Ae Ra (syal
yang nyangkut dipohon ketika Ae Ra membereskan barang-barangnya yang terjatuh
dan ditolong oleh Seung Hyeon tempo hari). Saat wawancara Ae Ra ditanyai
beberapa pertanyaan oleh empat pewawancara, Seung Hyeon yang duduk disebelahnya
selalu saja menahan tawanya (mendengus-dengus) ketika mendengar jawaban Ae Ra.
Ketua tim meminta Ae Ra untuk merekomendasikan fashionnya, Ae Ra memberikan
jawabannya (yang agak berlebih-lebihan memuji ketua tim hingga membuat Yeo Jin
menoleh ke arah ketua tim). Ketua tim senang mendengar jawaban Ae Ra dan
melingkari suatu kolom (memberikan penilaian yang baik) pada Ae Ra, Seung Hyeon
juga memberikan komentarnya tentang fashion ketua tim dan ketua tim juga
memberikan penilaian yang baik pada Seung Hyeon. Ae Ra dan Seung Hyeon
berlomba-lomba memuji ketua tim, ketua tim sangat senang tapi Yeo Jin tampak
kesal pada mereka (Ae Ra dan Seung Hyeon karena terlalu melebih-lebihkan ketua
tim).
Pada pertanyaan
terakhir, Ae Ra memberikan jawaban yang baik sehingga membuat Yeo Jin, ketua
tim dan juga Seung Hyeon merasa puas. Yeo Jin menoleh ke arah Seung Hyeon,
Seung Hyeon mengangguk. Setelah selesai wawancara, Ae Ra memanggil Seung Hyeon
dan memarahinya sambil bertanya kenapa ia terus mendengus-dengus ketika Ae Ra
berbicara (sambil memperagakannya hingga air ludahnya mengenai muka Seung
Hyeon). Seung Hyeon menjawab jika ia mengagumi Ae Ra karena ia berbicara dengan
baik. Ae Ra memberi nasehat pada Seung Hyeon dan Seung Hyeon berkata syal yang
Ae Ra kenakan itu cantik, Ae Ra mengira Seung Hyeon menggodanya.
Ae Ra menekan lift
dengan kesalnya, pintu lift terbuka. Ae Ra terkejut karena ternyata ada Jung
Woo di dalam lift, Jung Woo juga terkejut dan melihat kartu peserta Ae Ra dan
tampak kesal, Ae Ra masuk ke dalam lift dan Seung Hyeon melambaikan tangannya
pada Jung Woo tapi Jung Woo tidak meresponnya. Seung Hyeon menggerutu jika Jung
Woo berakting seperti orang asing dan bertanya apa semua orang seperti itu saat
mereka sukses?
Jung Woo dan Ae Ra
bertemu di taman. Ae Ra menjelaskan jika ia mendaftar (sebagai calon karyawan)
karena ia ingin mencari nafkah dan lebih memperhatikan nafkahnya dibandingkan
dengan harga dirinya. Jung Woo bertanya mengapa harus di perusahaannya, Ae Ra
menjawab ia tidak punya keahlian khusus, pendidikan ataupun koneksi dan
menjelaskan jika di perusahaan lain ia bahkan tidak bisa melewati review
lamaran dan ia akan pergi ke perusahaan lain setelah mendapatkan sertifikat
magang (oh ngelamar jadi anak magang toh :D), itu tak akan lama. Jung Woo
mengatakan jika itu masalahnya Ae Ra dan ia tidak ingin bertemu dengan Ae Ra
lagi dan pergi meninggalkan Ae Ra.
Ae Ra kesal mendengarnya
dan menasehati Jung Woo untuk tidak membiarkan masalah pribadi mempengaruhi
caranya memimpin perusahaan. Ae Ra berkata jika ia tahu Jung Woo bukanlah tipe
orang yang seperti itu, Jung Woo terdiam dan menoleh ke arah Ae Ra. Dalam hati
Ae Ra berkata: Dia akan berlutut. Dia
berlutut... Tiga.. Dua.. Jung Woo berkata ia tidak menginginkan itu. Ae Ra
bertanya apa yang Jung Woo inginkan terhadapnya? Berlutut di kakinya? Jung Woo
membenarkan dan bertanya apa Ae Ra tidak bisa melakukannya? Ae Ra berusaha
untuk berlutut dan berbicara (dalam hati dengan dirinya sendiri) jika lutut
digunakan untuk berlutut dan menyuruh kakinya sendiri untuk berlutut, tapi ia
masih belum bisa berlutut hingga ia menepuk pahanya beberapa kali tapi masih
juga tidak bisa. Jung Woo melihat Ae Ra (yang sedang berusaha untuk berlutut
tapi belum bisa melakukannya juga) dan tersenyum lalu pergi meninggalkan Ae Ra.
Ae Ra melihat Jung Woo pergi lalu ia berhenti berusaha (untuk berlutut) dan
segera pergi juga.
Yeo Jin dan semua
pewawancara keluar dari ruangan. Yeo Jin berkata jika ia ingin memilih orang
yang bisa langsung ditempatkan untuk bekerja dan menanyakan pendapat Ketua Tim
Wang tentang siapa yang lebih disukainya. Ketua Tim Wang menjawab siapapun yang
dipilih oleh direktur (Yeo Jin) maka ia akan mempercayai dan mengikutinya (Yeo
Jin). Yeo Jin berkata jika pegawai magang akan bekerja dibawah ketua tim Wang,
jadi ia harus memberikan pendapat. Ketua tim Wang berkata timnya berkaitan
tentang pemasaran jadi penampilan itu penting, tidak apa-apa jika wanita dan
bertanya bagaimana jika pria? Dan menanyakan pendapat Yeo Jin mengenai yang
mana lebih disukainya (wanita/pria)? Yeo Jin menjawab menurutnya yang terbaik
adalah melihat dari pendidikan dan usianya dan menyuruh ketua tim Wang untuk
membuat daftar berdasarkan nilainya dan kirimkan ke kepala sekretaris serta
menyuruh ketua tim Wang untuk mengatakan pada kepala sekretaris kalau kita
menunggu persetujuan akhir dari CEO (Jung Woo). Ketua tim Wang mengiyakan.
Asisten
Jung Woo membawa bunga ke ruangan Jung Woo. Jung Woo bertanya ada apa dengan
anggrek itu? Asisten menjawab jika itu adalah kiriman dari Tae Wan Hyung. Jung
Woo bertanya mengapa ia mengirimkannya? Asisten menjawab menurutnya itu karena
persahabatan lama mereka dan dia adalah salah satu anggota pendiri perusahaan
ini (Dontalk), asisten juga menyayangkan Tae Wan hyung (hyung=panggilan pria
yang lebih tua dipanggil oleh pria yang lebih muda) yang tidak beruntung karena
jika ia bertahan lebih lama (bekerja di Dontalk) maka ia sudah menjadi wakil
CEO, Tae Wan hyung tidak bisa menunggu lebih lama dan harus pindah ke
perusahaan yang lebih besar. Asisten juga berkata menurutnya Tae Wan hyung
ingin kembali ke perusahaan kita (Dontalk). Jung Woo bertanya atas izin siapa?
