Minggu, 08 Maret 2015

Sinopsis Cunning Single Lady Episode 3

CUNNING SINGLE LADY Episode 3



Jung Woo menghampiri Ae Ra dan bertanya apa Ae Ra tidak ingat? Hari valentine adalah hari dimana mereka berpisah. Lalu Jung Woo menirukan ucapan yang Ae Ra katakan pada hari itu (hari perpisahan mereka): Jangan menggunakan alasan tunjangan untuk menemuiku. Diam-diam pergilah dari kehidupanku. Ae Ra mengingatnya. Jung Woo berkata jika ia meminta permintaan itu kepada Ae Ra dan mengatakan Jadi diam-diam pergilah dari kehidupanku, Na Ae Ra. Jung Woo pergi meninggalkan Ae Ra dan berkata dalam hati: Bahkan jika uang yang membuatmu kembali padaku, itu bukanlah cinta. Jung Woo tersenyum dan Ae Ra menggenggam tangannya dan merasa sangat kesal.






Ae Ra menggerutu tentang Jung Woo dan melihat gambar Jung Woo yang tertempel di dinding. Ae Ra berkata pada gambar (Jung Woo) jika ia tidak memintanya uang, yang ia harapkan adalah permintaan maaf dari Jung Woo karena telah membuat hidupnya begitu sulit dan seharusnya Jung Woo juga mengatakan terima kasih padanya.

FLASHBACK
Jung Woo sedang berjalan dan merenungkan kata-kata Ae Ra dan dirinya.
Ae Ra : Hentikan! Hentikan itu!
Jung Woo : Bukankah kita ini suami-istri? Bukankah kita berjanji untuk bersama-sama melalui susah dan senang?
Ae Ra : Tidak. Bagiku hubungan suami-istri berlaku hanya saat kau menafkahiku bukan saat aku yang harus menyediakan makan (menafkahinya). Lewati saja masa-masa sulit itu sendirian. Jangan menyeretku bersamamu.

Dari balik pohon, Ae Ra melihat Jung Woo yang berjalan sedih, Ae Ra menatapnya sedih dan kemudian menangis. Ae Ra menaiki bus dengan membawa kopernya dan ia pun masih menangis.
FLASHBACK END







Ae Ra menangis mengingat kenangannya itu. Jung Woo sedang berdiri di dekat jendela dan mengingat kenangannya juga.

FLASHBACK
Jung Woo : Ada orang yang tertarik berinvestasi pada produkku dan responnya luar biasa. Jika semuanya berhasil....
Ae Ra : Hentikan! Hentikan itu! Mau sampai kapan kau berada pada level pengembangan produk? Apa kau hanya akan mengeluarkan ide produk saja selama hidupmu? 4 tahun sudah cukup. Tidak ada lagi harapan. Aku tidak bisa hidup begini lagi.
Jung Woo : Bukankah kita ini suami-istri? Bukankah kita berjanji untuk bersama-sama melalui susah dan senang?
Ae Ra : Tidak. Bagiku hubungan suami-istri berlaku hanya saat kau menafkahiku bukan saat aku yang harus menyediakan makan (menafkahinya). Lewati saja masa-masa sulit itu sendirian. Jangan menyeretku bersamamu.
Jung Woo merasa kesal mengingat semua kata-kata itu hingga ia menggenggam keras amplop ditangannya (surat perceraian kah?)
FLASHBACK END

Jung Woo sedih mengenang masa-masa itu dan bertanya apa sekarang benar-benar berakhir? (hubungannya dengan Ae Ra).



Di rumah, Ae Ra bercerita pada Min Young dengan kesalnya (sangkin kesalnya Ae Ra, saat ia duduk ke tempat tidur, Min Young terpelanting ke bawah). Ae Ra berkata jika ia diperlakukan seperti itu, ia tidak akan tinggal diam. Ae Ra berkata ia harus membalasnya (Jung Woo) karena Jung Woo membuatnya mengalami kesulitan tapi ia (Jung Woo) tidak mau mengakuinya dan Ae Ra berkata jika ia harus balas dendam. Min Young bertanya bagaimana? Ae Ra menjawab jika ia harus merayu Jung Woo lagi dan membayangkan jika Jung Woo memohon ampun kepadanya. Ae Ra juga membayangkan jika Jung Woo sedang dimasukkan dalam tong dan Ae Ra memerintahkan anak buahnya (seperti preman) untuk melemparkan tongnya ke sungai.




Min Young bertanya apa Ae Ra sedang syuting film? Dan menyarankan agar Ae Ra balas dendam secara realistis, jika Ae Ra ingin merayunya lagi dengan tujuan agar bisa menjatuhkan Jung Woo, hal pertama yang harus dilakukan adalah Ae Ra harus bertemu dengan Jung Woo lagi. Min Young bertanya apa Jung Woo orang yang mudah ditemui? Dia sangat terkenal sekarang, apa dia mau menemui Ae Ra. Ae Ra langsung menjawab jika ia harus menemuinya bagaimanapun caranya dan mengeluarkan kertas (yang ada gambar Jung Woo tadi).

Min Young melihat gambar Jung Woo (yang wajahnya telah Ae Ra coret-coret) dan berkata kekanak-kanakan sekali. Ae Ra berkata bukan gambarnya tapi tulisan yang dibawah, yaitu lowongan kerja. Ae Ra menjelaskan jika ia ingin balas dendam, satu-satunya cara adalah dengan masuk ke perusahaannya Jung Woo (Dontalk). Min Young dan Ae Ra beradu pendapat tentang lowongan kerja tersebut. Ae Ra pun mengisi formulir pendaftarannya dan pada kolom pengalaman kerja, Ae Ra mengetikkan semua pekerjaan yang pernah ia lakukan dan berkata jika kolomnya kurang dan jika ia telah bekerja keras selama ini (sambil memegangi tangannya sendiri).


Di kamar Seung Hyeon, direktur Oh sedang mengisi formulir pendaftaran Seung Hyeon. Seung Hyeon mendikte direktur Oh untuk mengisinya dan ketika akan mengirimnya, Seung Hyeon berkata ia akan melakukannya tapi direktur Oh sengaja mengirimkannya duluan sehingga membuat Seung Hyeon kesal.


Di Dontalk, Supervisor Kang sedang menjelaskan tiga pilihan (A, B, dan C) pada rekan-rekannya. Ketua tim menanyakan pendapatnya Pi Song Hee dan ia menjawab jika C adalah yang terbaik tapi Ketua tim malah memilih yang A (spageti krem, Dongkatsu dan bibimbap) karena hari itu ia ingin makan makanan Eropa yang kaya rasa dan mewah (oh ternyata lagi diskusiin tentang makanan untuk mereka makan siang). Supervisor Kang berkata jika pilihan A lebih dari $6 dan ia tidak bisa menghabiskan uang sebanyak itu untuk makan siang karena keluarganya tinggal di luar negeri. Ketua tim berkata jika ia yang akan membayar, supervisor Kang berterima kasih. Ketua tim berkata mereka harus cepat pergi dan makan karena ia ada wawancara jam 1 siang nanti, Pi Song Hee bertanya bagaimana “kualitas air” anak-anak sekarang? (maksudnya kemampuan dan keahlian para calon karyawan).