Siapa bilang aku akan menerimanya?!
Jung
Woo pun ingin asisten menyampaikan ucapannya pada Tae Wan: Kau harus bekerja melalui susah dan senang bersama-sama. Baru kemudian,
kau bisa menikmati buah (hasil) dari
kesuksesan.(sepertinya kata-kata itu bukan hanya cocok dikatakan untuk Tae
Wan tapi juga untuk Ae Ra deh ya, hehe). Asisten membenarkan dan berkata jika
Tae Wan hyung tahu bahwa Jung Woo menghargai dan menekankan pada kepercayaan
dan janji. Asisten pun menyerahkan daftar calon pegawai magang pada Jung Woo (oh
asisten ini alias L Infinite di drama ini jadi kepala sekretaris toh, mulai
sekarang saya akan memanggilnya kepala sekretaris ya). Jung Woo memeriksanya
dan melihat resume Ae Ra, Jung Woo kesal jadi ia meremas resume Ae Ra dan
membuangnya di tong sampah.
Di
rumahnya, Ae Ra menggerutu kesal dan mengatakan jika ia hancur! Hancur! Min
Young bertanya apa Jung Woo tahu Ae Ra pergi wawancara? Ae Ra menjawab jika ia
bertemu dengannya tadi. Min Young terkejut dan bertanya apa Ae Ra berlutut dan
memohon pada Jung Woo? Ae Ra menjawab ya begitulah dan berkata jika ia begitu
menyedihkan dan malang. Ae Ra juga menjelaskan jika Cha Jung Woo sekarang
benar-benar berubah karena ia (Jung Woo) dulu adalah orang udik yang tidak tahu
bagaimana untuk menolak tapi sekarang dia seperti sekeras paku, dia bahkan
tidak akan berdarah kalau kau menusuknya. Min Young berkata manusia itu
bukanlah manusia jika tidak berubah (maksudnya wajar kalo manusia berubah).
Ae
Ra menggerutu saat Jung Woo bekerja begitu baik apa saja yang telah
dikerjakannya (Ae Ra) dan berkata hidupnya hanya sia-sia. Min Young membela Ae
Ra dengan mengatakan bahwa tak ada orang yang hidup sedinamis Ae Ra dan
menyuruh Ae Ra makan seladanya serta melupakan hal itu. Min Young berpendapat
jika perusahaan itu (Dontalk) tidak cocok untuk Ae Ra. Ae Ra membenarkan.
Di
restoran ibu Ae Ra kedatangan temannya yang ingin menjodohkan Ae Ra dengan pria
yang dikenalnya. Teman ibu Ae Ra itu menjelaskan jika pria itu adalah seorang
PNS, punya rumah sendiri, dia benar-benar pria baik, sudah cerai tiga tahun, ia
punya dua anak, anaknya baik-baik, yang paling kecil masih TK dan sopan. Ibu Ae
Ra hanya menghela nafas (sepertinya kecewa karena pria itu sudah punya anak). Tiba-tiba
ayah Ae Ra datang dan menunjukkan sebuah majalah dimana terdapat wajah Jung
Woo. Ayah Ae Ra menjelaskan jika itu adalah mantan menantunya, pengusaha
terbaik tahun ini! Pria yang paling diinginkan untuk diajak berkencan oleh para
wanita, orang ini adalah menantuku dulu! Teman ibu Ae Ra berkata ia bermaksud
(menjodohkan Ae Ra dengan pria tadi) untuk ingin tahu jika ibunya Ae Ra
tertarik dan meminta izin untuk segera pergi.
Ibu
Ae Ra marah-marah kepada ayah Ae Ra dan bertanya apa ia (ayah Ae Ra) tidak tahu
seberapa menderitanya Ae Ra karena Jung Woo? Ayah Ae Ra menunjukkan majalah itu
dan berkata jika Jung Woo adalah pengusaha yang memenuhi syarat dan masih
single (tidak punya kekasih). Ibu Ae Ra menyuruh ayah Ae Ra untuk berhenti
bermimpi (berharap Ae Ra dan Jung Woo bakal bersama lagi) dan bertanya mengapa
pria sesukses Jung Woo mau berkencan dengan Ae Ra lagi? Ibu Ae Ra berkata
mimpinya (ayah Ae Ra) terlalu besar. Ayah Ae Ra berkata salah satu kebahagiaan
dalam hidup adalah kita tidak pernah tahu mengenai takdir apa yang sedang
menunggumu!
Ae
Ra melamar sebagai guru TK dan sedang diwawancarai. Namun ditolak karena jika
Ae Ra diterima maka ia (pewawancara tadi) akan mendapat masalah jika
merekomendasikan seorang janda untuk posisi guru pra-sekolah (TK) dan
menjelaskan jika ibu-ibu tidak menyukai seorang janda karena akan mempengaruhi
pendidikan anaknya. Lalu Ae Ra juga melamar di tempat lain, tapi Ae Ra mengaku
belum pernah menikah (apalagi bercerai). Pewawancaranya itu seorang pria agak
tua yang genit, ia senang mendengar Ae Ra belum menikah dan mendekati Ae Ra
serta memegang paha Ae Ra. Ae Ra bergegas keluar dengan kesalnya.
Ae
Ra mendapat telpon dan ia mengangkatnya dengan kesal (karena terbawa emosi oleh
pewawancara tadi). Ae Ra terkejut saat mendengar informasi dari penelpon itu,
lalu ia masuk kembali ke ruangan pewawancara tadi dan menyuruhnya untuk memukul
Ae Ra. Pewawancara tadi heran dan juga takut (karena sikap Ae Ra yang mendadak
seperti itu) hingga ia pergi dari ruangannya. Ae Ra berteriak memanggil pria
itu dan berkata dengan kegirangannya bahwa ia berhasil.
Min
Young melihat monitor laptop (ada wajah Jung Woo dan tulisan-tulisan semacem
pemberitahuan gitu) dan berkata luar biasa serta bertanya bagaimana Ae Ra bisa
masuk bahkan sebagai pegawai magang? Ae Ra menjawab seharusnya Min Young
melihatnya saat wawancara karena ia sangat bagus dan berbicara dengan sangat
baik. Min Young memberi selamat dan bertanya apa Jung Woo merasa kasihan pada
Ae Ra dan membantunya sedikit?