Ae Ra sedang menunggu giliran dan nama Ae Ra dipanggil. Nama Guk Seung Hyeon juga dipanggil, Seung Hyeon berlarian (karena baru datang) dan melihat syal yang dipakai Ae Ra (syal yang nyangkut dipohon ketika Ae Ra membereskan barang-barangnya yang terjatuh dan ditolong oleh Seung Hyeon tempo hari). Saat wawancara Ae Ra ditanyai beberapa pertanyaan oleh empat pewawancara, Seung Hyeon yang duduk disebelahnya selalu saja menahan tawanya (mendengus-dengus) ketika mendengar jawaban Ae Ra. Ketua tim meminta Ae Ra untuk merekomendasikan fashionnya, Ae Ra memberikan jawabannya (yang agak berlebih-lebihan memuji ketua tim hingga membuat Yeo Jin menoleh ke arah ketua tim). Ketua tim senang mendengar jawaban Ae Ra dan melingkari suatu kolom (memberikan penilaian yang baik) pada Ae Ra, Seung Hyeon juga memberikan komentarnya tentang fashion ketua tim dan ketua tim juga memberikan penilaian yang baik pada Seung Hyeon. Ae Ra dan Seung Hyeon berlomba-lomba memuji ketua tim, ketua tim sangat senang tapi Yeo Jin tampak kesal pada mereka (Ae Ra dan Seung Hyeon karena terlalu melebih-lebihkan ketua tim).

Pada pertanyaan terakhir, Ae Ra memberikan jawaban yang baik sehingga membuat Yeo Jin, ketua tim dan juga Seung Hyeon merasa puas. Yeo Jin menoleh ke arah Seung Hyeon, Seung Hyeon mengangguk. Setelah selesai wawancara, Ae Ra memanggil Seung Hyeon dan memarahinya sambil bertanya kenapa ia terus mendengus-dengus ketika Ae Ra berbicara (sambil memperagakannya hingga air ludahnya mengenai muka Seung Hyeon). Seung Hyeon menjawab jika ia mengagumi Ae Ra karena ia berbicara dengan baik. Ae Ra memberi nasehat pada Seung Hyeon dan Seung Hyeon berkata syal yang Ae Ra kenakan itu cantik, Ae Ra mengira Seung Hyeon menggodanya.




Ae Ra menekan lift dengan kesalnya, pintu lift terbuka. Ae Ra terkejut karena ternyata ada Jung Woo di dalam lift, Jung Woo juga terkejut dan melihat kartu peserta Ae Ra dan tampak kesal, Ae Ra masuk ke dalam lift dan Seung Hyeon melambaikan tangannya pada Jung Woo tapi Jung Woo tidak meresponnya. Seung Hyeon menggerutu jika Jung Woo berakting seperti orang asing dan bertanya apa semua orang seperti itu saat mereka sukses?

Jung Woo dan Ae Ra bertemu di taman. Ae Ra menjelaskan jika ia mendaftar (sebagai calon karyawan) karena ia ingin mencari nafkah dan lebih memperhatikan nafkahnya dibandingkan dengan harga dirinya. Jung Woo bertanya mengapa harus di perusahaannya, Ae Ra menjawab ia tidak punya keahlian khusus, pendidikan ataupun koneksi dan menjelaskan jika di perusahaan lain ia bahkan tidak bisa melewati review lamaran dan ia akan pergi ke perusahaan lain setelah mendapatkan sertifikat magang (oh ngelamar jadi anak magang toh :D), itu tak akan lama. Jung Woo mengatakan jika itu masalahnya Ae Ra dan ia tidak ingin bertemu dengan Ae Ra lagi dan pergi meninggalkan Ae Ra.

Ae Ra kesal mendengarnya dan menasehati Jung Woo untuk tidak membiarkan masalah pribadi mempengaruhi caranya memimpin perusahaan. Ae Ra berkata jika ia tahu Jung Woo bukanlah tipe orang yang seperti itu, Jung Woo terdiam dan menoleh ke arah Ae Ra. Dalam hati Ae Ra berkata: Dia akan berlutut. Dia berlutut... Tiga.. Dua.. Jung Woo berkata ia tidak menginginkan itu. Ae Ra bertanya apa yang Jung Woo inginkan terhadapnya? Berlutut di kakinya? Jung Woo membenarkan dan bertanya apa Ae Ra tidak bisa melakukannya? Ae Ra berusaha untuk berlutut dan berbicara (dalam hati dengan dirinya sendiri) jika lutut digunakan untuk berlutut dan menyuruh kakinya sendiri untuk berlutut, tapi ia masih belum bisa berlutut hingga ia menepuk pahanya beberapa kali tapi masih juga tidak bisa. Jung Woo melihat Ae Ra (yang sedang berusaha untuk berlutut tapi belum bisa melakukannya juga) dan tersenyum lalu pergi meninggalkan Ae Ra. Ae Ra melihat Jung Woo pergi lalu ia berhenti berusaha (untuk berlutut) dan segera pergi juga.



Yeo Jin dan semua pewawancara keluar dari ruangan. Yeo Jin berkata jika ia ingin memilih orang yang bisa langsung ditempatkan untuk bekerja dan menanyakan pendapat Ketua Tim Wang tentang siapa yang lebih disukainya. Ketua Tim Wang menjawab siapapun yang dipilih oleh direktur (Yeo Jin) maka ia akan mempercayai dan mengikutinya (Yeo Jin). Yeo Jin berkata jika pegawai magang akan bekerja dibawah ketua tim Wang, jadi ia harus memberikan pendapat. Ketua tim Wang berkata timnya berkaitan tentang pemasaran jadi penampilan itu penting, tidak apa-apa jika wanita dan bertanya bagaimana jika pria? Dan menanyakan pendapat Yeo Jin mengenai yang mana lebih disukainya (wanita/pria)? Yeo Jin menjawab menurutnya yang terbaik adalah melihat dari pendidikan dan usianya dan menyuruh ketua tim Wang untuk membuat daftar berdasarkan nilainya dan kirimkan ke kepala sekretaris serta menyuruh ketua tim Wang untuk mengatakan pada kepala sekretaris kalau kita menunggu persetujuan akhir dari CEO (Jung Woo). Ketua tim Wang mengiyakan.
Asisten Jung Woo membawa bunga ke ruangan Jung Woo. Jung Woo bertanya ada apa dengan anggrek itu? Asisten menjawab jika itu adalah kiriman dari Tae Wan Hyung. Jung Woo bertanya mengapa ia mengirimkannya? Asisten menjawab menurutnya itu karena persahabatan lama mereka dan dia adalah salah satu anggota pendiri perusahaan ini (Dontalk), asisten juga menyayangkan Tae Wan hyung (hyung=panggilan pria yang lebih tua dipanggil oleh pria yang lebih muda) yang tidak beruntung karena jika ia bertahan lebih lama (bekerja di Dontalk) maka ia sudah menjadi wakil CEO, Tae Wan hyung tidak bisa menunggu lebih lama dan harus pindah ke perusahaan yang lebih besar. Asisten juga berkata menurutnya Tae Wan hyung ingin kembali ke perusahaan kita (Dontalk). Jung Woo bertanya atas izin siapa? Siapa bilang aku akan menerimanya?!
Jung Woo pun ingin asisten menyampaikan ucapannya pada Tae Wan: Kau harus bekerja melalui susah dan senang bersama-sama. Baru kemudian, kau bisa menikmati buah (hasil) dari kesuksesan.(sepertinya kata-kata itu bukan hanya cocok dikatakan untuk Tae Wan tapi juga untuk Ae Ra deh ya, hehe). Asisten membenarkan dan berkata jika Tae Wan hyung tahu bahwa Jung Woo menghargai dan menekankan pada kepercayaan dan janji. Asisten pun menyerahkan daftar calon pegawai magang pada Jung Woo (oh asisten ini alias L Infinite di drama ini jadi kepala sekretaris toh, mulai sekarang saya akan memanggilnya kepala sekretaris ya). Jung Woo memeriksanya dan melihat resume Ae Ra, Jung Woo kesal jadi ia meremas resume Ae Ra dan membuangnya di tong sampah.

Di rumahnya, Ae Ra menggerutu kesal dan mengatakan jika ia hancur! Hancur! Min Young bertanya apa Jung Woo tahu Ae Ra pergi wawancara? Ae Ra menjawab jika ia bertemu dengannya tadi. Min Young terkejut dan bertanya apa Ae Ra berlutut dan memohon pada Jung Woo? Ae Ra menjawab ya begitulah dan berkata jika ia begitu menyedihkan dan malang. Ae Ra juga menjelaskan jika Cha Jung Woo sekarang benar-benar berubah karena ia (Jung Woo) dulu adalah orang udik yang tidak tahu bagaimana untuk menolak tapi sekarang dia seperti sekeras paku, dia bahkan tidak akan berdarah kalau kau menusuknya. Min Young berkata manusia itu bukanlah manusia jika tidak berubah (maksudnya wajar kalo manusia berubah).
Ae Ra menggerutu saat Jung Woo bekerja begitu baik apa saja yang telah dikerjakannya (Ae Ra) dan berkata hidupnya hanya sia-sia. Min Young membela Ae Ra dengan mengatakan bahwa tak ada orang yang hidup sedinamis Ae Ra dan menyuruh Ae Ra makan seladanya serta melupakan hal itu. Min Young berpendapat jika perusahaan itu (Dontalk) tidak cocok untuk Ae Ra. Ae Ra membenarkan.


Di restoran ibu Ae Ra kedatangan temannya yang ingin menjodohkan Ae Ra dengan pria yang dikenalnya. Teman ibu Ae Ra itu menjelaskan jika pria itu adalah seorang PNS, punya rumah sendiri, dia benar-benar pria baik, sudah cerai tiga tahun, ia punya dua anak, anaknya baik-baik, yang paling kecil masih TK dan sopan. Ibu Ae Ra hanya menghela nafas (sepertinya kecewa karena pria itu sudah punya anak). Tiba-tiba ayah Ae Ra datang dan menunjukkan sebuah majalah dimana terdapat wajah Jung Woo. Ayah Ae Ra menjelaskan jika itu adalah mantan menantunya, pengusaha terbaik tahun ini! Pria yang paling diinginkan untuk diajak berkencan oleh para wanita, orang ini adalah menantuku dulu! Teman ibu Ae Ra berkata ia bermaksud (menjodohkan Ae Ra dengan pria tadi) untuk ingin tahu jika ibunya Ae Ra tertarik dan meminta izin untuk segera pergi.
Ibu Ae Ra marah-marah kepada ayah Ae Ra dan bertanya apa ia (ayah Ae Ra) tidak tahu seberapa menderitanya Ae Ra karena Jung Woo? Ayah Ae Ra menunjukkan majalah itu dan berkata jika Jung Woo adalah pengusaha yang memenuhi syarat dan masih single (tidak punya kekasih). Ibu Ae Ra menyuruh ayah Ae Ra untuk berhenti bermimpi (berharap Ae Ra dan Jung Woo bakal bersama lagi) dan bertanya mengapa pria sesukses Jung Woo mau berkencan dengan Ae Ra lagi? Ibu Ae Ra berkata mimpinya (ayah Ae Ra) terlalu besar. Ayah Ae Ra berkata salah satu kebahagiaan dalam hidup adalah kita tidak pernah tahu mengenai takdir apa yang sedang menunggumu!
Ae Ra melamar sebagai guru TK dan sedang diwawancarai. Namun ditolak karena jika Ae Ra diterima maka ia (pewawancara tadi) akan mendapat masalah jika merekomendasikan seorang janda untuk posisi guru pra-sekolah (TK) dan menjelaskan jika ibu-ibu tidak menyukai seorang janda karena akan mempengaruhi pendidikan anaknya. Lalu Ae Ra juga melamar di tempat lain, tapi Ae Ra mengaku belum pernah menikah (apalagi bercerai). Pewawancaranya itu seorang pria agak tua yang genit, ia senang mendengar Ae Ra belum menikah dan mendekati Ae Ra serta memegang paha Ae Ra. Ae Ra bergegas keluar dengan kesalnya.


Ae Ra mendapat telpon dan ia mengangkatnya dengan kesal (karena terbawa emosi oleh pewawancara tadi). Ae Ra terkejut saat mendengar informasi dari penelpon itu, lalu ia masuk kembali ke ruangan pewawancara tadi dan menyuruhnya untuk memukul Ae Ra. Pewawancara tadi heran dan juga takut (karena sikap Ae Ra yang mendadak seperti itu) hingga ia pergi dari ruangannya. Ae Ra berteriak memanggil pria itu dan berkata dengan kegirangannya bahwa ia berhasil.
Min Young melihat monitor laptop (ada wajah Jung Woo dan tulisan-tulisan semacem pemberitahuan gitu) dan berkata luar biasa serta bertanya bagaimana Ae Ra bisa masuk bahkan sebagai pegawai magang? Ae Ra menjawab seharusnya Min Young melihatnya saat wawancara karena ia sangat bagus dan berbicara dengan sangat baik. Min Young memberi selamat dan bertanya apa Jung Woo merasa kasihan pada Ae Ra dan membantunya sedikit?




FLASHBACK
[Di malam wawancara Ae Ra]
Jung Woo sedang membaca buku dan ia teringat kata-kata Ae Ra sebelumnya yang menanyakan apa yang diinginkan Jung Woo darinya? Apa Ae Ra harus berlutut? Jung Woo membenarkan dan bertanya apa Ae Ra tidak bisa? Jung Woo seakan sedih mengingatnya.
Kepala sekretaris sedang bersantai sambil menonton televisi. Kebetulan acara yang ditontonnya itu adalah acara yang dibintangi Ae Ra sebelumnya (dimana Ae Ra menjadi wanita no 2). Awalnya kepala sekretaris tak menyadari bahwa wanita yang ditontonnya itu adalah Ae Ra, tapi lama-kelamaan ia menyadarinya juga. Kepala sekretaris celingak-celinguk mencari remote tv tapi tak ketemu.
Dari atas (lantai 2), Jung Woo melihat tingkah kepala sekretaris dan bertanya apa ia (kepala sekretaris) menonton sesuatu yang erotis? Kepala sekretaris berusaha menutupi layar tv (agar tak kelihatan oleh Jung Woo karena ada Ae Ra disana). Jung Woo segera turun ke lantai satu dan berkata untuk membiarkannya ikut menonton.
Kepala sekretaris dan Jung Woo sedang menonton acara Ae Ra, kepala sekretaris sesekali menoleh ke arah Jung Woo. (Yang tulisannya Italic itu kata-kata dari tv ya).
Ae Ra (sedang diwawancarai) : Aku dulu hidup bahagia. Kebahagiaan yang kau dapat karena memiliki seseorang yang menjagamu. Aku tidak memiliki pengalaman untuk waktu yang lama.
Jung Woo mendesah dan kepala sekretaris bertanya ada apa dengan wanita itu (Ae Ra)? Jung Woo menjawab siapa yang peduli? Kepala sekretaris bertanya apa Jung Woo sungguh baik-baik saja? Jung Woo menjawab tentu saja dan tidak apa-apa selama dia (Ae Ra) tidak mengutuknya.
Ae Ra : Selama pernikahan, dulu sangat sulit bagiku.. Kenapa aku harus bertemu seseorang seperti dia? Bahkan di kehidupanku yang berikutnya, aku tidak pernah ingin bertemu dengan mantan suamiku. Sekarang.. aku ingin hidup bahagia mulai sekarang.
Narasi : Kita berharap dia menemukan kebahagiaannya.
Jung Woo terkejut mendengar kata-kata Ae Ra tersebut dan ia hanya diam terpaku. Kepala sekretaris juga terdiam dan menoleh ke arah Jung Woo. Jung Woo pun tertawa dan terdiam sedih. Lalu ia bergegas ke kantornya dan mengambil resume Ae Ra (yang sebelumnya telah ia buang di tong sampah tapi dipungutnya kembali) dan meletakkannya kembali ke dalam map yang berisi daftar calon pegawai magang. Jung Woo mengingat kata-kata Ae Ra (saat diwawancarai di acara tv sebelumnya) yang mengatakan bahwa ia tidak akan mau untuk bertemu dengan mantan suaminya lagi (tujuan Jung Woo menerima Ae Ra untuk bekerja di perusahaannya adalah agar Ae Ra bisa bertemu lagi dengannya padahal sebelumnya berkata tidak ingin bertemu).
FLASHBACK END