FLASHBACK
[Di malam wawancara Ae Ra]
Jung
Woo sedang membaca buku dan ia teringat kata-kata Ae Ra sebelumnya yang
menanyakan apa yang diinginkan Jung Woo darinya? Apa Ae Ra harus berlutut? Jung
Woo membenarkan dan bertanya apa Ae Ra tidak bisa? Jung Woo seakan sedih
mengingatnya.
Kepala
sekretaris sedang bersantai sambil menonton televisi. Kebetulan acara yang
ditontonnya itu adalah acara yang dibintangi Ae Ra sebelumnya (dimana Ae Ra
menjadi wanita no 2). Awalnya kepala sekretaris tak menyadari bahwa wanita yang
ditontonnya itu adalah Ae Ra, tapi lama-kelamaan ia menyadarinya juga. Kepala
sekretaris celingak-celinguk mencari remote tv tapi tak ketemu.
Dari
atas (lantai 2), Jung Woo melihat tingkah kepala sekretaris dan bertanya apa ia
(kepala sekretaris) menonton sesuatu yang erotis? Kepala sekretaris berusaha
menutupi layar tv (agar tak kelihatan oleh Jung Woo karena ada Ae Ra disana).
Jung Woo segera turun ke lantai satu dan berkata untuk membiarkannya ikut
menonton.
Kepala
sekretaris dan Jung Woo sedang menonton acara Ae Ra, kepala sekretaris sesekali
menoleh ke arah Jung Woo. (Yang tulisannya Italic itu kata-kata dari tv ya).
Ae Ra (sedang diwawancarai) : Aku
dulu hidup bahagia. Kebahagiaan yang kau dapat karena memiliki seseorang yang
menjagamu. Aku tidak memiliki pengalaman untuk waktu yang lama.
Jung
Woo mendesah dan kepala sekretaris bertanya ada apa dengan wanita itu (Ae Ra)?
Jung Woo menjawab siapa yang peduli? Kepala sekretaris bertanya apa Jung Woo
sungguh baik-baik saja? Jung Woo menjawab tentu saja dan tidak apa-apa selama
dia (Ae Ra) tidak mengutuknya.
Ae Ra : Selama pernikahan, dulu
sangat sulit bagiku.. Kenapa aku harus bertemu seseorang seperti dia? Bahkan di
kehidupanku yang berikutnya, aku tidak pernah ingin bertemu dengan mantan
suamiku. Sekarang.. aku ingin hidup bahagia mulai sekarang.
Narasi : Kita berharap dia
menemukan kebahagiaannya.
Jung
Woo terkejut mendengar kata-kata Ae Ra tersebut dan ia hanya diam terpaku.
Kepala sekretaris juga terdiam dan menoleh ke arah Jung Woo. Jung Woo pun
tertawa dan terdiam sedih. Lalu ia bergegas ke kantornya dan mengambil resume
Ae Ra (yang sebelumnya telah ia buang di tong sampah tapi dipungutnya kembali)
dan meletakkannya kembali ke dalam map yang berisi daftar calon pegawai magang.
Jung Woo mengingat kata-kata Ae Ra (saat diwawancarai di acara tv sebelumnya)
yang mengatakan bahwa ia tidak akan mau untuk bertemu dengan mantan suaminya
lagi (tujuan Jung Woo menerima Ae Ra untuk bekerja di perusahaannya adalah agar
Ae Ra bisa bertemu lagi dengannya padahal sebelumnya berkata tidak ingin
bertemu).
FLASHBACK END
Direktur
Guk memberi saran pada direktur Oh bahwa sekali kau menetapkan tujuan, kau
harus mencapainya dengan segala yang kau miliki dan bersiaplah menghadapi
kematian jika kau tidak mencapai tujuanmu serta berkomentar bahwa direktur Oh
kurang konsentrasi di akhir meskipun ia telah mengajarinya. Direktur Oh berkata
ia akan melakukannya dengan lebih baik dan berhasil menyingkirkan dua buah batu
milik direktur Guk (batu? Semacem permainan catur tapi di atasnya itu hanya
batu-batu polos saja). Direktur Oh tertawa kegirangan dan segera meminta maaf
pada direktur Guk.
Seung
Hyeon berteriak kesenangan karena ia berhasil (diterima di Dontalk, yaiyalah
kan ada kakaknya sendiri dan juga gurunya) dan segera memeluk ayahnya. Direktur
Oh menyarankan untuk mengadakan pesta perayaan, direktur Guk tidak setuju
karena menurutnya itu tidak masuk akal. Seung Hyeon meminta ayahnya untuk
memujinya‘Bagus sekali, ayah sangat
bangga padamu. Kau memberi ayah harapan untuk hidup.’ Direktur Guk bertanya
Seung Hyeon mirip siapa sampai minta dipuji seperti itu?
Di
luar rumah, Seung Hyeon protes pada Yeo Jin dan bertanya apa ia anak tidak sah?
Karena tidak diperbolehkan memanggil ayahnya sendiri dengan kata ‘ayah’ dan
‘noona’ pada kakakku? Dan bertanya pada Yeo Jin apa ini idenya agar Seung Hyeon
menutup mulutnya di kantor? Yeo Jin menjawab jika Seung Hyeon dapat perlakuan
istimewa sejak awal, maka ia tidak bisa belajar bekerja dengan benar. Seung
Hyeon membenarkan dan protes jika ia sulit menyembunyikan fakta bahwa ia adalah
anak orang kaya. Yeo Jin menasehati Seung Hyeon untuk tidak menyebabkan masalah
apapun dan bertahan selama tiga bulan (hingga masa magang berakhir) dan setelah
selesai magang, ia akan menunjuk Seung Hyeon sebagai ketua tim dari tim desain.
Seung Hyeon mengejar kakaknya dan berkata bahwa Yeo Jin bisa menurunkannya 100
meter sebelumnya (sebelum sampai di perusahaan). Yeo Jin berkata pada Seung
Hyeon untuk mencari jalannya sendiri (menolak pergi bersama). Seung Hyeon
mencoba masuk ke mobil kakaknya, tapi mobilnya segera melaju. Seung Hyeon
berkomentar bahwa Yeo Jin tegas sekali dan itu bagus karena itu akan mempermudahnya
untuk menyebabkan masalah dan berkata jika Seung Hyeon akan membuat mereka (Yeo
Jin dan ayahnya) menyerah terhadapnya dalam waktu tiga bulan masa magangnya
karena ia bukan tipe orang kantoran.
Orang-orang
sedang menunggu lift (termasuk Ae Ra dan Pi Song Hee) dan sedang membicarakan
CEO (Jung Woo). Beberapa diantaranya berkata jika ia lulus dengan girangnya dan
salah seorang dari mereka bertanya kenapa CEO, orang yang sebaik itu, tidak
mempunyai kekasih? Ada juga yang bertanya apa dia (Jung Woo) tidak punya waktu
untuk itu (berkencan)? Seseorang menjawab jika CEO tidak melakukan apapun
selain bekerja, tidur dan makan di sini (perusahaan). Yang lain bertanya jika
CEO benar-benar misterius, kenapa dia menyendiri selama tiga tahun setelah
bercerai? Pi Song Hee berpendapat jika itu ide benar-benar bagus untuk
menemukan seseorang di dalam perusahaan. Ae Ra secara spontan berkata apa yang
keren dari dia (CEO)? Serentak semuanya menoleh pada Ae Ra. Pi Song Hee
bertanya (dengan nada kesal) apa Ae Ra membicarakan CEO? Ae Ra menjawab tidak,
dia hanya memikirkan seseorang di kepalanya yang pastinya bukan CEO. Pi Song
Hee menatap sinis pada Ae Ra.
Ketua
tim Wang menyuruh semuanya untuk berkumpul karena ia akan mengenalkan pegawai
magang baru. Yang pertama adalah Edward (nama Inggrisnya Seung Hyeon) dan nama
Koreanya adalah Guk Seung Hyeon. Seung Hyeon memperkenalkan diri dan ketua tim
Wang juga demikian (nama lengkap ketua tim Wang itu adalah Wang Ji Hyeon).
Ketua tim Wang berkata Seung Hyeon memberi kesan yang mendalam saat wawancara,
Seung Hyeon menjawab jika ketua tim Wang juga karena gaya dan figurnya luar
biasa yang langsung membuat Ae Ra dan semuanya menoleh ke arahnya, ketua tim
Wang sangat senang mendengarnya. Ketua tim Wang juga memperkenalkan Na Ae Ra. Satu
per satu orang berjabat tangan dengan keduanya (Guk Seung Hyeon dan Na Ae Ra).
Pi
Song Hee bertanya berapa umur Ae Ra pada supervisor Kang (karena untuk ukuran
pegawai magang, Ae Ra termasuk ketuaan). Supervisor Kang menjawab ia tidak tahu
dan mungkin awal 30-han. Pi Song Hee berkata ia bisa gila karena ada pegawai
baru yang usianya 10 tahun lebih tua dari senior (Pi Song Hee). Pi Song Hee
menawarkan diri untuk jadi pembimbing pegawai magang, Ae Ra terkejut dan
berusaha bersembunyi dari balik badan Seung Hyeon dan Song Hee melihat ke arah
Ae Ra.
Supervisor
Kang memberikan kopi kepada ketua tim Wang dan berkata ia akan melatih pegawai
magang baru dengan baik. Ketua tim Wang menyuruh supervisor Kang untuk
melakukan pekerjaannya saja dengan benar, dan bertanya daripada menghabiskan
waktu untuk membeli kopi bukankah kau lebih baik mengerjakan grafik proyeksi
sekali lagi sebagai gantinya. Supervisor Kang mengiyakan dan ketua tim Wang
pergi. Supervisor Kang menggerutu bahwa seseorang yang lebih muda 5 tahun
darinya (ketua tim Wang) begitu kejam dan tidak sopan.
Seung
Hyeon berkata pada Ae Ra jika mereka sudah ditakdirkan karena mereka berada
dalam tim yang sama dan ia pikir ‘nafas’ (kepribadian/gaya) mereka juga cocok
maka mereka harus coba yang terbaik bersama-sama. Na Ae Ra berkata jika Seung
Hyeon bersikap terlalu ramah kelihatannya sedikit memberatkan. Seung Hyeon
bertanya benarkah? Lalu apa ia harus berkencan dengan Ae Ra? Tunggu sebentar,
aku akan memikirkannya karena aku tidak segampang itu (haha lucu yah si Seung
Hyeon :D). Ae Ra hanya terbengong mendengarnya dan mengumpat nama Edward Guk
yang seperti ‘Egumoni’ (oh tuhanku).
Jung
Woo mondar-mandir dengan gelisah, sesekali melihat jam tangannya.
Jung
Woo : Hei, tadi kau bilang orientasi pegawai barunya jam berapa?
Kepala
sekretaris : Uh, kurasa mungkin dimulai jam 10. Kalau sekarang, mereka baru
saja selesai memperkenalkan perusahaan dan berkumpul di lobi. (sambil main
game).
Jung
Woo melihat jam tangannya dan kepala sekretaris bertanya apa Jung Woo ingin
melihatnya? (orientasi pegawai baru) Jung Woo membantahnya dengan berkata
mengapa ia harus pergi ke sana? (padahal iya pengen liat kan? Lebih tepatnya
ngeliat Ae Ra kan? Hayo, hayo ngaku aja pak CEO, haha).
Jung
Woo dan beberapa orang bawahannya sedang berjalan. Saat di lobi, semua orang
berkumpul dan ada seorang yang mengabsennya. Jung Woo menyuruh mereka untuk
tidak menghiraukannya dan melakukan pekerjaannya saja. Jung Woo menoleh ke arah
Seung Hyeon sambil tersenyum (yang dari tadi melambaikan tangannya sambil
memanggil-manggil Jung Woo dengan sebutan hyung pastinya). Ae Ra mengira Jung
Woo menoleh ke arahnya dan Jung Woo tersenyum (padanya)?? Apa dia menyadari
kehadiranku?? tanya Ae Ra dalam hati. Ae Ra berusaha tersenyum dan setelah Jung
Woo tidak melihatnya lagi, ia tersenyum senang. Sebelum naik mobil, Jung Woo
melihat ke jendela (banyak orang sedang melihat kepergiannya, termasuk Ae Ra)
dan tersenyum kecil.
Di
dalam kantor, salah seorang karyawan bertanya mengapa CEO menyuruh kita ke
sini? Seseorang menjawab CEO bersikap aneh karena dia tipe orang yang biasanya
benci hal-hal semacam itu.
Di
dalam mobil, Jung Woo senyam-senyum sendiri. Kepala sekretaris bertanya mereka
akan kemana (oalah, ini ceritanya mereka gak tau mau kemana? Asal keluar kantor
saja demi ngeliat Ae Ra, haha :D). Jung Woo menjawab pergi makan. Kepala
sekretaris bertanya lagi, kalau Jung Woo cuma mau makan, kenapa menyuruh semua
sekretaris berdiri di sana tadi? Jung Woo balik bertanya apa ia tidak boleh
menyapa para sekretaris saat ia pergi makan? Kepala sekretaris mendesah dan
Jung Woo mendapat telpon. Jung Woo menyuruh putar balik dan kembali ke kantor.