Direktur Guk memberi saran pada direktur Oh bahwa sekali kau menetapkan tujuan, kau harus mencapainya dengan segala yang kau miliki dan bersiaplah menghadapi kematian jika kau tidak mencapai tujuanmu serta berkomentar bahwa direktur Oh kurang konsentrasi di akhir meskipun ia telah mengajarinya. Direktur Oh berkata ia akan melakukannya dengan lebih baik dan berhasil menyingkirkan dua buah batu milik direktur Guk (batu? Semacem permainan catur tapi di atasnya itu hanya batu-batu polos saja). Direktur Oh tertawa kegirangan dan segera meminta maaf pada direktur Guk.
Seung Hyeon berteriak kesenangan karena ia berhasil (diterima di Dontalk, yaiyalah kan ada kakaknya sendiri dan juga gurunya) dan segera memeluk ayahnya. Direktur Oh menyarankan untuk mengadakan pesta perayaan, direktur Guk tidak setuju karena menurutnya itu tidak masuk akal. Seung Hyeon meminta ayahnya untuk memujinya‘Bagus sekali, ayah sangat bangga padamu. Kau memberi ayah harapan untuk hidup.’ Direktur Guk bertanya Seung Hyeon mirip siapa sampai minta dipuji seperti itu?


Di luar rumah, Seung Hyeon protes pada Yeo Jin dan bertanya apa ia anak tidak sah? Karena tidak diperbolehkan memanggil ayahnya sendiri dengan kata ‘ayah’ dan ‘noona’ pada kakakku? Dan bertanya pada Yeo Jin apa ini idenya agar Seung Hyeon menutup mulutnya di kantor? Yeo Jin menjawab jika Seung Hyeon dapat perlakuan istimewa sejak awal, maka ia tidak bisa belajar bekerja dengan benar. Seung Hyeon membenarkan dan protes jika ia sulit menyembunyikan fakta bahwa ia adalah anak orang kaya. Yeo Jin menasehati Seung Hyeon untuk tidak menyebabkan masalah apapun dan bertahan selama tiga bulan (hingga masa magang berakhir) dan setelah selesai magang, ia akan menunjuk Seung Hyeon sebagai ketua tim dari tim desain. Seung Hyeon mengejar kakaknya dan berkata bahwa Yeo Jin bisa menurunkannya 100 meter sebelumnya (sebelum sampai di perusahaan). Yeo Jin berkata pada Seung Hyeon untuk mencari jalannya sendiri (menolak pergi bersama). Seung Hyeon mencoba masuk ke mobil kakaknya, tapi mobilnya segera melaju. Seung Hyeon berkomentar bahwa Yeo Jin tegas sekali dan itu bagus karena itu akan mempermudahnya untuk menyebabkan masalah dan berkata jika Seung Hyeon akan membuat mereka (Yeo Jin dan ayahnya) menyerah terhadapnya dalam waktu tiga bulan masa magangnya karena ia bukan tipe orang kantoran.
Orang-orang sedang menunggu lift (termasuk Ae Ra dan Pi Song Hee) dan sedang membicarakan CEO (Jung Woo). Beberapa diantaranya berkata jika ia lulus dengan girangnya dan salah seorang dari mereka bertanya kenapa CEO, orang yang sebaik itu, tidak mempunyai kekasih? Ada juga yang bertanya apa dia (Jung Woo) tidak punya waktu untuk itu (berkencan)? Seseorang menjawab jika CEO tidak melakukan apapun selain bekerja, tidur dan makan di sini (perusahaan). Yang lain bertanya jika CEO benar-benar misterius, kenapa dia menyendiri selama tiga tahun setelah bercerai? Pi Song Hee berpendapat jika itu ide benar-benar bagus untuk menemukan seseorang di dalam perusahaan. Ae Ra secara spontan berkata apa yang keren dari dia (CEO)? Serentak semuanya menoleh pada Ae Ra. Pi Song Hee bertanya (dengan nada kesal) apa Ae Ra membicarakan CEO? Ae Ra menjawab tidak, dia hanya memikirkan seseorang di kepalanya yang pastinya bukan CEO. Pi Song Hee menatap sinis pada Ae Ra.

Ketua tim Wang menyuruh semuanya untuk berkumpul karena ia akan mengenalkan pegawai magang baru. Yang pertama adalah Edward (nama Inggrisnya Seung Hyeon) dan nama Koreanya adalah Guk Seung Hyeon. Seung Hyeon memperkenalkan diri dan ketua tim Wang juga demikian (nama lengkap ketua tim Wang itu adalah Wang Ji Hyeon). Ketua tim Wang berkata Seung Hyeon memberi kesan yang mendalam saat wawancara, Seung Hyeon menjawab jika ketua tim Wang juga karena gaya dan figurnya luar biasa yang langsung membuat Ae Ra dan semuanya menoleh ke arahnya, ketua tim Wang sangat senang mendengarnya. Ketua tim Wang juga memperkenalkan Na Ae Ra. Satu per satu orang berjabat tangan dengan keduanya (Guk Seung Hyeon dan Na Ae Ra).
Pi Song Hee bertanya berapa umur Ae Ra pada supervisor Kang (karena untuk ukuran pegawai magang, Ae Ra termasuk ketuaan). Supervisor Kang menjawab ia tidak tahu dan mungkin awal 30-han. Pi Song Hee berkata ia bisa gila karena ada pegawai baru yang usianya 10 tahun lebih tua dari senior (Pi Song Hee). Pi Song Hee menawarkan diri untuk jadi pembimbing pegawai magang, Ae Ra terkejut dan berusaha bersembunyi dari balik badan Seung Hyeon dan Song Hee melihat ke arah Ae Ra.