Di
kantor, ternyata ada masalah pada bagian keamanan karena ada seseorang yang
mencoba merusak sistem atau mencuri informasi. Kepala keamanan berpendapat
mungkin orang itu adalah seseorang di dalam perusahaan. Jung Woo menjawab jika
ia percaya pada pegawainya dan menyuruh kepala keamanan untuk menghentikan
semua penyelidikan internal.
Di
rumah, Ae Ra sedang berlatih yoga dan mengatakan bahwa Jung Woo sedang
ragu-ragu. Min Young bertanya pada Ae Ra apa mereka (Ae Ra dan Jung Woo) adalah
selebriti yang putus setelah berkencan selama 6 bulan? Kalian berpisah setelah
mengatakan kalau kalian tidak ingin melihat satu sama lain lebih terluka lagi. Min
Young bertanya apa Jung Woo ragu-ragu karena Ae Ra menunjukkan sedikit air
mata? Dan berkata jika Ae Ra selalu melakukan sesuatu sesuai dengan caranya. Ae
Ra membantahnya dan berkata saat ia (Ae Ra) pertama melihatnya (Jung Woo)
betapa dinginnya dia, kan? Dibandingkan dengan itu, sekarang jauh lebih hangat
(maksudnya sikap Jung Woo jauh lebih baik daripada pertama kali bertemu dengan
Ae Ra di kantor polisi), karena hari ini saat dia lewat, dia memberi Ae Ra
senyuman (waktu Jung Woo mau makan siang & seluruh sekretaris berkumpul di
lobi), Ae Ra juga berkata Jung Woo hidup sendirian selama 3 tahun dan tidak
memiliki kekasih (sambil tersenyum puas, jangan-jangan masih ngarep ya, hehe).
Min
Young bertanya apa Ae Ra memimpikan sesuatu yang besar? Misalnya menjadi istri
seorang CEO (istri Jung Woo). Ae Ra menjawab jika ia (Jung Woo) memberinya (Ae
Ra) kesempatan dan Ae Ra pun mulai membayangkannya.
Dalam bayangan Ae Ra:
Ae Ra sedang membuang sampah, Jung
Woo dan sekretarisnya berjalan menaiki tangga dan melihat Ae Ra. Ae Ra melihat
Jung Woo dan berlari ke atap (sambil menangis). Jung Woo mengejar Ae Ra, Ae Ra
terjatuh dan Jung Woo memarahinya dengan bertanya apa yang Ae Ra lakukan di
sini? (perusahaannya). Ae Ra meminta maaf dan menjelaskan bahwa tempat ini
(perusahaan Jung Woo) adalah satu-satunya tempat dimana Ae Ra bisa mendapatkan
pekerjaan dan ia bekerja untuk mencari nafkah. Ae Ra berkata ia akan berhenti
bekerja agar ia tak membuat Jung Woo khawatir. Ae Ra berdiri dan berjalan pergi
meninggalkan Jung Woo.
Ae
Ra : Pertama-tama aku akan keluar, lalu akan mundur ke belakang. Kemudian... (Dalam bayangan Ae Ra: Ia terjatuh lagi dan
Jung Woo menghampirinya. Jung Woo melihat kaki Ae Ra berdarah. Ae Ra
menyuruhnya untuk tidak mengkhawatirkan seseorang seperti dirinya karena ia
baik-baik saja dan pergilah. Jung Woo mencegah Ae Ra pergi dan bertanya apa
maksud Ae Ra baik-baik saja? Ae Ra menangis dan Jung Woo menyuruhnya ke rumah
sakit. Jung Woo menggendong Ae Ra, Ae Ra menangis dan Jung Woo menyuruh Ae Ra
untuk berhenti menangis).
Min
Young : Itu benar. Jung Woo benar-benar baik. Meskipun sekarang kalian adalah
orang asing, dia tetap memberikanmu tunjangan.
Ae
Ra : Kau mau mati?
Min
Young : Aku merasa dia akan jatuh cinta padamu lagi. Kasihan dia (Jung Woo,
haha ini temennya Ae Ra apa temennya Jung Woo? Haha tapi ada benernya juga sih
ya, Min Young terlalu jujur yah :D)
Ae
Ra : Kau...?! Siapa yang kasihan?! Apa kau benar-benar akan mengatakan hal
seperti itu? Hey, kau wanita jahat... (sambil mencekik Min Young, ini yang
lebih jahat siapa? Perasaan Ae Ra deh karena dia mencekik teman sendiri,
kasihan Min Young).
Seung
Hyeon dan Jung Woo bertarung (dalam judo seperti Young Do dan ayahnya di The
Heirs). Jung Woo mengalahkan Seung Hyeon dan bertanya mengapa ia menelpon Jung
Woo tengah malam? Pikiranmu ditempat lain, itu merusak kesenangan (tidak fokus
pada judonya karena memikirkan hal lain, sehingga bisa cepet dikalahkan oleh
Jung Woo). Jung Woo membantu Seung Hyeon bangkit dan bertanya apa terjadi
sesuatu? Seung Hyeon menjawab ketika ia pulang ke rumah, ia teringat masa lalu.
FLASHBACK
Ibu
Seung Hyeon sedang bermain piano, Jung Woo menghampiri ibu Seung Hyeon. Ibu Seung
Hyeon bertanya apa ia mahasiswa Cha Jung Woo? Dan menyuruhnya ke lantai dua.
Seung
Hyeon sedang bermain gitar dan Jung Woo sedang duduk di kursi belajar. Jung Woo
menoleh ke arah Seung Hyeon, Seung Hyeon menyuruh Jung Woo menyelesaikan
soal-soal yang ada di meja itu (soal Olimpiade matematika SMA). Jung Woo mulai
mengerjakannya.
Setelah
selesai, Jung Woo menunjukkannya pada Seung Hyeon. Seung Hyeon memeriksanya dan
berkata bahwa Jung Woo bagus dan ia (Jung Woo) lulus! (sambil tersenyum puas)
Jung Woo tersenyum gembira lalu ia tersadar dan terdiam sambil menoleh ke arah
Seung Hyeon.
FLASHBACK END
Seung
Hyeon dan Jung Woo tertawa bersama saat mengingat kenangan masa lalu itu. Seung
Hyeon berkata ia berpikir Jung Woo akan marah dan pergi ketika ia melakukan
itu. Jung Woo membenarkan bahwa ia marah tapi semangat bersaingnya meningkat. Dan
mereka pun mengobrol-ngobrol tentang masa lalu.
Seung
Hyeon : Tetap saja, bagaimana bisa orang dewasa mengajari anak kecil Judo
sambil memukulinya?
Jung
Woo : Hey, dulu kau sangat berantakan!
Seung
Hyeon : Apa? Kau mau mulai lagi? (judo) Aku tidak akan membiarkanmu menang
dengan mudah kali ini.
Jung
Woo : Lihat dirimu! Kau tidak menyesali ini? Kau belum puas dipukuli, huh?
Lalu
mereka berguling-gulingan.
Ae
Ra datang ke kantor dengan tergopoh-gopoh (sepertinya telat deh ya). Pi Song
Hee langsung menghampiri Ae Ra, Ae Ra menyapanya dan Pi Song Hee membalas
sapaannya. Pi Song Hee berkata jika ia menunggu Ae Ra karena ada sesuatu yang
harus di lakukannya. Ae Ra mengangkat galon (oh ini toh yang disuruh oleh Pi
Song Hee, kelewatan yah). Pi Song Hee mengawasinya, Supervisor Kang datang dan
melihat Ae Ra. Ae Ra berkata tidak apa-apa dan ia hampir selesai jadi tidak
usah dibantu. Supervisor Kang memuji Ae Ra yang benar-benar kuat, berbeda dari
penampilannya dan berkata jika Ae Ra yang terbaik dan kerja bagus kemudian
supervisor Kang pergi. Ae Ra melihat supervisor Kang (yang dikiranya mau bantu
padahal cuman mau memujinya saja, haha). Pi Song Hee memuji Ae Ra yang benar-benar
kuat dan berkata untuk bertanggung jawab soal air minum (menyuruhnya untuk
mengangkat galon terus) dan menyuruh Ae Ra untuk mencuci gelas miliknya serta
menyuruh Ae Ra untuk membeli stoking untuknya (wah Pi Song Hee ini keterlaluan
ya, karena Ae Ra ditindas sampe segitunya, dia sengaja melakukannya karena
masih kesel sama Ae Ra yang ngatain CEO apa karena emang karakternya begitu ya?
:D).
Pengantar
galon datang dan meminta maaf pada Ae Ra karena telah melakukan pekerjaannya
(mengangkat galon). Pengantar galon itu bergegas pergi dan mengambil kartu
pegawai milik Ae Ra. Seung Hyeon datang dan selewatan dengan pengantar galon
tadi, Seung Hyeon melihat pengantar galon itu memasukkan sesuatu ke saku
bajunya.
Ae
Ra memanggil Seung Hyeon (mulai sekarang ditulis Seung Hyun saja ya) dan
menasehatinya. Ae Ra berkata jika ia mengatakan semua yang akan dikatakannya
karena mengkhawatirkan Seung Hyun dan menganggapnya dongsaeng (adik): Kau harus bersikap seperti pegawai baru. Datanglah
30 menit lebih awal dan kalau ada gelas atau apapun itu, bersihkan dengan baik.
Jika pendingin airnya kosong, kau harus menggantinya. Bukankah kau seharusnya
begitu? Pegawai baru yang minum kopi mahal dan datang tepat di jam kantor,
siapa yang akan menyukaimu? Seung Hyun menjawab iya. Ae Ra merasa kesal dan
bertanya apa Seung Hyun menganggapnya bercanda? Seung Hyun menjawab tidak
melainkan hatinya berdebar-debar karena Ae Ra sangat mengkhawatirkannya
pagi-pagi begini. Seung Hyun tersenyum dan pergi meninggalkan Ae Ra.
Ae
Ra di minimarket dan menggerutu karena disuruh membeli stoking dan tentang Jung
Woo. Apa kau pikir aku kerja untuk
mengurusi stokingmu? Cha Jung Woo... Aku bahkan tidak bisa bicara dengannya,
apalagi merayunya. Tapi kenapa dia menerimaku? Dia benar-benar terlihat
seolah-olah akan menggagalkanku. Dia memang begitu, benar begitu. Bahkan jika
ia bicara begitu kasar, dia masih memiliki perasaan terhadapku. Tunggu, ini
bukan waktunya aku melakukan ini. Jika aku tidak bisa menemuinya secara tidak
sengaja, maka aku akan membuat alasan untuk bertemu. Ae Ra mengeluarkan
ponselnya dan mengetik sesuatu.
Jung
Woo sedang bekerja di ruangannya. Tiba-tiba ada pesan masuk yang ternyata dari
Ae Ra. Ada sesuatu yang harus kukatakan.
Bisakah kau menemuiku sebentar? Ae Ra sedang duduk di bangku atap dan menunggu
Jung Woo sambil celingak-celinguk. (kali ini bukan di taman seperti biasanya
melainkan di atap Dontalk). Jung Woo sudah berada di atap tapi ia tidak
menghampiri Ae Ra melainkan hanya menelponnya saja.
Ae
Ra : Oh, kau sudah datang?
Jung
Woo : Katakan.
Ae
Ra : Apa kau sangat sibuk? Tadinya aku berpikir untuk pergi ke kantormu, tapi
orang-orang akan melihat jadi.... (Ae Ra melihat Jung Woo dan langsung berdiri)
Oh kau disana?
Jung
Woo : Jangan mendekat. Tetaplah disana. (Jung Woo langsung bersembunyi di balik
dinding). Kau pasti lupa, tapi aku adalah CEO dan kau adalah pegawai magang.
Kita tidak bisa bicara bertatap muka di dalam perusahaan.
Ae
Ra : (tampak kecewa dan kembali duduk) Aku mengerti. Aku akan langsung saja. Pertama,
terima kasih karena sudah menerimaku. Aku ingin mengatakan itu.
Jung
Woo : Kau tidak perlu berterima kasih! Kurasa kau salah paham, tapi aku tidak
bertanggung jawab dalam penerimaan pegawai magang. Itu bukanlah posisi penting.
Aku bukan orang yang punya banyak waktu luang. (padahal untuk ukuran CEO, Jung
Woo punya banyak waktu luang kok, buktinya dia sempet-sempetnya nonton acara Ae
Ra dan juga bela-belain ke kantornya lagi demi masukin resume Ae Ra di daftar
calon pegawai magang, hehe).
Ae
Ra : Bagaimanapun, terima kasih.
Jung
Woo : Kalau kau sudah selesai... (Jung Woo akan pergi meninggalkan Ae Ra)
Ae
Ra : Tunggu! Tunggu! Tunggu!
Jung
Woo : Ah, sekarang apa? (Jung Woo yang tadinya mau pergi langsung kembali
lagi).
Ae
Ra : Selagi aku bekerja di perusahaan ini, orang-orang bisa tahu soal hubungan
kita. Aku khawatir soal apa yang harus kita lakukan setelahnya.
Jung
Woo : Itu tidak akan keluar dari mulutku, jadi kau berhati-hatilah. Karena aku
tidak ingin ada kesalahpahaman yang tak berguna.