Supervisor Kang memberikan kopi kepada ketua tim Wang dan berkata ia akan melatih pegawai magang baru dengan baik. Ketua tim Wang menyuruh supervisor Kang untuk melakukan pekerjaannya saja dengan benar, dan bertanya daripada menghabiskan waktu untuk membeli kopi bukankah kau lebih baik mengerjakan grafik proyeksi sekali lagi sebagai gantinya. Supervisor Kang mengiyakan dan ketua tim Wang pergi. Supervisor Kang menggerutu bahwa seseorang yang lebih muda 5 tahun darinya (ketua tim Wang) begitu kejam dan tidak sopan.
Seung Hyeon berkata pada Ae Ra jika mereka sudah ditakdirkan karena mereka berada dalam tim yang sama dan ia pikir ‘nafas’ (kepribadian/gaya) mereka juga cocok maka mereka harus coba yang terbaik bersama-sama. Na Ae Ra berkata jika Seung Hyeon bersikap terlalu ramah kelihatannya sedikit memberatkan. Seung Hyeon bertanya benarkah? Lalu apa ia harus berkencan dengan Ae Ra? Tunggu sebentar, aku akan memikirkannya karena aku tidak segampang itu (haha lucu yah si Seung Hyeon :D). Ae Ra hanya terbengong mendengarnya dan mengumpat nama Edward Guk yang seperti ‘Egumoni’ (oh tuhanku).
Jung Woo mondar-mandir dengan gelisah, sesekali melihat jam tangannya.
Jung Woo : Hei, tadi kau bilang orientasi pegawai barunya jam berapa?
Kepala sekretaris : Uh, kurasa mungkin dimulai jam 10. Kalau sekarang, mereka baru saja selesai memperkenalkan perusahaan dan berkumpul di lobi. (sambil main game).
Jung Woo melihat jam tangannya dan kepala sekretaris bertanya apa Jung Woo ingin melihatnya? (orientasi pegawai baru) Jung Woo membantahnya dengan berkata mengapa ia harus pergi ke sana? (padahal iya pengen liat kan? Lebih tepatnya ngeliat Ae Ra kan? Hayo, hayo ngaku aja pak CEO, haha).
Jung Woo dan beberapa orang bawahannya sedang berjalan. Saat di lobi, semua orang berkumpul dan ada seorang yang mengabsennya. Jung Woo menyuruh mereka untuk tidak menghiraukannya dan melakukan pekerjaannya saja. Jung Woo menoleh ke arah Seung Hyeon sambil tersenyum (yang dari tadi melambaikan tangannya sambil memanggil-manggil Jung Woo dengan sebutan hyung pastinya). Ae Ra mengira Jung Woo menoleh ke arahnya dan Jung Woo tersenyum (padanya)?? Apa dia menyadari kehadiranku?? tanya Ae Ra dalam hati. Ae Ra berusaha tersenyum dan setelah Jung Woo tidak melihatnya lagi, ia tersenyum senang. Sebelum naik mobil, Jung Woo melihat ke jendela (banyak orang sedang melihat kepergiannya, termasuk Ae Ra) dan tersenyum kecil.
Di dalam kantor, salah seorang karyawan bertanya mengapa CEO menyuruh kita ke sini? Seseorang menjawab CEO bersikap aneh karena dia tipe orang yang biasanya benci hal-hal semacam itu.
Di dalam mobil, Jung Woo senyam-senyum sendiri. Kepala sekretaris bertanya mereka akan kemana (oalah, ini ceritanya mereka gak tau mau kemana? Asal keluar kantor saja demi ngeliat Ae Ra, haha :D). Jung Woo menjawab pergi makan. Kepala sekretaris bertanya lagi, kalau Jung Woo cuma mau makan, kenapa menyuruh semua sekretaris berdiri di sana tadi? Jung Woo balik bertanya apa ia tidak boleh menyapa para sekretaris saat ia pergi makan? Kepala sekretaris mendesah dan Jung Woo mendapat telpon. Jung Woo menyuruh putar balik dan kembali ke kantor.


Di kantor, ternyata ada masalah pada bagian keamanan karena ada seseorang yang mencoba merusak sistem atau mencuri informasi. Kepala keamanan berpendapat mungkin orang itu adalah seseorang di dalam perusahaan. Jung Woo menjawab jika ia percaya pada pegawainya dan menyuruh kepala keamanan untuk menghentikan semua penyelidikan internal.
Di rumah, Ae Ra sedang berlatih yoga dan mengatakan bahwa Jung Woo sedang ragu-ragu. Min Young bertanya pada Ae Ra apa mereka (Ae Ra dan Jung Woo) adalah selebriti yang putus setelah berkencan selama 6 bulan? Kalian berpisah setelah mengatakan kalau kalian tidak ingin melihat satu sama lain lebih terluka lagi. Min Young bertanya apa Jung Woo ragu-ragu karena Ae Ra menunjukkan sedikit air mata? Dan berkata jika Ae Ra selalu melakukan sesuatu sesuai dengan caranya. Ae Ra membantahnya dan berkata saat ia (Ae Ra) pertama melihatnya (Jung Woo) betapa dinginnya dia, kan? Dibandingkan dengan itu, sekarang jauh lebih hangat (maksudnya sikap Jung Woo jauh lebih baik daripada pertama kali bertemu dengan Ae Ra di kantor polisi), karena hari ini saat dia lewat, dia memberi Ae Ra senyuman (waktu Jung Woo mau makan siang & seluruh sekretaris berkumpul di lobi), Ae Ra juga berkata Jung Woo hidup sendirian selama 3 tahun dan tidak memiliki kekasih (sambil tersenyum puas, jangan-jangan masih ngarep ya, hehe).
Min Young bertanya apa Ae Ra memimpikan sesuatu yang besar? Misalnya menjadi istri seorang CEO (istri Jung Woo). Ae Ra menjawab jika ia (Jung Woo) memberinya (Ae Ra) kesempatan dan Ae Ra pun mulai membayangkannya.
Dalam bayangan Ae Ra:
Ae Ra sedang membuang sampah, Jung Woo dan sekretarisnya berjalan menaiki tangga dan melihat Ae Ra. Ae Ra melihat Jung Woo dan berlari ke atap (sambil menangis). Jung Woo mengejar Ae Ra, Ae Ra terjatuh dan Jung Woo memarahinya dengan bertanya apa yang Ae Ra lakukan di sini? (perusahaannya). Ae Ra meminta maaf dan menjelaskan bahwa tempat ini (perusahaan Jung Woo) adalah satu-satunya tempat dimana Ae Ra bisa mendapatkan pekerjaan dan ia bekerja untuk mencari nafkah. Ae Ra berkata ia akan berhenti bekerja agar ia tak membuat Jung Woo khawatir. Ae Ra berdiri dan berjalan pergi meninggalkan Jung Woo.
Ae Ra : Pertama-tama aku akan keluar, lalu akan mundur ke belakang. Kemudian... (Dalam bayangan Ae Ra: Ia terjatuh lagi dan Jung Woo menghampirinya. Jung Woo melihat kaki Ae Ra berdarah. Ae Ra menyuruhnya untuk tidak mengkhawatirkan seseorang seperti dirinya karena ia baik-baik saja dan pergilah. Jung Woo mencegah Ae Ra pergi dan bertanya apa maksud Ae Ra baik-baik saja? Ae Ra menangis dan Jung Woo menyuruhnya ke rumah sakit. Jung Woo menggendong Ae Ra, Ae Ra menangis dan Jung Woo menyuruh Ae Ra untuk berhenti menangis).
Min Young : Itu benar. Jung Woo benar-benar baik. Meskipun sekarang kalian adalah orang asing, dia tetap memberikanmu tunjangan.
Ae Ra : Kau mau mati?
Min Young : Aku merasa dia akan jatuh cinta padamu lagi. Kasihan dia (Jung Woo, haha ini temennya Ae Ra apa temennya Jung Woo? Haha tapi ada benernya juga sih ya, Min Young terlalu jujur yah :D)
Ae Ra : Kau...?! Siapa yang kasihan?! Apa kau benar-benar akan mengatakan hal seperti itu? Hey, kau wanita jahat... (sambil mencekik Min Young, ini yang lebih jahat siapa? Perasaan Ae Ra deh karena dia mencekik teman sendiri, kasihan Min Young).



Seung Hyeon dan Jung Woo bertarung (dalam judo seperti Young Do dan ayahnya di The Heirs). Jung Woo mengalahkan Seung Hyeon dan bertanya mengapa ia menelpon Jung Woo tengah malam? Pikiranmu ditempat lain, itu merusak kesenangan (tidak fokus pada judonya karena memikirkan hal lain, sehingga bisa cepet dikalahkan oleh Jung Woo). Jung Woo membantu Seung Hyeon bangkit dan bertanya apa terjadi sesuatu? Seung Hyeon menjawab ketika ia pulang ke rumah, ia teringat masa lalu.
FLASHBACK
Ibu Seung Hyeon sedang bermain piano, Jung Woo menghampiri ibu Seung Hyeon. Ibu Seung Hyeon bertanya apa ia mahasiswa Cha Jung Woo? Dan menyuruhnya ke lantai dua.
Seung Hyeon sedang bermain gitar dan Jung Woo sedang duduk di kursi belajar. Jung Woo menoleh ke arah Seung Hyeon, Seung Hyeon menyuruh Jung Woo menyelesaikan soal-soal yang ada di meja itu (soal Olimpiade matematika SMA). Jung Woo mulai mengerjakannya.
Setelah selesai, Jung Woo menunjukkannya pada Seung Hyeon. Seung Hyeon memeriksanya dan berkata bahwa Jung Woo bagus dan ia (Jung Woo) lulus! (sambil tersenyum puas) Jung Woo tersenyum gembira lalu ia tersadar dan terdiam sambil menoleh ke arah Seung Hyeon.
FLASHBACK END

Seung Hyeon dan Jung Woo tertawa bersama saat mengingat kenangan masa lalu itu. Seung Hyeon berkata ia berpikir Jung Woo akan marah dan pergi ketika ia melakukan itu. Jung Woo membenarkan bahwa ia marah tapi semangat bersaingnya meningkat. Dan mereka pun mengobrol-ngobrol tentang masa lalu.
Seung Hyeon : Tetap saja, bagaimana bisa orang dewasa mengajari anak kecil Judo sambil memukulinya?
Jung Woo : Hey, dulu kau sangat berantakan!
Seung Hyeon : Apa? Kau mau mulai lagi? (judo) Aku tidak akan membiarkanmu menang dengan mudah kali ini.
Jung Woo : Lihat dirimu! Kau tidak menyesali ini? Kau belum puas dipukuli, huh?
Lalu mereka berguling-gulingan.

Ae Ra datang ke kantor dengan tergopoh-gopoh (sepertinya telat deh ya). Pi Song Hee langsung menghampiri Ae Ra, Ae Ra menyapanya dan Pi Song Hee membalas sapaannya. Pi Song Hee berkata jika ia menunggu Ae Ra karena ada sesuatu yang harus di lakukannya. Ae Ra mengangkat galon (oh ini toh yang disuruh oleh Pi Song Hee, kelewatan yah). Pi Song Hee mengawasinya, Supervisor Kang datang dan melihat Ae Ra. Ae Ra berkata tidak apa-apa dan ia hampir selesai jadi tidak usah dibantu. Supervisor Kang memuji Ae Ra yang benar-benar kuat, berbeda dari penampilannya dan berkata jika Ae Ra yang terbaik dan kerja bagus kemudian supervisor Kang pergi. Ae Ra melihat supervisor Kang (yang dikiranya mau bantu padahal cuman mau memujinya saja, haha). Pi Song Hee memuji Ae Ra yang benar-benar kuat dan berkata untuk bertanggung jawab soal air minum (menyuruhnya untuk mengangkat galon terus) dan menyuruh Ae Ra untuk mencuci gelas miliknya serta menyuruh Ae Ra untuk membeli stoking untuknya (wah Pi Song Hee ini keterlaluan ya, karena Ae Ra ditindas sampe segitunya, dia sengaja melakukannya karena masih kesel sama Ae Ra yang ngatain CEO apa karena emang karakternya begitu ya? :D).
Pengantar galon datang dan meminta maaf pada Ae Ra karena telah melakukan pekerjaannya (mengangkat galon). Pengantar galon itu bergegas pergi dan mengambil kartu pegawai milik Ae Ra. Seung Hyeon datang dan selewatan dengan pengantar galon tadi, Seung Hyeon melihat pengantar galon itu memasukkan sesuatu ke saku bajunya.
Ae Ra memanggil Seung Hyeon (mulai sekarang ditulis Seung Hyun saja ya) dan menasehatinya. Ae Ra berkata jika ia mengatakan semua yang akan dikatakannya karena mengkhawatirkan Seung Hyun dan menganggapnya dongsaeng (adik): Kau harus bersikap seperti pegawai baru. Datanglah 30 menit lebih awal dan kalau ada gelas atau apapun itu, bersihkan dengan baik. Jika pendingin airnya kosong, kau harus menggantinya. Bukankah kau seharusnya begitu? Pegawai baru yang minum kopi mahal dan datang tepat di jam kantor, siapa yang akan menyukaimu? Seung Hyun menjawab iya. Ae Ra merasa kesal dan bertanya apa Seung Hyun menganggapnya bercanda? Seung Hyun menjawab tidak melainkan hatinya berdebar-debar karena Ae Ra sangat mengkhawatirkannya pagi-pagi begini. Seung Hyun tersenyum dan pergi meninggalkan Ae Ra.