Ae
Ra : Jangan khawatir. Aku tidak akan pernah mengatakan kalau aku bercerai
denganmu. Aku bahkan tidak akan pernah mengatakan kalau aku mengenalmu. Aku
akan mengunci mulutku (Ae Ra memperagakan tangannya yang mengunci mulutnya
seperti yang dilakukan di drama 49 Days oleh pemeran utama cewek *lupa namanya
di drama, karakter itu diperanin oleh Nam Gyu Ri*).
Jung
Woo : (melihat Ae Ra) Okay. Pasti sulit bagimu untuk terus bekerja disini jika
orang mengetahui soal kita. Jadi tolong berhati-hati (maksudnya menjaga ucapan
Ae Ra supaya perceraian mereka tetap menjadi rahasia).
Jung
Woo pergi meninggalkan Ae Ra, Ae Ra berusaha mencegahnya namun Jung Woo tetap
pergi. Ae Ra merasa kesal dan mengatakan Jung Woo bajingan.
Di
ruangannya, Jung Woo juga menggerutu. Jung Woo berkata seharusnya ia tidak
pergi (datang menemui) saat si pegawai magang itu (Ae Ra) menelponnya. Jung Woo
melempar ponselnya. Kepala sekretaris menangkapnya (ponsel Jung Woo). Jung Woo
menyuruh kepala sekretaris untuk menghapus nomor ponselnya itu, kepala
sekretaris terkejut.
Soo
Chul berlarian masuk ke restoran ibunya dan berkata ada berita besar. Ibu dan
ayahnya menoleh ke Soo Chul. Soo Chul berkata (terbata-bata, entah karena
terkejut atau karena kecapekan saat lari tadi :D) Na Ae Ra....Di perusahaan menantu Cha.... (Cha Jung Woo). Ayah
bertanya apa Ae Ra menyalakan api di sana (membakar perusahaan Jung Woo
maksudnya, haha ada-ada aja si ayah :D). Ayah berkata itu mungkin saja
(dilakukan) jika kau sangat membenci seseorang. Soo Chul berkata jika Ae Ra
mendapat pekerjaan di sana (perusahaan Jung Woo). Ayah dan ibu terkejut
seketika, lalu ayah tersenyum mendengarnya dan bertanya mengapa Soo Chul
membuat keributan? (terhadap berita itu).
Ayah
: Saat seluruh dunia menyerukan perdamaian, Ae Ra dan menantu Cha (Cha Jung
Woo) sedang berusaha menuju perdamaian (sambil tersenyum).
Soo
Chul : Dia (Jung Woo) tidak menunjukkan tanda-tanda apapun saat aku bertemu
dengannya.
Ibu
: Siapa? Siapa yang kau temui? Menantu Cha?
Soo
Chul : Bukan, bukan, bukan! Maksudku, aku membacanya di artikel, artikel yang
mewawancarai dia.
Ibu
: Aku berpikir harus menelpon Ae Ra. Kau uruslah ini. (Menyuruh ayah dan Soo
Chul mengupas bawang bombay).
Ibu
pergi meninggalkan mereka. Soo Chul sedang mengupas bawang bombay dan ayah
sedang olahraga ringan (ngangkat barbel tangan). Ayah berkata bahwa menantu Cha
(Cha Jung Woo) tidak pernah ingin berpisah dengan Ae Ra dan kesal saat
berbicara tentang Ae Ra. Soo Chul menasehati ayahnya untuk tidak bermain-main
dengannya (Ae Ra), dan tinggalkan saja dia sendiri. Ayah berkata jika Soo Chul
tidak tahu apa yang ia katakan dan bertanya apa ia tahu betapa serakahnya Ae
Ra? Karena tak mungkin Ae Ra tak menyesal membiarkan ikan berenang menjauhinya
(ikan itu diibaratkan Jung Woo). Dia (Ae Ra) hanya tidak tahu caranya (untuk
mendapatkannya kembali).
Ayah
bertanya pada Soo Chul apa gunanya keluarga? Ikut terlibat seolah-olah itu
adalah masalah sendiri, itu yang dinamakan keluarga. Ayah juga bertanya apa
yang telah dilakukan Soo Chul sejauh ini sebagai kakaknya? (kakaknya Ae Ra). Soo
Chul terdiam dan sedih. Ayah berkata jika ia memiliki nomor Jung Woo dan hendak
menelponnya, tapi Soo Chul segera mencegahnya (karena takut ketahuan ngambil
uang tunjangannya Ae Ra) dan bertanya apa yang akan ayah lakukan? Ayah menjawab
ia akan mengucapkan selamat dan berkata: Aku
sangat senang kau bekerja dengan baik. Itu bagus sekali. Soo Chul melarang
ayahnya (untuk menelpon) karena Jung Woo akan berpikir bahwa ayahnya seperti seolah-olah
mengharapkan sesuatu. Ayah berkata seorang pria harus memiliki tekad dan mulai
menelpon Jung Woo. Soo Chul nampak panik. Ayah berkata nomor Jung Woo tidak
aktif dan Soo Chul tampak lega.
Ketua
tim Wang, Pi Song Hee, supervisor Kang, Na Ae Ra dan pegawai-pegawai lainnya
sedang akan makan malam bersama. Ae Ra bertanya mereka akan makan malam dimana
pada supervisor Kang. Supervisor Kang menjawab di depan sana ada restoran
daging babi yang enak (sambil menunjuk ke tempat yang dimaksud). Saat hendak
keluar dari perusahaan, semua pegawai menempelkan kartu pegawainya hingga bisa
keluar. Saat giliran Ae Ra, dia sibuk mencari-cari kartu pegawainya (yaiyalah
gak ketemu kan udah diambil oleh pengantar galon). Seung Hyun yang berada di
belakang Ae Ra, membantu Ae Ra dengan menempelkan kartu pegawai miliknya. Ae Ra
berterima kasih.
Ketua
tim Wang : Sekarang atas nama anak-anak magang kita!
Semua
pegawai : Bersulang!!
Ketua
tim Wang : Apa kau masuk perusahaan karena kau jatuh cinta pada CEO kita juga?
Seperti Song Hee?
Na
Ae Ra : Apa? Tidak.
Ketua
tim Wang : Sainganmu berkurang satu. Selamat, Song Hee!
Pi
Song Hee : Bagaimana bisa Na Ae Ra jadi sainganku? Apa CEO mau melihat padanya
jika orang seperti dia menyukai CEO?
Na
Ae Ra (berbicara dalam hati) : Anak-anak ini tidak tahu apa-apa..
Supervisor
Kang : Dengar baik-baik, semua pegawai wanita adalah penggemar tuan CEO! Seluruh
perusahaan adalah anggota klub penggemarnya!
Ketua
tim Wang : Apa cuma pegawai wanita perusahaan kita? Di beberapa biro jodoh, CEO
kita dipilih sebagai pria no. 1 yang ingin dinikahi oleh para wanita. Seorang duda bisa mendapat tempat pertama
mengalahkan para bujangan, artinya kekayaan penting dalam diri seorang pria.
Pi
Song Hee : CEO juga terlihat sempurna! Saat aku melihatnya berjalan melewati
lobi, jantungku “berdetak-detak!” Tapi seperti apa mantan istri dari CEO kita
yang tampan?
Ae
Ra tersenyum dan tampak senang (karena dialah mantan istrinya). Pi Song Hee
berkata CEO mungkin mencampakkannya, Ae Ra langsung terkejut (karena dialah
yang mencampakkannya). Pi Song Hee bercerita (kepada semuanya) jika mantan
istrinya CEO melakukan sesuatu yang membuatnya menceraikannya. Ketua tim Wang
bertanya Pi Song Hee mendengarnya juga? Itu rahasia penting! Supervisor Kang
bertanya apa itu? Ketua tim Wang menyuruh semuanya mendekat (agar tak ketahuan
orang lain).
Ketua
tim Wang : Putra dari temanku mendengarnya langsung dari seorang alumni yang
mengenal CEO. Alasan perceraiannya adalah bahwa istrinya berselingkuh. Suaminya
sendirian bekerja mati-matian, dan istrinya kesepian dan berselingkuh, itulah
yang terjadi.
Pi
Song Hee : Aku merasa kasihan pada CEO.
Na
Ae Ra yang juga mendengarnya tampak terkejut dan kesal (karena semua itu tidak
benar!). Ketua tim Wang juga berkata bahwa mantan istrinnya CEO menyukai
Go-Stop (permainan dalam judi). Dia (mantan istrinya CEO) menghabiskan semua
uang penelitian, dan bahkan kehilangan deposit rumah. Supervisor Kang berkata
kebiasaan itu tidak bisa diperbaiki. Ae Ra yang masih mendengarkan cerita itu,
tampak semakin kesal. Seung Hyun juga berkata bahwa ia tak tahu apa-apa, tapi
dari yang ia dengar, wanita itu (mantan istrinya CEO) sangat jelek! Membuat
semuanya tertawa dan Ae Ra tercengang karena kagetnya.
Ae
Ra meminum banyak alkohol (karena merasa kesal dari tadi itu). Di luar restoran,
Ae Ra berkata pada boneka (semacam boneka gitu) yang sedang digantung: Hei, Cha Jung Woo! Kalau kau ingin seperti
itu, aku tidak bisa tinggal diam. Aku akan balas dendam.(Ae Ra mengira Jung
Woo yang menyebarkan rumor itu jadi dia ingin balas dendam ke Jung Woo). Tiba-tiba Seung Hyun datang dan
bertanya Ae Ra sedang apa? Apa Ae Ra mabuk? Ae Ra berkata ia baik-baik saja.
Seung Hyun bertanya apa Ae Ra mengenal CEO dengan baik? Karena barusan Ae Ra
berbicara seolah-olah dia mengenalnya (memanggil nama Cha Jung Woo tadi). Ae Ra
menjawab ia mengenalnya dengan baik tapi kemudian ia meralatnya dengan berkata
tidak, tidak (mengenalnya). Ae Ra juga berkata jika saat itu bukanlah saatnya
untuk itu (menjelaskannya) karena ia tak punya waktu untuk itu. Ae Ra menyuruh
Seung Hyun masuk dan ia pun bergegas pergi. Seung Hyun melihat Ae Ra pergi. Ae
Ra pergi ke Dontalk. Di luar Dontalk, Ae Ra berkata ia tak akan membiarkannya
(Jung Woo).
Direktur
Guk menyuruh direktur Oh untuk terus mengawasi Seung Hyun. Direktur Oh mengiyakan
dan berkata jika ia memikirkan semua kemungkinan, saat Seung Hyun mengatakan ia
akan pergi bekerja, bisa saja dia diam-diam pergi ke luar negeri, atau... Belum
selesai bicara, direktur Guk membantahnya dengan berkata bukan begitu, Seung
Hyun bukan tipe orang yang hanya bermain-main saja. Dia putraku, dia tidak
boleh hanya menyerupai ibunya. Pasti ada sebagian dari dirinya yang menyerupai
aku (direktur Guk). Harus ada satu sisi keseriusan pada dirinya dan direktur
Guk bertanya bagaimana dengan perusahaan?
Seung
Hyun sedang bermain piano. Yeo Jin mendekati adiknya itu dan menasehatinya
bahwa ia harus melakukan pekerjaannya dengan baik saat bekerja di dalam
perusahaan. Seung Hyun menjawab jika ia tidak punya pemikiran yang cocok di
dalamnya, dia (Seung Hyun) melakukan itu (bekerja di perusahaan) karena kemarahan
ayah yang naik-turun, yang mungkin saja dilampiaskan pada ibu. Seung Hyun
menambahkan bahwa selama masa magangnya 3 bulan, ia akan mencari cara agar
dikeluarkan. Yeo jin berkata coba saja, kita bicara setelah kau mencobanya. Yeo
Jin menyuruh adiknya untuk cepat pergi bekerja dan ia pergi (berangkat
bekerja). Seung Hyun masih bermain piano.
Di
ruangannya, Jung Woo tampak panik dan bertanya apa kepala keamanan sudah
memastikannya dengan CCTV? Kepala keamanan menjawab tidak ada rekaman (CCTV)
pada pukul 1-2 pagi. Jung Woo bertanya apa itu masuk akal? Kepala keamanan
menjelaskan jika pelaku mencuri dokumen dan menghapus rekaman CCTV sebelum dia
pergi, dia yakin seperti itu. Jung Woo berkata tidak semua orang bisa masuk ke ruang
data klien mereka. Kau bahkan tidak bisa masuk ke lantai itu kecuali kau
pegawai. Kemudian Jung Woo tersadar (bahwa kemungkinan besar pelakunya adalah
salah satu pegawainya) dan bertanya siapa orang terakhir yang masuk? (ruang
data klien)
Ae
Ra datang ke Dontalk, baru saja ia masuk dari gerbang utama, kepala keamanan
dan dua bawahannya menyuruh Ae Ra mengikutinya. Jung Woo menyaksikannya dari
lantai atas. Ae Ra dikawal oleh dua bawahan kepala keamanan dan ia tampak
kebingungan. (Yaiyalah kebingungan karena baru aja dateng trs disambut oleh
kepala keamanan & dikawal-kawal gitu, Ae Ra nya gak tau apa-apa tiba-tiba
diperlakukan kayak gitu wajarlah kalo kebingungan).
























































































Tidak ada komentar:
Posting Komentar