Ae Ra di minimarket dan menggerutu karena disuruh membeli stoking dan tentang Jung Woo. Apa kau pikir aku kerja untuk mengurusi stokingmu? Cha Jung Woo... Aku bahkan tidak bisa bicara dengannya, apalagi merayunya. Tapi kenapa dia menerimaku? Dia benar-benar terlihat seolah-olah akan menggagalkanku. Dia memang begitu, benar begitu. Bahkan jika ia bicara begitu kasar, dia masih memiliki perasaan terhadapku. Tunggu, ini bukan waktunya aku melakukan ini. Jika aku tidak bisa menemuinya secara tidak sengaja, maka aku akan membuat alasan untuk bertemu. Ae Ra mengeluarkan ponselnya dan mengetik sesuatu.
Jung Woo sedang bekerja di ruangannya. Tiba-tiba ada pesan masuk yang ternyata dari Ae Ra. Ada sesuatu yang harus kukatakan. Bisakah kau menemuiku sebentar? Ae Ra sedang duduk di bangku atap dan menunggu Jung Woo sambil celingak-celinguk. (kali ini bukan di taman seperti biasanya melainkan di atap Dontalk). Jung Woo sudah berada di atap tapi ia tidak menghampiri Ae Ra melainkan hanya menelponnya saja.
Ae Ra : Oh, kau sudah datang?
Jung Woo : Katakan.
Ae Ra : Apa kau sangat sibuk? Tadinya aku berpikir untuk pergi ke kantormu, tapi orang-orang akan melihat jadi.... (Ae Ra melihat Jung Woo dan langsung berdiri) Oh kau disana?
Jung Woo : Jangan mendekat. Tetaplah disana. (Jung Woo langsung bersembunyi di balik dinding). Kau pasti lupa, tapi aku adalah CEO dan kau adalah pegawai magang. Kita tidak bisa bicara bertatap muka di dalam perusahaan.
Ae Ra : (tampak kecewa dan kembali duduk) Aku mengerti. Aku akan langsung saja. Pertama, terima kasih karena sudah menerimaku. Aku ingin mengatakan itu.
Jung Woo : Kau tidak perlu berterima kasih! Kurasa kau salah paham, tapi aku tidak bertanggung jawab dalam penerimaan pegawai magang. Itu bukanlah posisi penting. Aku bukan orang yang punya banyak waktu luang. (padahal untuk ukuran CEO, Jung Woo punya banyak waktu luang kok, buktinya dia sempet-sempetnya nonton acara Ae Ra dan juga bela-belain ke kantornya lagi demi masukin resume Ae Ra di daftar calon pegawai magang, hehe).
Ae Ra : Bagaimanapun, terima kasih.
Jung Woo : Kalau kau sudah selesai... (Jung Woo akan pergi meninggalkan Ae Ra)
Ae Ra : Tunggu! Tunggu! Tunggu!
Jung Woo : Ah, sekarang apa? (Jung Woo yang tadinya mau pergi langsung kembali lagi).
Ae Ra : Selagi aku bekerja di perusahaan ini, orang-orang bisa tahu soal hubungan kita. Aku khawatir soal apa yang harus kita lakukan setelahnya.
Jung Woo : Itu tidak akan keluar dari mulutku, jadi kau berhati-hatilah. Karena aku tidak ingin ada kesalahpahaman yang tak berguna.
Ae Ra : Jangan khawatir. Aku tidak akan pernah mengatakan kalau aku bercerai denganmu. Aku bahkan tidak akan pernah mengatakan kalau aku mengenalmu. Aku akan mengunci mulutku (Ae Ra memperagakan tangannya yang mengunci mulutnya seperti yang dilakukan di drama 49 Days oleh pemeran utama cewek *lupa namanya di drama, karakter itu diperanin oleh Nam Gyu Ri*).
Jung Woo : (melihat Ae Ra) Okay. Pasti sulit bagimu untuk terus bekerja disini jika orang mengetahui soal kita. Jadi tolong berhati-hati (maksudnya menjaga ucapan Ae Ra supaya perceraian mereka tetap menjadi rahasia).
Jung Woo pergi meninggalkan Ae Ra, Ae Ra berusaha mencegahnya namun Jung Woo tetap pergi. Ae Ra merasa kesal dan mengatakan Jung Woo bajingan.
Di ruangannya, Jung Woo juga menggerutu. Jung Woo berkata seharusnya ia tidak pergi (datang menemui) saat si pegawai magang itu (Ae Ra) menelponnya. Jung Woo melempar ponselnya. Kepala sekretaris menangkapnya (ponsel Jung Woo). Jung Woo menyuruh kepala sekretaris untuk menghapus nomor ponselnya itu, kepala sekretaris terkejut.


Soo Chul berlarian masuk ke restoran ibunya dan berkata ada berita besar. Ibu dan ayahnya menoleh ke Soo Chul. Soo Chul berkata (terbata-bata, entah karena terkejut atau karena kecapekan saat lari tadi :D) Na Ae Ra....Di perusahaan menantu Cha.... (Cha Jung Woo). Ayah bertanya apa Ae Ra menyalakan api di sana (membakar perusahaan Jung Woo maksudnya, haha ada-ada aja si ayah :D). Ayah berkata itu mungkin saja (dilakukan) jika kau sangat membenci seseorang. Soo Chul berkata jika Ae Ra mendapat pekerjaan di sana (perusahaan Jung Woo). Ayah dan ibu terkejut seketika, lalu ayah tersenyum mendengarnya dan bertanya mengapa Soo Chul membuat keributan? (terhadap berita itu).
Ayah : Saat seluruh dunia menyerukan perdamaian, Ae Ra dan menantu Cha (Cha Jung Woo) sedang berusaha menuju perdamaian (sambil tersenyum).
Soo Chul : Dia (Jung Woo) tidak menunjukkan tanda-tanda apapun saat aku bertemu dengannya.
Ibu : Siapa? Siapa yang kau temui? Menantu Cha?
Soo Chul : Bukan, bukan, bukan! Maksudku, aku membacanya di artikel, artikel yang mewawancarai dia.
Ibu : Aku berpikir harus menelpon Ae Ra. Kau uruslah ini. (Menyuruh ayah dan Soo Chul mengupas bawang bombay).
Ibu pergi meninggalkan mereka. Soo Chul sedang mengupas bawang bombay dan ayah sedang olahraga ringan (ngangkat barbel tangan). Ayah berkata bahwa menantu Cha (Cha Jung Woo) tidak pernah ingin berpisah dengan Ae Ra dan kesal saat berbicara tentang Ae Ra. Soo Chul menasehati ayahnya untuk tidak bermain-main dengannya (Ae Ra), dan tinggalkan saja dia sendiri. Ayah berkata jika Soo Chul tidak tahu apa yang ia katakan dan bertanya apa ia tahu betapa serakahnya Ae Ra? Karena tak mungkin Ae Ra tak menyesal membiarkan ikan berenang menjauhinya (ikan itu diibaratkan Jung Woo). Dia (Ae Ra) hanya tidak tahu caranya (untuk mendapatkannya kembali).
Ayah bertanya pada Soo Chul apa gunanya keluarga? Ikut terlibat seolah-olah itu adalah masalah sendiri, itu yang dinamakan keluarga. Ayah juga bertanya apa yang telah dilakukan Soo Chul sejauh ini sebagai kakaknya? (kakaknya Ae Ra). Soo Chul terdiam dan sedih. Ayah berkata jika ia memiliki nomor Jung Woo dan hendak menelponnya, tapi Soo Chul segera mencegahnya (karena takut ketahuan ngambil uang tunjangannya Ae Ra) dan bertanya apa yang akan ayah lakukan? Ayah menjawab ia akan mengucapkan selamat dan berkata: Aku sangat senang kau bekerja dengan baik. Itu bagus sekali. Soo Chul melarang ayahnya (untuk menelpon) karena Jung Woo akan berpikir bahwa ayahnya seperti seolah-olah mengharapkan sesuatu. Ayah berkata seorang pria harus memiliki tekad dan mulai menelpon Jung Woo. Soo Chul nampak panik. Ayah berkata nomor Jung Woo tidak aktif dan Soo Chul tampak lega.


Ketua tim Wang, Pi Song Hee, supervisor Kang, Na Ae Ra dan pegawai-pegawai lainnya sedang akan makan malam bersama. Ae Ra bertanya mereka akan makan malam dimana pada supervisor Kang. Supervisor Kang menjawab di depan sana ada restoran daging babi yang enak (sambil menunjuk ke tempat yang dimaksud). Saat hendak keluar dari perusahaan, semua pegawai menempelkan kartu pegawainya hingga bisa keluar. Saat giliran Ae Ra, dia sibuk mencari-cari kartu pegawainya (yaiyalah gak ketemu kan udah diambil oleh pengantar galon). Seung Hyun yang berada di belakang Ae Ra, membantu Ae Ra dengan menempelkan kartu pegawai miliknya. Ae Ra berterima kasih.
Ketua tim Wang : Sekarang atas nama anak-anak magang kita!
Semua pegawai : Bersulang!!
Ketua tim Wang : Apa kau masuk perusahaan karena kau jatuh cinta pada CEO kita juga? Seperti Song Hee?
Na Ae Ra : Apa? Tidak.
Ketua tim Wang : Sainganmu berkurang satu. Selamat, Song Hee!
Pi Song Hee : Bagaimana bisa Na Ae Ra jadi sainganku? Apa CEO mau melihat padanya jika orang seperti dia menyukai CEO?
Na Ae Ra (berbicara dalam hati) : Anak-anak ini tidak tahu apa-apa..
Supervisor Kang : Dengar baik-baik, semua pegawai wanita adalah penggemar tuan CEO! Seluruh perusahaan adalah anggota klub penggemarnya!
Ketua tim Wang : Apa cuma pegawai wanita perusahaan kita? Di beberapa biro jodoh, CEO kita dipilih sebagai pria no. 1 yang ingin dinikahi oleh para wanita.  Seorang duda bisa mendapat tempat pertama mengalahkan para bujangan, artinya kekayaan penting dalam diri seorang pria.
Pi Song Hee : CEO juga terlihat sempurna! Saat aku melihatnya berjalan melewati lobi, jantungku “berdetak-detak!” Tapi seperti apa mantan istri dari CEO kita yang tampan?
Ae Ra tersenyum dan tampak senang (karena dialah mantan istrinya). Pi Song Hee berkata CEO mungkin mencampakkannya, Ae Ra langsung terkejut (karena dialah yang mencampakkannya). Pi Song Hee bercerita (kepada semuanya) jika mantan istrinya CEO melakukan sesuatu yang membuatnya menceraikannya. Ketua tim Wang bertanya Pi Song Hee mendengarnya juga? Itu rahasia penting! Supervisor Kang bertanya apa itu? Ketua tim Wang menyuruh semuanya mendekat (agar tak ketahuan orang lain).
Ketua tim Wang : Putra dari temanku mendengarnya langsung dari seorang alumni yang mengenal CEO. Alasan perceraiannya adalah bahwa istrinya berselingkuh. Suaminya sendirian bekerja mati-matian, dan istrinya kesepian dan berselingkuh, itulah yang terjadi.
Pi Song Hee : Aku merasa kasihan pada CEO.
Na Ae Ra yang juga mendengarnya tampak terkejut dan kesal (karena semua itu tidak benar!). Ketua tim Wang juga berkata bahwa mantan istrinnya CEO menyukai Go-Stop (permainan dalam judi). Dia (mantan istrinya CEO) menghabiskan semua uang penelitian, dan bahkan kehilangan deposit rumah. Supervisor Kang berkata kebiasaan itu tidak bisa diperbaiki. Ae Ra yang masih mendengarkan cerita itu, tampak semakin kesal. Seung Hyun juga berkata bahwa ia tak tahu apa-apa, tapi dari yang ia dengar, wanita itu (mantan istrinya CEO) sangat jelek! Membuat semuanya tertawa dan Ae Ra tercengang karena kagetnya.


Ae Ra meminum banyak alkohol (karena merasa kesal dari tadi itu). Di luar restoran, Ae Ra berkata pada boneka (semacam boneka gitu) yang sedang digantung: Hei, Cha Jung Woo! Kalau kau ingin seperti itu, aku tidak bisa tinggal diam. Aku akan balas dendam.(Ae Ra mengira Jung Woo yang menyebarkan rumor itu jadi dia ingin balas dendam ke Jung Woo). Tiba-tiba Seung Hyun datang dan bertanya Ae Ra sedang apa? Apa Ae Ra mabuk? Ae Ra berkata ia baik-baik saja. Seung Hyun bertanya apa Ae Ra mengenal CEO dengan baik? Karena barusan Ae Ra berbicara seolah-olah dia mengenalnya (memanggil nama Cha Jung Woo tadi). Ae Ra menjawab ia mengenalnya dengan baik tapi kemudian ia meralatnya dengan berkata tidak, tidak (mengenalnya). Ae Ra juga berkata jika saat itu bukanlah saatnya untuk itu (menjelaskannya) karena ia tak punya waktu untuk itu. Ae Ra menyuruh Seung Hyun masuk dan ia pun bergegas pergi. Seung Hyun melihat Ae Ra pergi. Ae Ra pergi ke Dontalk. Di luar Dontalk, Ae Ra berkata ia tak akan membiarkannya (Jung Woo).

Direktur Guk menyuruh direktur Oh untuk terus mengawasi Seung Hyun. Direktur Oh mengiyakan dan berkata jika ia memikirkan semua kemungkinan, saat Seung Hyun mengatakan ia akan pergi bekerja, bisa saja dia diam-diam pergi ke luar negeri, atau... Belum selesai bicara, direktur Guk membantahnya dengan berkata bukan begitu, Seung Hyun bukan tipe orang yang hanya bermain-main saja. Dia putraku, dia tidak boleh hanya menyerupai ibunya. Pasti ada sebagian dari dirinya yang menyerupai aku (direktur Guk). Harus ada satu sisi keseriusan pada dirinya dan direktur Guk bertanya bagaimana dengan perusahaan?
Seung Hyun sedang bermain piano. Yeo Jin mendekati adiknya itu dan menasehatinya bahwa ia harus melakukan pekerjaannya dengan baik saat bekerja di dalam perusahaan. Seung Hyun menjawab jika ia tidak punya pemikiran yang cocok di dalamnya, dia (Seung Hyun) melakukan itu (bekerja di perusahaan) karena kemarahan ayah yang naik-turun, yang mungkin saja dilampiaskan pada ibu. Seung Hyun menambahkan bahwa selama masa magangnya 3 bulan, ia akan mencari cara agar dikeluarkan. Yeo jin berkata coba saja, kita bicara setelah kau mencobanya. Yeo Jin menyuruh adiknya untuk cepat pergi bekerja dan ia pergi (berangkat bekerja). Seung Hyun masih bermain piano.



Di ruangannya, Jung Woo tampak panik dan bertanya apa kepala keamanan sudah memastikannya dengan CCTV? Kepala keamanan menjawab tidak ada rekaman (CCTV) pada pukul 1-2 pagi. Jung Woo bertanya apa itu masuk akal? Kepala keamanan menjelaskan jika pelaku mencuri dokumen dan menghapus rekaman CCTV sebelum dia pergi, dia yakin seperti itu. Jung Woo berkata tidak semua orang bisa masuk ke ruang data klien mereka. Kau bahkan tidak bisa masuk ke lantai itu kecuali kau pegawai. Kemudian Jung Woo tersadar (bahwa kemungkinan besar pelakunya adalah salah satu pegawainya) dan bertanya siapa orang terakhir yang masuk? (ruang data klien)

Ae Ra datang ke Dontalk, baru saja ia masuk dari gerbang utama, kepala keamanan dan dua bawahannya menyuruh Ae Ra mengikutinya. Jung Woo menyaksikannya dari lantai atas. Ae Ra dikawal oleh dua bawahan kepala keamanan dan ia tampak kebingungan. (Yaiyalah kebingungan karena baru aja dateng trs disambut oleh kepala keamanan & dikawal-kawal gitu, Ae Ra nya gak tau apa-apa tiba-tiba diperlakukan kayak gitu wajarlah kalo kebingungan).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar